Pertama Kali Naik Gunung? Ini 9 Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Setelah berminggu-minggu diam di rumah, mendaki gunung sembari menghirup udara segar dan menikmati pemandangan alam merupakan salah satu aktivitas yang dinantikan banyak orang. Apalagi, pemerintah telah membuka sejumlah jalur pendakian gunung-gunung di Indonesia, meski dengan sejumlah aturan baru, seperti wajib mengenakan masker, serta membawa hand sanitizer dan alat makan sendiri.

Bagi yang baru pertama kali mendaki, berikut beberapa kesalahan umum yang harus Anda hindari.

1. Tidak melakukan persiapan fisik

Banyak pemula yang melewatkan persiapan fisik sebelum mendaki. Padahal hal ini penting untuk menjaga stamina, karena di gunung, suhu dan tekanan oksigen akan jauh berbeda. Tak hanya itu, medannya yang beragam juga menjadi tantangan yang harus dilalui. Selain berolahraga secara rutin setidaknya sebulan sebelum mendaki, jangan langsung memulai pendakian yang ekstrem. Mulailah dari pendakian yang membutuhkan waktu dua jam atau kurang. Bila sudah siap dan menginginkan tantangan baru, barulah perlahan memulai pendakian yang lebih sulit.

2. Mendaki sendirian

Mendaki bersama rombongan atau beberapa teman pendaki berpengalaman tak hanya menyenangkan, namun juga lebih aman. Bila kaki terkilir, misalnya, ada orang lain yang bisa menolong Anda. Pendaki pemula juga bisa belajar banyak dari yang sudah berpengalaman, misalnya dalam hal mendirikan tenda. Sebelum mendaki, pastikan juga untuk menghubungi orang terdekat atau keluarga sehingga mereka mengetahui keberadaan Anda dan tahu kira-kira kapan Anda pulang.

3. Mengemas barang secara berlebihan

Untuk pendakian selama sehari, Anda hanya membutuhkan barang-barang penting, seperti air, makanan, obat-obatan pribadi, sleeping bag, pisau, pakaian ganti, dan jaket waterproof. Barang yang memberatkan Anda akan membuat hiking lebih melelahkan. Perkirakan juga jumlah air yang dibutuhkan, yakni sekitar setengah liter untuk setiap jamnya, atau bisa lebih bila berkeringat banyak atau cuaca sangat terik.

4. Tidak mengenakan sepatu gunung

Alas kaki yang tepat akan memudahkan pendakian dan membuat kaki pun terasa lebih nyaman. Pilihlah ukuran sepatu yang sedikit lebih besar agar jari kaki tak tertekan saat pendakian. Cek juga leher sepatu, cari yang berbahan lembut dan melindungi bagian atas tumit. Untuk sol sepatu, pilih yang berbahan karet atau sintetis agar tidak mudah terpeleset, dan pilih yang berceruk tajam dan bagian punggung sol tinggi agar kaki dapat menapak dengan mantap saat melewati medan berbatu.

5. Menggunakan ponsel untuk petunjuk arah

Sinyal seluler biasanya tak sampai pegunungan, dan perangkat elektronik seperti ponsel mudah kehabisan baterai bila dipakai terus-menerus. Sebagai gantinya, gunakan alat seperti inReach Mini yang dapat mengirim pesan satelit jika mendapat masalah saat pendakian.

6. Tak berinvestasi untuk peralatan berkualitas

Untuk hiking, investasi paling penting adalah kaus kaki, sepatu, dan ransel. Bila ada uang lebih, Anda bisa perlahan-lahan membeli peralatan lain, seperti kantong botol air yang mudah diakses. Bila berniat berkemah, tambahkan sleeping bagsleeping pad, dan tenda dalam daftar barang yang mesti dibeli atau dipinjam sebelum mendaki. Tak ada salahnya juga untuk meminta saran kepada pendaki berpengalaman lainnya sebelum membeli peralatan yang tepat.

7. Tidak mencoba peralatan yang telah dibeli sebelum mendaki

Jangan menunggu hingga tiba di lokasi untuk menjajal mendirikan tenda, atau mencoba kompor portabel yang baru dibeli. Pastikan semua peralatan mendaki telah dicoba dan dapat bekerja dengan baik sebelum mendaki.

8. Tidak melakukan riset dengan baik

Ketahui bahaya apa yang akan dihadapi saat mendaki, dan cara menghadapinya. Cari tahu bentuk tanaman beracun yang mungkin ditemui saat jalur pendakian, sehingga Anda bisa menghindarinya. Cari tahu juga satwa liar yang menghuni gunung yang didaki, dan persiapkan diri untuk menghadapinya. Misalnya, menutup bagian kulit yang terbuka untuk menghindari gigitan lintah, atau tidak membuang sisa makanan di luar atau dekat tenda untuk menghindari anjing hutan.

9. Tak puas hanya meninggalkan jejak kaki

Terakhir, jangan meninggalkan apa pun selain jejak kaki. Buanglah sampah di tempat yang sudah disediakan, atau bila tidak ada, siapkan sendiri plastik untuk menampung sampah, lalu bawa turun sampah setelah selesai mendaki. Jangan menebang pohon atau tumbuh-tumbuhan dengan alasan apa pun. Jangan memetik bunga secantik apa pun itu. Jangan pula melakukan vandalisme. Apa pun yang ingin Anda lakukan, bayangkan dulu bila ada ribuan orang lain melakukan hal yang sama, dan pikirkan dampaknya terhadap tempat tersebut.

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here