Tips Menaklukkan Tanjakan Saat Bersepeda

Bersepeda adalah olahraga paling mudah dilakukan setelah berlari. Tak hanya menyehatkan, bersepeda juga menjadi alternatif yang menyenangkan untuk menikmati udara pagi yang segar.

Setelah beberapa saat terbiasa dengan trek lurus di jalan beraspal, biasanya sifat manusia yang tak pernah puas akan menantang diri mereka sendiri untuk menjajal trek menanjak.

Tanjakan Menantang

Untuk pemula yang baru coba-coba bersepeda di tanjakan dan turunan cukup terjal, trek UI Bike Park di kawasan hutan Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat bisa dijadikan pilihan.

Bersepeda di sini memiliki dua pilihan, yaitu jalur pendek sejauh empat kilometer atau jalur panjang sejauh sembilan kilometer. Sepanjang trek, pesepeda akan melalui hutan akasia dan menyeberangi tiga danau dengan meniti jembatan yang terentang di antara dua batang pohon kecil.

Bila ingin “naik kelas” lagi karena merasa skill dan mental sudah siap, arahkan sepeda ke trek Gunung Halimun yang terletak di antara Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Lebak. Perjalanan dapat dimulai dari Desa Cigorowong, Kabupaten Lebak dengan trek menanjak hingga ketinggian 1.400 mdpl, yang kemudian menurun hingga di Desa Cisangku, Kabupaten Bogor.

Sepanjang jalan, pesepeda akan melewati Perkebunan Teh Nirmala dan area hutan yang sejuk dan rindang. Trek di Gunung Halimun ini terbilang ekstrem, karena untuk menyelesaikannya dibutuhkan waktu setidaknya dua hari.

Sebelum Menanjak

Di mana pun bersepeda, bila memutuskan untuk menjajal tanjakan, dibutuhkan keahlian khusus seperti berikut ini.

  • Kunci suspensi roda depan

Ketika jalan mulai menanjak, kunci suspensi roda depan agar tidak naik turun, selain untuk menjaga keseimbangan ketika mengayuh dengan posisi berdiri.

Untuk sepeda yang tak memiliki sistem kunci di suspensi, jangan mengayuh sambil berdiri. Ini memang melelahkan, namun dengan tetap duduk di sadel, keseimbangan akan tetap terjaga dan meminimalisir risiko jatuh.

  • Pindah transmisi

Pindahkan gear bagian depan (front derailleur) ke gear yang paling kecil dan gear bagian belakang (rear derailleur) ke gear yang paling besar. Hal ini akan meringankan kayuh pedal ketika menanjak, walau laju sepeda akan melambat.

  • Atur ketinggian sadel

Sadel juga memiliki peran penting ketika hendak menanjak karena hal ini berpengaruh kepada ukuran kaki pesepeda. Posisi kaki haruslah hampir lurus ketika pedal berada di posisi bawah agar tenaga tidak terbuang percuma.

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here