Menyelami Surga Bawah Laut Pulau Mapur, Bintan

Foto: Instagram @tian_gz

Saking banyaknya pulau di Indonesia, tak mudah untuk menentukan pulau mana yang cocok untuk menjadi destinasi liburan selanjutnya. Bila yang dicari adalah wisata bahari dengan fasilitas yang memadai, Pulau Bintan di Kepulauan Riau dapat menjadi pilihanmu.

Pulau yang terletak dekat Singapura ini sebenarnya lebih populer di kalangan wisatawan asing. Banyak yang kemari untuk sekadar menikmati bermalam di deretan akomodasi mewahnya ataupun bermain golf di lapangannya yang berstandar internasional.

Foto: Instagram @msholihinn

Namun, pulau ini juga cocok dikunjungi untuk wisata bahari. Selain menikmati indahnya pantai di daratan utamanya, kamu juga dapat melakukan island hopping ke pulau-pulau mungil di sekitarnya. Sebut saja Pulau Mapur yang terletak sekitar 16 km di timur Pulau Bintan.

Pulau terbesar di lepas laut Bintan ini secara administratif termasuk dalam wilayah Kelurahan Mapur, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Menghadap langsung ke Laut Cina Selatan, kamu bisa mencapai Pulau Mapur dengan naik speedboat selama 40 menit dari Dermaga Teluk Bakau.

Foto: Instagram @tian_gz

Setibanya di sini, kamu bisa melihat deretan pantai yang masih alami dengan hamparan pasir putih maupun perairan pirus nan jernih. Beberapa pantainya juga menyuguhkan formasi bebatuan ikonik yang cocok untuk latar foto. Namun tentu saja, tak lengkap datang kemari tanpa menyelami taman lautnya yang indah bukan?

Tak seperti sejumlah destinasi menyelam lainnya, Pulau Mapur terbilang sepi turis dan tak banyak diketahui oleh banyak penyelam. Namun, dengan hamparan terumbu karang yang sehat dan nudibranch yang berwarna-warni, pulau ini merupakan tujuan menyelam yang populer untuk wisatawan asing yang melakukan liveabord dari Singapura.

Selain nudibranch, kamu bisa menjumpai sweetlips, bumphead parrotfish, trevally, karang meja yang besar, dan masih banyak lagi. Bila beruntung, kamu bisa melihat hiu paus (whale shark) yang melintas di sini!

Daya tarik lainnya dari penyelaman di kawasan ini adalah kamu bisa melihat sisa-sisa kapal Igara yang teronggok di dasar lautnya. Kapal yang tenggelam pada 1973 ini merupakan kapal kargo curah milik Italia yang menabrak batu tak bertanda di lepas pantai Indonesia, setahun setelah ia beroperasi.

Foto: Dok. Nautica Diving

Beberapa bagian dari kapal tersebut kini berada di kedalaman 14-41 meter dan kerap dilewati ikan-ikan karang, barakuda, kerapu, kakap, bathfish, dan bahkan nurse shark (hiu perawat). Karena arusnya cukup kuat dan letaknya yang dalam, spot ini lebih cocok untuk penyelam berpengalaman.

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here