3 Lokasi Terbaik untuk Menanti Matahari Terbenam di Kulon Progo

Bila tak puas hanya menikmati matahari terbit, Kulon Progo juga menawarkan beberapa tempat terbaik untuk menyaksikan mentari yang perlahan-lahan terbenam dan menyisakan semburat cahaya jingga kemerahan yang indah di langit. Berikut tiga lokasi terbaiknya.

1. Pantai Glagah

Pantai Glagah merupakan pantai terpopuler sekaligus pantai terbaik di Kulon Progo untuk menikmati pemandangan matahari terbenam. Ombak di sini besar, sehingga di sepanjang pantainya dibentengi pemecah ombak. Lokasinya sendiri sekitar 40 kilometer ke arah barat dari Yogyakarta, atau dua kilometer dari jalan utama lintas selatan.

Meski pengunjung tak dapat berenang di sini, namun banyak sederet aktivitas menarik yang ditawarkan pantai ini. Selain tersedia kendaraan all-terrain vehicle (ATV) untuk melewatkan waktu, terdapat pula kano di sekitar hutan bakau yang mengelilingi wilayah ini. Bila tetap ingin berendam pun, pantai ini memiliki laguna cukup luas yang berair tenang bagi yang ingin bermain air dengan aman.

2. Waduk Sermo

Berada di tengah-tengah perbukitan Menoreh, Waduk Sermo yang membendung Sungai Ngrancah ini tadinya merupakan lahan seluas 157 hektar bekas pemukiman penduduk. Kini, waduk tersebut menjadi salah satu atraksi wisata terbaik di Kulon Progo untuk menikmati alam.

Ada dua cara untuk menjelajahi keindahan Waduk Sermo. Pengunjung dapat naik perahu motor sewaaan untuk menyusuri setiap lekukan yang dibingkai hutan, atau sekadar duduk-duduk santai di tepiannya sembari menanti senja, ketika matahari yang terbenam di balik perbukitan menyisakan semburat oranye di langit yang tercermin pada air waduk yang tenang. Meski dilarang berenang, Anda bisa memancing ikan nila, tawes, dan tombro di sejumlah tempat.

3. Kalibiru

Desa Wisata Kalibiru berada di atas Waduk Sermo. Berada pada ketinggian 450 meter di atas laut, desa ini menyajikan pemandangan Waduk Sermo, dan apabila cuaca sedang cerah, Pantai Glagah juga dapat terlihat dari sini.

Cara terbaik untuk menyaksikan keindahan alam di sini adalah dengan duduk di dek yang disediakan (harus dalam pengawasan petugas) dengan biaya mulai Rp10.000 hingga Rp35.000 per orang per spot foto. Bila sedang ramai, pengunjung harus bergantian menikmati pemandangan dari dek dengan pengunjung lain. Di sini juga tersedia beragam aktivitas menantang, seperti flying fox dan downhill track seharga mulai Rp35.000 per orang.

Untuk mencapai desa ini dibutuhkan dua jam berkendara dari pusat kota Yogyakarta. Bila tujuan utama ke sini untuk menikmati sunset, disarankan untuk menginap agar tidak terburu-buru kembali ke kota, berhubung di desa wisata ini juga telah tersedia akomodasi sederhana seharga mulai Rp125.000 per malam. Karena telah dikelola serius oleh masyarakat, kesan yang didapat dari desa ini adalah bersih, selain tempat sampah pun mudah ditemukan.

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here