Summer Escape di Pulo Cinta

Musim panas berarti waktunya tubuh terkena air asin, telapak kaki menyentuh pasir putih nan lembut, dan rambut dimainkan oleh semilir angin laut. Inilah juga saat yang tepat untuk melarikan diri dari segala rutinitas dan merasakan cinta dari bahari Gorontalo.

0
486

Keriaan perjalanan kali ini merupakan hasil kolaborasi antara Motorola Indonesia, Bags City, dan Get Lost. Diawali kompetisi foto Summer Escape melalui Instagram, di mana peserta harus mengunggah foto bertema pantai, dari sekian banyak foto yang masuk, terpilihlah dua foto terbaik milik Yuki Anggia dan Ayunda Rachmi. Sebagai pemenang kompetisi, mereka diberangkatkan ke Pulo Cinta secara cuma-cuma untuk menikmati liburan musim panas pada 14-17 September 2017. Yuki dan Ayunda tentunya tak sendiri menikmati semuanya, karena mereka ditemani smartphone modular terbaru dari Motorola, Moto Z2 Play dan Moto Mods – smartphone yang bertransformasi menjadi sesuai yang benar-benar Anda butuhkan kapan pun Anda membutuhkannya – yang memberikan pengalaman teknologi yang inovatif selama mereka menikmati Pulo Cinta.

Udara, Darat, Laut

Perjalanan menuju Pulo Cinta sebenarnya tidak sulit, selain transportasi telah disiapkan, namun memang harus mendedikasikan lebih dari setengah hari sendiri untuk menempuh perjalanan udara, darat, dan laut. Dari Jakarta, Yuki dan Ayunda meninggalkan ibu kota sejak dini hari untuk mendarat di Bandara Jalaluddin, Gorontalo, setelah transit sejenak di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Sesungguhnya tersedia banyak pilihan menuju Gorontalo, termasuk penerbangan langsung tanpa harus transit di Makassar, seperti yang dialami kedua pemenang Summer Escape ini.

Dari Gorontalo, perjalanan dilanjutkan dengan jalan darat menuju Dermaga Boalemo melewati Jalan Trans Sulawesi yang merupakan jalan raya yang menghubungkan Manado dan Makassar. Perjalanan selama dua jam berlalu santai, walau kondisi jalan yang cukup memprihatinkan akibat kondisi aspal yang kurang baik. Tiba di dermaga yang dikhususkan untuk keberangkatan ke resor, Yuki, Ayunda, dan tim Get Lost disambut ramah oleh staf resor, selain telah menunggu sebuah kapal cepat yang siap membawa seluruh penumpang menuju vila terapung di perairan berwarna cemerlang. Bahkan dari dermaga pun sudah terlihat rangkaian vila di kejauhan.

Perjalanan laut ini hanya 20 menit dan sepanjang perjalanan, para peserta sudah tak sabar menikmati perairan yang jernih, pasir yang hangat, dan tentu saja, vila yang eksotis dan jauh dari mana-mana. Perjalanan panjang yang baru saja ditempuh seketika terlupakan karena pemandangan yang indah membuat energi kembali muncul. Pulo Cinta jelas menumbuhkan cinta sejak kali pertama melihatnya.

Vila Ramah Lingkungan

Banyak yang memuja resor ramah lingkungan ini sebagai Maldives van Gorontalo karena wujudnya yang serupa vila-vila mewah di Maldives. Paduan vila terapung di atas perairan pirus yang menawarkan privasi dan keheningan, sangatlah pas bagi mereka yang ingin rehat sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan. Setelah melalui proses check-in dan beramah-tamah dengan staf resor, peserta Summer Escape kemudian diantar menuju vila masing-masing yang akan diinapi selama tiga malam.

Resor yang mulai beroperasi di akhir 2015 ini total memiliki 15 vila terapung yang terbagi menjadi tiga tipe, yaitu vila dengan satu, dua, dan tiga kamar tidur. Untuk vila dengan satu kamar tersedia 12 unit yang maksimal dapat dihuni dua tamu. Sedangkan vila dengan dua kamar tidur untuk empat orang tersedia dua unit, dan sisa satu unit lagi adalah tipe vila tiga kamar tidur yang dapat menampung hingga enam orang. Secara keseluruhan, tidak ada pembeda dari segi fasilitas antara ketiga jenis vila tersebut, kecuali dari segi ukuran. Selebihnya setiap vila menawarkan fasilitas serupa, seperti tempat tidur ukuran King, ruang santai, teras, dek pribadi untuk menikmati pemandangan, televisi LED 40 inci dengan saluran internasional, dan koneksi Wi-Fi.

Karena berkonsep ramah lingkungan, setiap vila tidak dilengkapi pendingin ruangan. Sebagai gantinya, tersedia kipas angin di langit-langit ruangan. Namun dengan sistem sirkulasi udara yang sangat baik, serta kecenderungan hawa di sini cukup sejuk, maka para tamu tak perlu khawatir kepanasan. Nyamuk pun tak perlu dirisaukan, karena serangga ini nyaris tidak ada sehingga para tamu dapat bebas membuka pintu kamar untuk menikmati pemandangan dari dalam vila. Resor ini juga 100 persen menggunakan energi matahari untuk membantu aktivitas sehari-hari.

Tak Akan Bosan

Pulo Cinta merupakan resor yang cocok untuk berbagai tipe tamu, baik yang datang bersama pasangan maupun yang datang dalam rombongan. Bagi yang ingin bersantai menikmati suasana, duduk-duduk di dek pribadi depan vila sambil memandangi perairan tanpa batas dapat dipilih untuk mengisi hari. Tidur-tiduran di hammock depan kamar sambil membaca buku juga menyenangkan untuk dilakukan. Bagi yang ingin bermain air pun dapat langsung menceburkan diri dari beranda vila yang dilengkapi tangga ke air. Perlengkapan snorkeling pun tersedia untuk dipinjam jika dibutuhkan.

Bagi yang gemar memotret atau dipotret, sekitaran resor sangatlah Instagramable untuk diabadikan dalam kamera, seperti jalur setapak dari kayu yang menghubungkan satu bangunan dengan bangunan lainnya. Ada juga dua ayunan di pantai. Yang satu letaknya di tengah pulau yang berhadapan dengan restoran, serta hanya dapat dinaiki jika air sedang surut. Sedangkan satu ayunan lagi berada dekat vila berkamar dua, tak jauh dari dermaga. Yuki dan Ayunda pun tak ketinggalan juga mencoba ayunan tersebut sambil tentunya saling mengabadikan diri dalam foto.

Untuk memotret diri sendiri, Moto Z2 Play tentu bisa diharapkan. Dengan kamera depan 5 MP dan dual color corrected flash untuk menghasilkan foto diri yang bagus, baik di siang hari cerah maupun di malam hari yang cahayanya minim. Moto Z2 Play pun menghasilkan foto-foto lebih terang dan lebih tajam melalui kombinasi laser autofocus dan dual autofocus pixel technology. Laser autofocus merupakan generasi terbaru yang memiliki jangkauan lebih jauh hingga lima meter, sehingga bisa lebih fokus pada benda-benda yang jauh jaraknya termasuk di lingkungan yang minim cahaya.

Jelajah Pulau Sekitar

Bagi yang tak ingin terlena dengan kenyamanan vila, selalu ada aktivitas menarik yang dapat dilakukan di sekitar lokasi. Peserta Summer Escape di hari kedua mengunjungi Pulau Camar dan Pulau Botak. Island hopping ke dua pulau ini tidak membutuhkan waktu lama, yaitu cukup lima belas menit menaiki kapal cepat. Pulau Camar sendiri merupakan gusung pasir putih yang timbul ketika air laut surut, dan di pagi hari tempat ini ramai oleh kawanan camar yang beterbangan, sehingga dari situlah nama pulau ini berasal. Alam bawah laut di sini pun tak kalah menawan dengan hamparan terumbu karang yang menanti untuk dijelajahi sambil snorkeling.

Pulau berikutnya yang dikunjungi peserta Summer Escape adalah Pulau Botak yang merupakan bukit kosong tanpa pohon, walau sekarang sudah ditanami pohon. Dari atas bukit di sini, akan tersaji pemandangan dari ketinggian, termasuk perkampungan nelayan suku Bajo. Puas berfoto di Pulau Botak, perjalanan pun dilanjutkan ke kampung suku Bajo tersebut untuk melihat dari dekat kehidupan masyarakat setempat. Di sini, peserta Summer Escape juga berburu lobster segar dengan harga yang cukup bersahabat untuk menu makan malam hari itu.

Sebenarnya masih ada satu tempat lagi yang dapat dikunjungi selagi menginap di Pulo Cinta. Di hari ketiga, peserta Summer Escape diajak menuju Air Terjun Ayuhulalo di Tilamuta. Dari dermaga Pulo Cinta, perjalanan naik mobil memakan waktu 30 menit, sebelum dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati hamparan hutan dan ladang jagung. Air terjun ini masih alami tanpa pengelola, sehingga memang belum resmi sebagai tempat wisata. Disarankan untuk datang di pagi hari, terutama di akhir pekan, supaya lebih leluasa menikmati air terjun yang masih sepi pengunjung, selain matahari juga masih kondusif cahayanya untuk menghasilkan foto-foto yang bagus. Kolam mungil di bawah air terjun ini memungkinkan untuk berenang, namun tetap perhatikan keselamatan.

Di hari terakhir, peserta diberi kesempatan untuk memaksimalkan sisa waktu untuk berlama-lama menikmati sarapan di tengah latar yang memukau yang sebentar lagi akan ditinggalkan. Menjelang siang, mereka harus berkemas untuk kembali ke realita dan berharap di musim panas selanjutnya, mereka dapat berkunjung kembali ke surga tersembunyi tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here