Yoga di Tengah Pandemi Bersama Yoga Dham Jakarta

0
3848
Foto: Dok. Yoga Dham Jakarta

Di awal pandemi dan masa Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB), seluruh tempat wisata dan hiburan ditutup dari publik untuk menghindari penyebaran Covid-19 lebih luas. Tidak hanya itu, tempat relaksasi dan olah tubuh seperti studio yoga dan pilates pun terpaksa tutup sementara mengikuti kebijakan pemerintah.

Memasuki PSBB Transisi, sejumlah studio yoga mulai aktif kembali, walau belum maksimal seperti di waktu normal. Salah satunya adalah Yoga Dham Jakarta yang didirikan pada September 2015 oleh Imelia Wijaya dan putrinya, Sylvia Tirtanata. Studio yoga ini memfokuskan pengajaran yoga Iyengar yang dikembangkan B.K.S. Iyengar.

Yoga Iyengar dikembangkan untuk memungkinkan semua orang berlatih yoga dengan lebih mudah dan tepat. Fokus pengajaran yoga terletak pada setiap asana (pose) dan pranayama (pernapasan) dengan intens. Agar setiap pose dilakukan dengan tepat, B.K.S. Iyengar mendesain properti pendukung, seperti block, tali, dan belt.

Saat ini Yoga Dham Jakarta sudah menggelar kelas yoga, baik secara daring dan luring setiap harinya. Untuk kelas daring, peserta dapat memilih jadwal latihan tiap Senin dan Rabu (kelas pemula), Selasa (Level II), Jumat (Level I/II), dan Minggu (Level I). Durasi pengajaran sama seperti kelas luring, yaitu 1 jam untuk kelas pemula, 1,5 jam untuk Level I, dan 2 jam untuk Level II & III.

Sedangkan untuk kelas luring, Yoga Dham Jakarta yang berlokasi di Jalan Bumi No. 4, Jakarta Selatan ini hanya membuka pelatihan bagi anggota tetap Level III yang tersedia tiap Kamis pukul 10:00 hingga 12:00. Untuk jadwal lengkap kelas daring dan luring di Yoga Dham Jakarta selama November, dapat dipantau melalui Instagram @yogadhamjakarta dan pendaftaran melalui laman resmi Yoga Dham Jakarta.

Foto: Dok. Yoga Dham Jakarta

Mengenai kelas luring, Dewi Cosette, salah satu guru yoga di Yoga Dham Jakarta menjelaskan kepada Getlost.id bahwa, “Pihak studio membatasi jumlah murid yang berpartisipasi disertai penerapan protokol kesehatan, seperti murid tidak sedang demam, satu kelas maksimal 10 orang dengan jaga jarak aman setidaknya dua meter, dan mendisinfektan ruang latihan serta properti yoga.” Dewi juga menambahkan bahwa setiap peserta dianjurkan untuk membawa mat dan properti yoga sendiri.

Serunya Berlatih Yoga secara Daring

Pandemi memang menghentikan banyak sektor kehidupan, namun antusiasme masyarakat terhadap yoga menunjukkan respon berbeda. Dewi yang sudah mengajar di Yoga Dham Jakarta selama dua tahun terakhir mengungkapkan, “Semenjak pandemi, semakin banyak kelas daring yoga di seluruh dunia, sehingga murid dapat mengaksesnya dengan mudah. Dengan banyaknya kelas pelatihan secara virtual, Yoga Dham Jakarta yang memiliki pengajar bersertifikat RIMYI (Ramamani Iyengar Memorial Yoga Institute) berusaha untuk memberikan pengajaran sesuai pakem yoga tradisi Iyengar yang detail, cermat, dan mengajarkan allignment yang tepat di setiap posenya.”

Menurut Dewi, tidak ada perbedaan signifikan mengenai metode pengajaran di kelas daring. Guru di Yoga Dham Jakarta tetap memberi perhatian dan instruksi detail untuk setiap pose. Walau begitu, guru tidak dapat memberikan koreksi secara langsung saat melakukannya secara virtual.

Ini yang menjadi tantangan setiap guru yoga saat mengajar di kelas daring, karena mereka tidak mengetahui pasti apakah murid sudah melakukan setiap pose dengan allignment yang benar. Hal ini butuh perhatian ekstra untuk menghindari terjadinya cedera.

Foto: Dok. Yoga Dham Jakarta

Dewi juga bercerita mengenai keseruan mengajar yoga secara virtual. Ia menuturkan, “Di tengah kelas yoga, ada murid yang sedang serius berlatih tiba-tiba didatangi anak atau binatang peliharaannya. Sedikit interupsi tapi menghibur.” Namun di luar itu, Dewi menerima respon positif selama mengajar kelas yoga daring di tengah pandemi. Peserta yoga kebanyakan anggota tetap Yoga Dham Jakarta dan mereka serius mengikuti pengajaran, walau format pengajaran secara virtual.

Bagi kamu yang ingin mengikuti kelas yoga daring, terutama baru pertama kali belajar yoga, Dewi memberikan beberapa tip panduan. Ia menjelaskan, “Untuk memulai yoga terutama pemula, harus ada keinginan untuk berlatih. Setelah itu, siapkan keperluan untuk berlatih, seperti mengenakan pakaian yang nyaman, menyediakan mat yoga yang nyaman dan stretchy, dan ruangan dengan sirkulasi udara yang baik.”

Lagi menurut Dewi, “Tanamkan di pikiran bahwa yoga bukan sekadar melakukan satu-dua pose yang menantang, tetapi mengenai kesadaran setiap inci tubuh kita, bagaimana menerima tubuh sendiri, perjalanan ke dalam dan transformasi di luar yoga. Yoga adalah sebuah perjalanan, bukan hanya tentang olah tubuh seperti senam aerobik, body combat, dan latihan kebugaran lainnya.”

Teks: Priscilla Picauly | Editor: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here