Merugi Akibat Corona, Menara London Terancam Kehilangan Prajuritnya yang Ikonis

Historic Royal Palaces mengumumkan bahwa mereka harus memberhentikan sejumlah prajurit ikonis di Menara London karena kekurangan dana.

Mulai 2020, Masuk Pulau Komodo Perlu Kartu Keanggotaan

Mulai tahun ini, Pulau Komodo hanya boleh dikunjungi oleh turis pemegang kartu keanggotaan khusus yang diterbitkan oleh Pemerintah NTT.

Kyoto Sepi, Pengunjung Bisa Puas Berwisata di Destinasi Populer 

Bila biasanya wisatawan harus mengantre dan berebut spot foto, kini mereka bisa berfoto sepuasnya di sejumlah destinasi wisata populer di Arashiyama.

Setelah Tutup Setengah Tahun, Wae Rebo Dibuka Kembali untuk Wisatawan

Kampung adat di Kabupaten Manggarai ini telah dibuka kembali sejak Minggu, 6 September 2020, untuk wisatawan domestik maupun internasional dengan menerapkan serangkaian protokol kesehatan.  

AirAsia Luncurkan Rute ke Kota Suci di India

AirAsia akan meningkatkan cakupannya di India dengan meluncurkan layanan baru dari Bangkok ke kota suci Gaya di negara bagian Bihar, timur laut India.

Ritual Melaspas di Patung Garuda Wisnu Kencana

Baru-baru ini Alam Sutera mengadakan ritual Melaspas di Taman Budaya GWK, Ungasan, Badung, Bali.

Agustus Mendatang Sri Lanka Dapat Dikunjungi Wisatawan

Negara di kawasan Asia Selatan ini siap menerima tamu asing mulai Agustus mendatang, namun pemerintah memastikan adanya panduan ketat, termasuk tes kesehatan selama masa kunjung. 

Cara Tiket.com Beri Rasa Aman di Tengah Covid-19

Memasuki masa normal baru, tiket.com meluncurkan fitur bernama tiket CLEAN untuk memudahkan penggunanya mencari akomodasi, atraksi, dan penyedia jasa yang telah memenuhi standardisasi protokol kesehatan dan kebersihan. 

Bangkitkan Pariwisata Lokal, Hanoi Luncurkan Tur Menyusuri Penjara di Malam Hari

Sebagai bagian dari kampanye pariwisata di tengah pandemi, Hanoi meluncurkan tur unik di Hoa Lo Prison yang bersejarah. 

Benarkah Rakyat Bhutan Paling Bahagia Sedunia?

Cuma Bhutan yang mengukur kesuksesan negaranya dengan kebahagiaan. Pada 1979, Raja Bhutan mengejutkan dunia ketika mengatakan, “Kami tidak percaya akan Produk Nasional Bruto. Kebahagiaan nasional lebih penting buat kami.”
KEEP ME UPDATED