Pameran Seni Keramik Black Symptoms Kedua Hadir di Bentara Budaya Yogyakarta

Foto: Instagram @wid.balada

Tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang seni keramik dan melihat beragam bentuk karyanya? Bila sedang berada di Kota Gudeg, cobalah mampir ke Bentara Budaya Yogyakarta.

Saat ini, lembaga budaya yang beralamatkan di Jalan Suroto, Kotabaru tersebut tengah menjadi tempat berlangsungnya pameran seni keramik persembahan Citrus Studio. Bertajuk Black Symptoms #2: Aksi Reaksi, pameran ini dapat dinikmati hingga Selasa, 14 Maret 2023 mulai pukul 10:00 hingga 21:00.

Citrus Studio adalah kelompok seni atau kolektif yang sudah ada sejak 2021 dan banyak berkecimpung dalam dunia seni keramik maupun turunannya. Black Symptoms #2 sendiri merupakan lanjutan dari pameran perdana Black Symptoms di WAE Art Space, Bantul.

Foto: Instagram @sonora_yogyakarta

Saat itu, pameran tersebut mengangkat tema pembakaran reduksi yang lebih umum. Tahun ini, Black Symptoms mengangkat tema Aksi Reaksi untuk membicarakan proses reaksi yang terjadi di dalam pembuatan keramik, khususnya saat pembakaran.

Proses pembakaran ini merupakan inti dari pembuatan keramik. Tanpa pembakaran, tanah liat tak akan mengalami perubahan fisik dan kimiawi menjadi keramik yang keras dan padat.

Total ada 17 seniman keramik yang berpartisipasi dalam pameran bertajuk Black Symptoms #2: Aksi Reaksi. Sebagian di antara mereka merupakan anggota Citrus Studio, sementara yang lain adalah seniman undangan.

Foto: Instagram @tomomiyokosuka

Seniman anggota Citrus Studio antara lain Abdul J Nugroho, Imantopo Dipo, Wahyu D.R, Sinta Dewi A, Nabila Rahma, Rd. M. Taufik Hidayat, dan Roihan Ahmad M.P.

Sementara seniman undangan adalah Iftikhar Rajwi dari Bandung, Antin Sambodo dan Evy Yonathan dari Jakarta, serta Noor Sudiyati, Endang Lestari, Apri Susanto, Dyah Retno, Muhammad Alhaq, Dwi Fajarintaka, dan Gumelar Wahyu Aji dari Yogyakarta.

Masing-masing seniman menampilkan beragam perspektif dalam merespons tema, sembari tetap menampilkan bentuk maupun ciri khasnya masing-masing. Hal ini tentuk memberikan warna tersendiri dalam pameran Black Symptoms #2 ini.

Selain menghadirkan pameran seni keramik, Black Symptoms #2: Aksi Reaksi juga menyuguhkan serangkaian acara menarik. Di hari pembukaannya pada 8 Maret, acara diramaikan oleh pertunjukan musik dan pembacaan musik.

Foto: Instagram @wid.balada

Pada akhir pekan ini, tepatnya Minggu, 12 Maret, ada workshop dengan materi percobaan pembakaran raku. Sebagai informasi, pembakaran raku merupakan salah satu metode pembakaran yang berasal dari Jepang.

Teknik satu ini dapat menghasilkan efek artistik pada badan keramik yang berasal dari proses pembakaran reduksi. Untuk membuat keramik dengan teknik ini, tanah liat dibakar terlebih dahulu dalam suhu tinggi, lalu diglasir dan dibakar langsung secara cepat dalam waktu 30-60 menit.

Dalam keadaan masih merah membara, keramik tersebut dikeluarkan dan langsung dibenamkan dalam tumpukan jerami, kertas, serbuk gergaji, dan daun-daun kering, sehingga terjadi perubahan suhu secara tiba-tiba dari panas ke dingin. Efek retakan pada glasir itulah yang memberi keindahan warna keramik.

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here