Berkunjung ke Lokasi Syuting “Star Wars: The Last Jedi”

Di akhir 2017, hadir Star Wars: The Last Jedi yang selain menawarkan lanjutan kisah Rey yang akhirnya bertemu dengan Luke Skywalker, tapi juga mempertontonkan keelokan latar film yang terlihat surealis. Beberapa lokasi syutingnya bukanlah hasil CGI (Computer-generated Imagery), tapi keberadaannya nyata dan wisatawan dapat mengunjunginya. Di mana sajakah lokasi syuting film kedelapan Star Wars ini?

Salar de Uyuni, Bolivia

Sebagai dataran garam terbesar di dunia dengan luas mencapai 10.582 kilometer, Salar de Uyuni yang berada dekat puncak Pegunungan Andes seakan membawa setiap pengunjungnya memasuki dunia yang berbeda dari bumi. Salar de Uyuni semakin terlihat fantastis jika permukaannya tertutup air hujan yang akan membentuk cermin raksasa atau akan terlihat seperti permukaan bulan saat tidak turun hujan. Sejarah mencatat, dataran yang tertutup garam setinggi beberapa kaki ini dulunya terbentuk dari beberapa danau prasejarah yang berubah bentuk puluhan ribu tahun silam. Panorama dramatis Salar de Uyuni dimanfaatkan sutradara Rian Johnson untuk menggambarkan Planet Crait yang kaya dengan mineral merah yang berada di bawah permukaan dataran putih. Jika ingin mengunjungi Salar de Uyuni, tersedia paket tur yang biasa dimulai dari kota Uyuni dengan harga tur mulai dari 80 dolar, tapi perlu diperhatikan bahwa tidak semua tur memiliki reputasi baik dalam memberikan pelayanan, sehingga wisatawan diharapkan untuk melihat ulasan tur yang ingin digunakan jasanya.

Skellig Michael, Irlandia

Jika mengikuti seri ketujuh, Star Wars: The Force Awakens, di penghujung film digambarkan sosok Rey yang akhirnya menemukan Luke Skywalker yang mengasingkan diri di sebuah planet di antah-berantah yang bernama Ahch-to, di mana terdapat kuil Jedi yang pertama. Planet berwujud pulau di tengah lautan yang didominasi dengan bukit-bukit berbatu ini bukanlah setting buatan, namun merupakan sebuah pulau yang berada di Kerry, Irlandia dan merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Di pulau ini terdapat reruntuhan kompleks biara yang didirikan pada abad tujuh yang dibangun bagi para biarawan yang ingin menjauh dari peradaban untuk mendekatkan diri dengan Tuhan. Untuk menyeberang menuju Skellig Michael, wisatawan disarankan datang pada Mei hingga Oktober. Masyarakat Desa Portmagee, lokasi terdekat menuju pulau eksotis ini, bahkan menyiapkan paket perjalanan napak tilas Star Wars dengan kisaran harga sekitar 149 euro, sudah termasuk kaus dan jasa pemandu yang akan memaparkan kisah selama proses syuting berlangsung.

Dubrovnik, Kroasia

Kota antik ini dijuluki mutiara dari Adriatik yang tampak berkilau di bawah cemerlangnya matahari. Membujur di tepi Laut Adriatik, Dubrovnik menawarkan kehangatan khas Mediterania, kisah abad pertengahan, dan arsitektur megah bergaya Barok. Kota tua ini terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1979 dengan bangunan ikonik City Walls yang merupakan dinding abad pertengahan yang mengitari kota. Dubrovnik sebelumnya sudah dibidik serial televisi Game of Thrones untuk menggambarkan kemegahan King’s Landing, ibu kota Seven Kingdoms. Bagi penonton The Last Jedi, wajah Dubrovnik diubah menjadi Canto Bight, sebuah kota kasino berkelas layaknya Monte Carlo namun dalam balutan futuristik ala Star Wars. Dubrovnik ideal dikunjungi saat September dan Oktober, di mana temperatur tidak begitu panas karena akan memasuki musim gugur dan kawasan perairan masih terbilang hangat untuk diselami.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here