Pameran Tunggal ‘Mahendra Yasa: Marga Abstrak’, Eksplorasi Seni Lukis Abstrak yang Kontroversial

Foto: Dok. Srisasanti Syndicate

Srisasanti Gallery tengah menggelar pameran ‘Mahendra Yasa: Marga Abstrak’ di Tirtodipuran Link Building B, Jl. Tirtodipuran No. 26, Yogyakarta. Pameran tunggal ini menghadirkan 14 karya lukis terbaru dari seorang seniman Bali, Gede Mahendra Yasa.

Gede Mahendra Yasa adalah seorang seniman yang terkenal karena fokusnya pada eksplorasi ide-ide di balik dunia kanvas dan lukisan. Dengan bekerja melalui garis, tekstur, dan komposisi, ia berhasil menciptakan karya-karya lukisan abstrak yang menggugah dan memancing berbagai reaksi dan tanggapan dari audiensnya.

Foto: Dok. Srisasanti Syndicate

Pameran tunggal ‘Mahendra Yasa: Marga Abstrak’ ini menjadi sebuah panggung bagi Mahendra Yasa untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang seni lukis abstrak dan membawa audiensnya dalam perjalanan visual yang unik dan mengesankan.

Kontroversial dan Berkonflik

Karya-karya Mahendra Yasa selalu mencuri perhatian karena sifatnya yang kontroversial dan berkonflik. Lukisan-lukisannya mengajak audiens untuk merenung dan meragukan makna yang tersembunyi di balik setiap goresan kuasnya.

Foto: Dok. Srisasanti Syndicate

Dalam pameran ‘Mahendra Yasa: Marga Abstrak’, Mahendra Yasa mengambil langkah lebih jauh dengan mengeksplorasi konsep bahwa lukisan bukan hanya sekadar representasi dari gambaran visual, tetapi gambaran tersebut sekaligus juga merupakan representasi dari sebuah lukisan itu sendiri.

Dengan karya-karya abstrak yang penuh dengan tekstur, rasio intens, dan guratan-guratan yang tidak kasat mata, Mahendra Yasa mencoba membuka pandangan audiens untuk melihat seni dari perspektif yang berbeda. Ia mengajak audiens  untuk melepaskan diri dari batasan pemahaman tradisional dan membuka pikiran untuk menerima pengalaman seni yang berbeda dari yang biasa ditemui.

Foto: Dok. Srisasanti Syndicate

Eksperimen Material

Salah satu aspek menarik dari pameran ini adalah ketertarikan Mahendra Yasa pada material sebagai elemen utama dalam karyanya. Seperti seorang peneliti yang berkelana di laboratorium, Mahendra Yasa terus-menerus bereksperimen dengan material-material yang ia gunakan untuk menciptakan karya-karyanya.

Ia mencari material yang ideal untuk menyampaikan pesan dan menghadirkan sejarah serta konteks melalui karya-karya non-naratifnya, seperti lukisan abstrak. Kegiatan eksplorasi dan percobaan terhadap material ini membuat setiap karya yang dihasilkan memiliki nuansa dan pesan yang berbeda, menghadirkan sensasi dan pengalaman visual yang unik bagi audiens.

Foto: Dok. Srisasanti Syndicate

Pameran ‘Mahendra Yasa: Marga Abstrak’ dapat dinikmati hingga 30 Juli 2023 di Tirtodipuran Link Building B. Jam operasional pukul 12:00 hingga 19:00 untuk Senin-Jumat, dan pukul 12:00 hingga 20:00 untuk Sabtu dan Minggu. Registrasi kunjungan bisa melalui tautan yang ada di bio akun @srisasantigallery. Harga tiket masuk Rp30 ribu (gratis untuk anak usia di bawah 5 tahun).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here