Menikmati Panorama Gunung Penanggungan dari Puthuk Siwur

Foto: Instagram @rikihadiansa

Lagi pengin camping di gunung tapi enggan mendaki jauh? Kalau kamu sedang berada di Jawa Timur, Puthuk Siwur bisa kamu pilih sebagai alternatif nih!

Terletak di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Puthuk Siwur yang puncaknya di ketinggian 1.492 mdpl memang tak setinggi puncak-puncak lain di kawasan itu, seperti Arjuno-Welirang. Namun, hal ini berarti medan pendakiannya relatif lebih mudah, terutama untuk pemula, dengan jalur tanah bercampur batu.

Foto: Instagram @amir_zainuddinn

Untuk memulai pendakian, kamu bisa mengawalinya dari pos pendakian Puthuk Siwur di Jalan Mustofa Kamal Pasa, Dusun Mligi. Agar tak tersesat, gunakan Google Maps untuk mengarahkan kendaraan kemari atau bisa juga menanyakan ke warga setempat.

Sesampainya di pos pendakian, kamu bisa melakukan registrasi terlebih dahulu sebesar Rp15 ribu per orang. Bila membawa motor, kamu cukup membayar biaya parkir sebesar Rp5 ribu.

Dok. Google Maps/Fario RF

Sebelum mulai mendaki, jangan lupa menyiapkan logistik, terutama air. Pasalnya, sepanjang jalur pendakian tak akan menjumpai mata air. Karena itu, pastikan membawa air yang cukup, baik untuk minum maupun masak.

Medan yang dijumpai di awal pendakian adalah jalan setapak yang cukup landai melalui hutan pinus. Di tengah hutan pinus ini kamu juga akan menemui area spot foto yang sengaja disiapkan pengelola untuk pendaki yang ingin mengabadikan momen.

Foto: Instagram @mantha_tha

Dari situ, jalurnya dilanjutkan menembus rimbunnya hutan pinus dan melewati camping ground pertama, sebelum medannya berubah menjadi area terbuka dengan hamparan ilalang dan perdu.

Treknya pun mulai menanjak melalui punggungan bukit hingga tiba di Pos 2. Setelah itu, medannya kembali memasuki hutan dengan jalur yang terus menanjak, hingga tiba di puncak Puthuk Siwur.

Foto: Instagram @ferryilham.s

Area puncaknya lapang, sehingga cocok untuk tempat berkemah. Pemandangannya pun menawan, dengan panorama Gunung Penanggungan, kota Mojokerto, maupun puncak Gunung Welirang yang terlihat jelas.

Di malam hari, kamu bisa memandangi lampu-lampu kota Mojokerto sembari mengisi perut untuk mengusir hawa dingin. Keesokan paginya, pastikan bangun lebih awal untuk menyaksikan indahnya matahari terbit. Jangan lupa bawa kamera untuk mengabadikan keindahannya!

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here