Ikuti Cara Ini Agar Liburan Lebih Ramah Lingkungan!

0
1880

Jika ada sesuatu yang diperoleh dari pandemi Covid-19, kesadaran bahwa pariwisata membawa dampak buruk bagi lingkungan adalah salah satunya. Tidak dapat dipungkiri, sejak orang-orang berhenti melakukan perjalanan wisata, kualitas udara di berbagai destinasi wisata populer telah mengalami peningkatan. Hewan-hewan yang biasa tidak terlihat di taman-taman nasional juga mulai kembali menampakkan diri dengan tidak adanya wisatawan. Gaya liburan serbacepat yang selama ini dilakukan sangat merusak lingkungan dan tidak mendukung praktik hidup berkelanjutan.

Salah satu bahaya yang dihadapi ketika pembatasan perjalanan dicabut adalah kembalinya kebiasaan yang buruk tersebut. Saat ini, kita diberi kesempatan untuk berhenti sejenak dan berpikir soal apa yang dapat dilakukan untuk merencanakan perjalanan yang lebih ramah lingkungan. Tidak perlu khawatir, hal ini bukan berarti Anda tidak bisa lagi menikmati tempat-tempat baru dan merasakan petualangan yang seru. Coba ikuti beberapa cara ini untuk melakukan perjalanan tanpa merusak bumi!

  • Pilih Liburan Staycation

Saat ini, pilihan perjalanan kita cukup terbatas karena adanya pandemi Covid-19. Dalam waktu-waktu dekat ini, liburan mungkin harus dilakukan di dalam kota dengan mengusung konsep staycation. Tapi, mengapa kita tidak melakukannya lebih sering bahkan setelah perbatasan negara-negara dibuka kembali?

Apakah Anda sudah menjelajahi tiap-tiap destinasi wisata di kota sendiri? Kemungkinan besar jawabannya adalah belum. Padahal, pasti ada banyak tempat yang menarik untuk dikunjungi. Ketika keadaan sudah aman, Anda dapat menjelajahi daerah-daerah ini seperti seorang turis yang berkunjung ke kota. Dapat dipastikan, Anda akan menemukan hal-hal yang baru dan menarik untuk dinikmati. Tanpa perlu melakukan perjalanan panjang dengan kapal atau pesawat, Anda dapat merasakan pengalaman liburan yang seru.

  • Hindari Liburan Serbacepat

Saat bisa kembali melakukan perjalanan internasional, cobalah untuk menghindari liburan yang serbacepat. Jangan membuat liburan menjadi sebuah kompetisi untuk melakukan sebanyak mungkin perjalanan. Apalagi jika hanya untuk dipamerkan di media sosial. Liburan akan lebih berarti bila kita berhenti sejenak dan menikmati potensi penuhnya.

Ada banyak hal yang dapat dilihat dan dilakukan dalam satu kota. Oleh karena itu, kita sebaiknya tinggal selama beberapa hari untuk merasakan pengalaman penuh yang ditawarkan kota tersebut. Gunakan transportasi lokal yang bisa jadi cukup unik di beberapa tempat. Kunjungi berbagai destinasi wisata, dari yang populer hingga yang baru Anda dengar. Tidak ada salahnya juga untuk bergaul dengan warga lokal dan meminta panduan liburan di sana. Jika memungkinkan, Anda juga dapat menyewa sepeda sehingga pesona kota tersebut benar-benar dapat dirasakan.

  • Belanja di Toko-toko Lokal

Membeli barang dan makanan dari toko-toko lokal dapat membantu memberikan dampak positif bagi lingkungan. Masyarakat setempat biasanya lebih memerhatikan keberlanjutan lingkungan dalam praktik bisnisnya dibandingkan dengan perusahaan besar. Selain itu, membeli produk lokal juga berarti Anda sudah membantu mengurangi emisi bahan bakar yang digunakan untuk pengirimannya berkat jaraknya yang dekat. Dengan membeli produk lokal, Anda juga membantu meningkatkan perekonomian kota tersebut.

  • Kurangi Perjalanan Udara

Penerbangan merupakan penyumbang pertumbuhan emisi gas rumah kaca terbesar. Jejak karbon yang ditinggalkannya sangat besar, bahkan satu penerbangan jarak jauh setara dengan berkendara selama setahun. Padahal, saat ini merupakan masa yang kritis untuk mengurangi emisi gas rumah kaca demi mencegah perubahan iklim lebih lanjut. Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan mengurangi perjalanan udara.

Hal ini bukan berarti kita tidak bisa lagi berlibur ke tempat yang jauh. Anda hanya perlu mencari transportasi alternatif untuk mencapainya. Misalnya dengan menggunakan mobil, kapal, atau kereta. Penggunaan transportasi alternatif ini mungkin akan memakan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pesawat. Tapi coba lihatlah hal ini sebagai petualangan baru yang akan membawa Anda ke tempat-tempat yang belum pernah Anda kunjungi.

Teks: Levana Florentia | Editor: Melinda Yuliani

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here