Gowes Keliling Candi-candi di Selatan Prambanan

Candi Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang kerap masuk dalam daftar kunjung, terutama bagi wisatawan yang baru pertama kali ke Kota Gudeg. Di masa lalu, kompleks tersebut menyimpan ratusan candi, meski kini yang tersisa hanya 18 candi.

Namun tetap saja untuk berkeliling kompleks candi yang luas tersebut cukup melelahkan dengan berjalan kaki, sehingga bersepeda pun menjadi aktivitas yang seru dilakukan saat berwisata di Candi Prambanan.

Selesai berkeliling di kompleks Candi Prambanan, kamu bisa beristirahat kemudian melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya. Kalau masih kuat, kamu juga bisa menggowes sepeda ke candi-candi lain di sekitar Candi Prambanan.

Salah satu rute gowes yang bisa dipilih adalah menelusuri candi-candi yang ada di selatan Candi Prambanan dengan total jarak tempuh 11,3 km. Tentu saja kamu bisa memodifikasi rute ini sesuka hati dan memadukannya dengan kunjungan ke destinasi lain di sekitarnya. Berikut detailnya.

Candi Prambanan – Candi Sojiwan – Candi Ratu Boko – Candi Barong – Candi Banyunibo – Candi Ijo

Candi Sojiwan yang menjadi perhentian pertamamu terletak sekitar dua kilometer dari Candi Prambanan. Mencapai candi ini, kamu mesti melalui permukiman, sebelum tiba di kompleks candi.

Setinggi 27 meter, Candi Sojiwan merupakan candi Buddha yang diperkirakan dibangun antara 842 dan 850 Masehi. Ciri khasnya adalah belasan relief fabel yang menghiasi kaki candinya. Salah satunya adalah relief yang mengisahkan perlombaan antara garuda dan kura-kura dalam menyeberangi samudra, dengan kura-kura sebagai pemenangnya.

Dari sini, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Candi Ratu Boko sejauh 2,1 km via Jalan Pereng dengan hamparan sawah di sekitarnya. Walau namanya candi, situs bersejarah ini diperkirakan merupakan bekas keraton, dengan sisa bangunan yang tadinya berupa istana berbenteng. Terlebih sisa permukiman penduduk ditemukan di sekitar lokasi situs ini.

Dibangun abad delapan pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, situs ini menyuguhkan panorama kota Yogyakarta dan Candi Prambanan dengan latar Gunung Merapi. Pemandangannya terutama indah di sore hari, ketika matahari terbenam di balik Ratu Boko.

Selesai berfoto di Situs Ratu Boko, lanjutkan bersepeda menuju Candi Barong sejauh 2,2 km. Candi yang berada di atas bukit di Dusun Candisari ini tadinya ditemukan dalam bentuk reruntuhan, sebelum kemudian dipugar pada 1987.

Diperkirakan sebagai peninggalan kerajaan Medang, candi ini dinamakan demikian karena kalamakara atau hiasan pada pintu masuknya menyerupai barongan, makhluk mistis dalam mitologi Jawa.

Dari Candi Barong, turuni bukit untuk menuju Candi Banyunibo yang berada di tepi persawahan. Keberadaannya jarang diketahui wisatawan meski lokasinya tak jauh dari kompleks Ratu Boko yang populer.

Berukuran mungil dengan tinggi 14 meter, pada bagian puncak candi ini terdapat stupa yang merupakan ciri khas candi Buddha.

Akhiri perjalananmu dengan mengunjungi Candi Ijo yang terletak 2,4 km jauhnya dari Candi Banyunibo. Lokasinya di sebuah bukit yang dikenal dengan nama Gumuk Ijo, sehingga warga setempat menyebutnya sebagai Candi Ijo.

Karena letaknya di ketinggian, kamu tak hanya bisa melihat keindahan candi, namun juga memandangi panorama sekitarnya dari ketinggian. Saat terbaik datang kemari adalah sore hari, ketika kamu bisa bersantai usai bersepeda jauh sembari menikmati pemandangan matahari terbenam.

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here