Yuk Uji Nyali dengan 5 Aktivitas yang Memicu Adrenalin di Yogyakarta

Selain sejarah dan budayanya, Daerah Istimewa Yogyakarta menawarkan gua, gunung, air terjun, sungai, hingga laut, yang tak hanya indah untuk dinikmati, namun juga siap memberikan pengalaman yang berbeda saat menjelajahinya dengan berbagai aktivitas yang menantang. Berikut adalah beberapa di antaranya yang wajib dicoba saat berkunjung ke sana.

  • Caving di Gua Jomblang

Caving di Jomblang menggunakan peralatan khusus berstandar internasional dan harus didampingi penelusur gua yang berpengalaman. Memasuki Gua Jomblang, pengunjung harus terlebih dulu melawan takut untuk menuruni tebing setinggi 60 meter dengan single rope technique (SRT), kemudian menuju Luweng Grubung dengan memasuki mulut gua yang berukuran raksasa.

Jomblang dan Luweng Grubug dihubungkan sebuah lorong gelap sepanjang 300 meter. Selama perjalanan di lorong inilah mata akan dibuat terpana oleh batu kristal, stalaktit, dan stalagmit. Di ujung perjalanan, sinar matahari yang menerobos dari Luweng Grubug dari ketinggian 90 meter membentuk tiang cahaya dramatis yang menyinari flowstone.

Merupakan area berfoto yang sangat populer, untuk menaikinya diwajibkan melepas alas kaki agar tak merusak batu yang terbentuk selama ribuan tahun tersebut. Selain itu, sungai bawah tanah yang masih satu sistem dengan Kalisuci pun mengalir deras di bawahnya pun menggema di sepanjang gua yang pernah dijadikan tempat pengambilan gambar reality show The Amazing Race ini.

  • Cave Tubing di Kalisuci & Gua Pindul

Cave tubing adalah aktivitas petualangan yang memadukan body rafting dan caving menyusuri sungai di gelapnya perut bumi sepanjang 300 meter. Tidak diperlukan persiapan khusus untuk melakukan cave tubing, berhubung peralatan yang dibutuhkan hanyalah ban, life vest, serta head lamp yang semuanya sudah disediakan pengelola.

Terdapat dua alternatif lokasi untuk melakukan cave tubing di Yogyakarta, yaitu Kalisuci dan Gua Pindul di Gunungkidul. Gua Kalisuci sendiri berada di kawasan Karst Gunungsewu.

Perjalanan cave tubing sepanjang 500 meter akan berlangsung dalam satu setengah hingga dua jam. Pemandangan alam dan ekosistem dalam gua akan dapat dinikmati, selain keunikan sungai yang berkelok-kelok dengan tanaman perdu dan kelelawar yang sedang bergelantungan.

Gua Pindul sendiri adalah aliran sungai bawah tanah dari Sungai Oyo, sungai yang sama yang membelah ngarai di Air Terjun Sri Gethuk. Aliran sungai yang tenang menjadikan aktivitas ini aman dilakukan anak-anak maupun dewasa dengan durasi penyusuran antara 45 hingga 60 menit.

  • Sandboarding di Pantai Selatan Yogyakarta

Gumuk pasir merupakan fenomena alam langka. Sebagai satu-satunya gumuk pasir di Asia Tenggara seluas dua kilometer persegi dari Pantai Depok ke Parangtritis, pantai selatan Yogyakarta ini menciptakan topografi yang berbukit-bukit.

Pecinta sandboarding dapat meluncur dari ketinggian yang bervariasi antara lima hingga tujuh meter dengan papan mirip skateboard. Tersedia jasa penyewaan papan tanpa batasan waktu di sini bila ingin mencoba sandboarding. Permainan ini aman bagi siapa saja, asal memerhatikan keselamatan dan menggunakan helm.

  • Paralayang dan ATV di Parang Endog

Bukit di timur Pantai Parangtritis ini merupakan lokasi sempurna untuk menikmati keindahan Pantai Selatan dengan terbang tandem paralayang. Kegiatan ini aman selama mengikuti arahan instruktur saat melayang di udara selama sekitar 45 menit. Jika kondisi angin sedang bagus, maka durasi melayang di udara dapat mencapai satu jam, sebelum mendarat di Pantai Parangtritis.

Selain paralayang, pengunjung juga bisa mengendarai all-terrain vehicle (ATV) yang penyewaannya berjejer di sepanjang Pantai Parangtritis hingga Parangkusumo. Lokasi terbaik untuk mengendarai ATV adalah di Pantai Parangkusumo yang relatif lebih sepi, sehingga bisa lebih leluasa mengoperasikan kendaraan tanpa takut menabrak orang.

  • Off-road di Gunung Merapi

Di Kaliadem, sejumlah mobil 4WD berjajar dan siap menawarkan pengalaman menikmati Merapi secara off-road. Nama Volcano Tour sendiri dikenal setelah erupsi Merapi 2010 yang menghancurkan beberapa kampung di lereng selatan, termasuk Wisata Alam Kaliadem.

Terdapat beberapa rute yang ditawarkan Lava Tour Merapi, dari short trip hingga long trip  dengan rute Museum Sisa Hartaku hingga Makam Mbah Maridjan. Disarankan datang sepagi mungkin untuk sekaligus menikmati matahari terbit. Selama perjalanan, kendaraan akan melewati beberapa kubangan, sehingga perlu sedia baju ganti dan jaket agar tidak kedinginan ketika berada di kendaraan beratap terbuka.

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here