Mendaki Gunung Lemongan, Gunung Fuji-nya Lumajang

Foto: Dok. Google Maps/Go Dino

Gunung Lemongan merupakan gunung api maar di Kabupaten Lumajang. Dikelilingi danau-danau, gunung ini menyuguhkan pemandangan yang mengingatkan akan gunung ikonik di Jepang, sehingga warga setempat menjulukinya Gunung Fuji-nya Lumajang.

Menariknya, untuk mendaki puncaknya yang setinggi 1.676 mdpl, kamu tak perlu membutuhkan waktu hingga berhari-hari, melainkan dalam hitungan jam. Rata-rata waktu tempuhnya sekitar lima jam. Karena itu, gunung ini terutama cocok untuk para pendaki pemula ataupun siapa saja yang ingin mendaki dengan rintangan minim di sepanjang jalur.

Akses via Klakah

Pendakian menuju puncak Gunung Lemongan berawal dari base camp yang terletak di Kecamatan Klakah. Dari pusat kota Lumajang, kamu bisa mencapainya dengan berkendara selama sekitar satu jam.

Setibanya di Pasar Klakah, ikuti arah ke Danau Ranu Klakah, kemudian teruskan perjalanan hingga sampai di pos pendakian Gunung Lemongan. Di sana, kamu bisa menitipkan kendaraan sekaligus mengurus perizinan pendakian.

Empat Pos Pendakian

Jalur pendakian Gunung Lemongan sudah jelas dengan sejumlah penanda di batang pohon maupun sekitar bebatuan. Medannya sendiri didominasi oleh bebatuan dengan banyak tanjakan di sejumlah titik.

Foto: Dok. Google Maps/Dwi Agung

Menuju Pos 1 (Wit Siji), kamu akan melalui jalur terbuka dengan hamparan semak-semak maupun ilalang tinggi. Sebaiknya tak berlama-lama di sini karena hampir tak ada pepohonan rindang untuk berteduh.

Trek terbuka akan berganti memasuki area hutan sebelum mencapai Pos 2 (Watu Gede). Di sini, kamu bisa beristirahat sejenak di bawah teduhnya pepohonan, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Watu Gede.

Foto: Dok. Google Maps/Andi Banditoz

Sesuai namanya, Watu Gede berupa area lapang dengan batu besar sebagai penandanya. Bagi yang ingin berkemah, kamu bisa mendirikan tenda di sini. Namun patut diingat kalau tidak ada sumber air di dekat tempat ini, atau bahkan di sepanjang jalur pendakian. Karena itu, pastikan membawa perbekalan air yang cukup.

Setelah Watu Gede, kamu akan menjumpai trek yang lebih terjal dengan kemiringan hingga 45 derajat. Jalur yang tadinya berupa tanah dengan bebatuan kecil berganti menjadi batuan bercampur pasir. Jalur pendakiannya sendiri cukup terbuka, sebelum kembali rapat menjelang Pos 4 (Sumber Guci).

Foto: Dok. Google Maps/Bihul

Perjalanan akan dilanjutkan melalui jalan setapak yang sempit dengan vegetasi rapat, hingga menjumpai batu besar yang dikenal sebagai Watu Kembar. Batu ini sekaligus sebagai pertanda bahwa puncak Gunung Lemongan sudah dekat.

Di puncak, kamu bisa menjumpai bibir kawah yang sudah kering. Areanya tak begitu luas, hanya mampu menampung beberapa tenda saja. Dari sini, kamu bisa menikmati pemandangan danau-danau di sekitar lereng maupun Gunung Semeru dan Argopuro di kejauhan.

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here