‘Gelombang Masker’, Pameran Lukisan Karya Perupa Senior Djoko Pekik

Foto: Dok. Djoko Pekik

Pandemi tak membuat pelukis senior Djoko Pekik berhenti berkarya. Ia justru menjadikan situasi tersebut untuk menciptakan karya-karya baru. Para penikmat seni dapat menikmati karyanya dalam pameran ‘Gelombang Masker’ di Bentara Budaya Yogyakarta hingga Kamis, 31 Maret 2022.

Djoko Pekik lahir di Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah pada 1937 silam. Ia melukis sejak tinggal di Yogyakarta sebagai mahasiswa Akademi Seni Rupa Indonesia (kini menjadi Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta). Tak hanya itu, ia aktif berkegiatan di Sanggar Bumi Tarung bersama sejumlah seniman kiri lainnya, seperti Amrus Natalsya, Misbach Tamrin, dan Ng Sembiring.

Foto: Dok. Djoko Pekik

Sebagai seniman yang sudah melewati tiga zaman pemerintahan Indonesia, yakni dari Orde Lama, Orde Baru, hingga Orde Reformasi, Djoko Pekik telah mengalami berbagai tantangan dan perubahan. Ia bahkan pernah menjalani proses peradilan karena mengalami ketidakadilan di Order Baru. Namun, pengalaman itu kian meneguhkan kehadirannya sebagai salah satu maestro seni lukis di Indonesia yang semangat berkaryanya tak lengkang oleh waktu.

Walau sempat vakum dari dunia rupa selama sekian waktu, ia kembali berpameran pada 1990 di Edwin’s Gallery, Jakarta Selatan, kemudian disusul oleh sejumlah pameran lainnya, termasuk ‘Zaman Edan Kesurupan’ di Galeri Nasional pada 2013.

Foto: Dok. Djoko Pekik

Tema pandemi sendiri sudah pernah ia hadirkan dalam pameran lukisan di ArtJog 2020 lalu. Kini, lewat ‘Gelombang Masker’, Djoko Pekik memamerkan karya-karya terbarunya yang menanggapi situasi pandemi Covid-19.

Bagi Djoko Pekik, pameran kali ini yang berlangsung di Bentara Budaya Yogyakarta terbilang istimewa. Pasalnya, ia pernah menggelar pameran penting di tempat yang sama setelah Orde Baru runtuh. Di pameran itu jugalah lukisannya yang berjudul ‘Berburu Celeng’ (1998) menjadi perbincangan karena terjual dengan harga mahal.

Foto: Dok. Djoko Pekik

Pameran ‘Gelombang Masker’ menandai babak baru bagi Djoko Pekik yang saat ini berusia 85 tahun. Ia melukiskan suasana hidup masyarakat yang tengah goyah di masa pandemi, namun tetap berusaha untuk terus melanjutkan hidup. Total ada 25 karya yang ditampilkan dalam pameran ini. Beberapa di antaranya termasuk ‘Gelombang Masker’ (2020) yang turut dipamerkan di ArtJog 2020, ‘Tayuban’ (2020), ‘Parangtritis’ (2020), dan ‘Potret Diri’ (2021).

Pameran ini berlangsung setiap harinya hingga 31 Maret 2022 dari pukul 10:00 hingga 19:00. Sebelum kedatangan, silakan registrasi lebih dahulu di laman ini.

 Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here