Akhir Pekan, Yuk Bersepeda Santai Menyusuri Menteng dan Cikini

Berencana melewatkan liburan akhir pekan dengan bersepeda di Jakarta? Salah satu lokasi gowes yang asyik untuk disusuri adalah Menteng dan Cikini. Terletak berdekatan, keduanya bisa dijelajahi sekaligus sambil bersepeda santai, terutama pagi-pagi sekali saat lalu-lalang kendaraan tak sepadat biasanya.

Menteng masih merupakan kawasan terhijau di Jakarta karena didominasi hunian sejak 1900-an – bukan kawasan bisnis dan tidak ada gedung pencakar langit di sini. Hal ini ditambah keberadaan sejumlah taman yang membuat suasananya semakin asri, seperti Taman Menteng, Taman Suropati dan Taman Situ Lembang yang letaknya saling berdekatan.

Foto: Dok. Google Maps/Raynardthan Pontoh

Merupakan kawasan pertama yang dipilih para taipan Jakarta sebagai lokasi hunian mereka, beberapa rumah megah pun masih dapat dinikmati di sini, seperti Kunstkring yang telah diambil alih oleh Grup Tugu Hotel, kemudian dibuka untuk umum sebagai restoran dan galeri yang menawan.

Tak jauh dari situ, terdapat Masjid Cut Meutia yang merupakan bekas perkantoran dengan berhiaskan kaca-kaca patri yang indah. Karena awalnya tidak dirancang untuk masjid, arah kiblatnya pun tidak pas dan hal ini menjadi pesona tersendiri.

Dari Masjid Cut Meutia, tinggal bersepeda beberapa ratus meter akan tiba di Cikini. Tak seperti Menteng, tak banyak lagi bangunan dari era 1910 di sini. Bangunan-bangunan tua tetap ada, namun dari era sesudahnya, seperti deretan rumah yang kini digunakan sebagai kedai kopi Bakoel Koffie dan Kedai Tjikini.

Bakoel Koffie adalah distributor kopi sejak 1900-an dan logo wanita berkebaya yang membawa tampah di atas kepala merupakan penghargaan kepada para pemetik kopi di zaman itu. Menu yang tak boleh dilewatkan di sini tentu aneka kopinya, selain sejumlah makanan berat khas Asia dan Barat.

Foto: Instagram @p_adhita

Sementara Kedai Tjikini, walau usianya tak setua Bakoel Koffie, namun menawarkan konsep vintage dengan suasana yang homey agar tamunya betah berlama-lama di sini. Menu kopi khasnya adalah Kopi House Blend Tjikini yang merupakan paduan kopi arabika dan robusta lokal.

Terus bersepeda ke arah Jalan Raden Saleh, akan tampak lebih banyak lagi bangunan tua, namun dengan fungsi yang tidak lagi sama seperti sebelumnya. Warunk Upnormal, misalnya, menempati bekas rumah pemilik perkebunan teh maupun Oasis Restaurant yang pernah berjaya di masanya.

Tak jauh dari situ, terdapat Rumah Sakit Cikini yang ternyata di dalamnya terdapat bekas rumah Raden Saleh yang kini digunakan sebagai kantor rumah sakit. Saking kaya rayanya, konon rumah Raden Saleh terhampar hingga ke Jalan Cikini Raya dan yang sekarang merupakan Taman Ismail Marzuki konon merupakan kebun binatang miliknya.

Dari Cikini, kamu bisa melanjutkan bersepeda kembali ke kawasan Menteng, atau ke destinasi lain di sekitarnya. Opsi lainnya, kamu bisa mengitari taman-taman yang ada di Menteng, atau menuju Monas dan melewatkan waktu dengan bersepeda di sana.

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here