Awaken, Pameran Lukisan Cat Air Persembahan Galeri Nasional Indonesia

'Spirit' karya Lukman Gimen (Foto: Dok. Galeri Nasional Indonesia)

Meski sedang pandemi, Galeri Nasional Indonesia (GNI) kerap menggelar pameran temporer di laman daring galnasonline.id. Dengan demikian, para penikmat seni di seluruh Indonesia pun dapat tetap ‘berkunjung’ ke pameran, meski hanya secara virtual.

Salah satunya yang terbaru adalah pameran internasional bertajuk Awaken yang merupakan hasil kolaborasi GNI dengan Komunitas Lukis Cat Air Indonesia (KOLCAI). Sebanyak 161 lukisan dari 161 pelukis ditampilkan dalam pameran ini.

‘Bangkit Nak!’ karya Arief Setiawan (Foto: Dok. Galeri Nasional Indonesia)

Dari total 161 pelukis tersebut, 26 di antaranya adalah pelukis undangan dari Indonesia, 41 dari luar negeri, 19 dari perwakilan KOLCAI yang ada di Indonesia, dan sisanya merupakan hasil seleksi open call.

Menurut Candra Martoyo, Ketua Umum KOLCAI 2017-2021, pameran Awaken dapat menjadi mimpi sekaligus momentum agar Komunitas Lukis Cat Air Indonesia semakin dikenal dunia. Terlebih, pameran tersebut berhasil menggandeng seniman dari 20 negara selain Indonesia.

‘The Poetry of The Fall’ karya Veneta Docheva (Foto: Dok. Galeri Nasional Indonesia)

Sementara itu, Kepala GNI Pustanto berharap pameran ini dapat terus memantik semangat berkarya para pelukis cat air. Meski tak dipamerkan secara luring, publik dapat tetap mengakses pameran tersebut secara daring sehingga dapat menikmati hasil karya para pelukis tanpa dibatasi oleh waktu dan jarak.

Tema Awaken sendiri sengaja dipilih untuk menggambarkan situasi kejiwaan agar bisa bangkit. “Bangkit dari apa? Bolehlah itu berupa bangkit dari keterpurukan, bangkit dari pemahaman yang keliru, bangkit dari kebiasaan yang melumpuhkan, bangkit dengan cara pandang yang baru, dan seterusnya,” kata Efix Mulyadi selaku kurator pameran.

‘Back to Village’ karya Min Yin Than (Foto: Dok. Galeri Nasional Indonesia)

“Secara singkat, tujuan pameran ini adalah untuk menggugah semangat dan kemampuan agar dapat bangkit, berjuang tanpa mengandalkan kekerasan, namun tetap jujur dan rendah hati,” imbuhnya.

Beberapa karya yang memikat dalam pameran ini antara lain ‘Spirit’ karya Lukman Gimen dengan berbagai fondasi yang coba ditopang di tengah lika-likunya masa sulit pandemi, ‘Bangkit Nak’ karya Arief Setiawan yang mengajak kita untuk tak berputus asa dari keterpurukan, dan ‘Welcome to the new Age…’ karya Djoko Harijanto yang menunjukkan semangat belajar di era normal baru meski hanya secara daring.

‘The Atrium’ karya Anak Agung Wira Suputra (Foto: Dok. Galeri Nasional Indonesia)

Untuk melihat seluruh karya dalam pameran ini, silakan kunjungi awakengalnas.online/portfolio.

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here