Baru Pertama Kali ke Jepang? Ikuti Panduan Ini!

0
2756

Baru pertama kali liburan ke Jepang? Sebelum berangkat, simak panduan dari getlost.id berikut ini.

  • Ke Jepang Bebas Visa?

Pemegang paspor biometric dengan chip elektronik dapat bebas visa ke Jepang, namun harus didaftarkan terlebih dulu di kedutaan atau Konsulat Jenderal Jepang di Indonesia. Bagi yang paspornya belum memiliki chip, tetap harus mengurus visa kunjungan ke Jepang sebesar Rp390.000 (single entry selama 15 hari) dan Rp780.000 (multiple entry selama 30 hari), yang tidak perlu membayar bila visa ditolak. Untuk keterangan lebih lanjut, kunjungi www.id.emb-japan.go.jp.

  • Sewa Wireless Router

Prosedur mendapatkan SIM Card untuk ponsel di Jepang tak semudah di negara-negara lain, sehingga menyewa wireless router yang dapat terhubung ke gadget untuk mengakses data adalah solusi brilian. Penyewaan ini dapat dipesan secara daring untuk menghindari kehabisan di saat-saat ramai turis maupun dipesan langsung di konter yang ada di bandara. Router ini pun dapat diantar gratis ke hotel.

  • Manfaatkan Google Maps

Selain memudahkan merencanakan perjalanan, Google Maps sangat membantu untuk naik kereta, baik kereta dalam kota maupun shinkansen, berhubung naik taksi di Tokyo sebaiknya dilakukan hanya jika terpaksa karena mahal. Dengan memasukkan stasiun keberangkatan dan stasiun tujuan, maka akan muncul informasi durasi perjalanan, jarak, harga tiket, stasiun transit (bila ada), nomor platform, dan seberapa ramai kereta tersebut. Hal ini tentu saja memudahkan navigasi di stasiun-stasiun besar di Tokyo.

  • Pilih Haneda, Jangan Narita

Kalau tersedia pilihan antara Haneda dan Narita, pilihlah Haneda yang lebih dekat ke pusat kota, yaitu kira-kira 30 menit.

  • Beli JR Pass (Japan Rail Pass)

Bila akan banyak naik kereta antarkota dan antarpulau di Jepang, belilah JR Pass agar lebih hemat. JR Pass bisa dibeli di luar Jepang dengan dua pilihan, yaitu Green Pass seharga 44.810 yen untuk tujuh hari di kelas superior atau Green Car di kereta-kereta khusus, serta Ordinary Pass seharga 33.610 yen untuk tujuh hari. JR Pass juga menyediakan pass lain untuk wilayah tertentu, seperti JR Tokyo Wide Pass atau JR Kansai Hokuriku Area Pass, yang harganya tentu lebih ekonomis.

  • Gunakan Google Translate

Tak perlu dapat berbahasa Jepang karena Google Translate dapat mengurangi kendala bahasa dengan menerjemahkan secara real time. Dilengkapi kamera sehingga dapat menerjemahkan teks dari foto, aplikasi ini pun dapat dioperasikan secara offline.

  • Menarik Uang dari ATM

Tak semua ATM di Jepang dapat digunakan untuk menarik uang dari kartu internasional, bahkan di kota-kota besar seperti Tokyo. Pergilah ke ATM yang ada di 7-Eleven, kantor pos, dan milik Citibank.

  • Jangan Berisik

Di kereta terdapat larangan menerima telepon karena pembicaraan dapat mengganggu penumpang lain. Kalau pun harus menerima telepon, di kereta antarkota terdapat sambungan gerbong yang dapat digunakan untuk berbicara di telepon. Mengobrol dengan teman atau sesama penumpang pun juga tidak bisa terlalu keras.

  • Toilet Jepang

Toilet Jepang memiliki banyak tombol dan tidak semua tombol memiliki tulisan bahasa Inggris. Bila tak ada tulisan apa pun, ingatlah aksara 止 untuk menyiram.

  • Bawa Ransel, Kenakan Alas Kaki Nyaman

Karena akan banyak berjalan kaki dan naik-turun tangga stasiun kereta, agar tidak cepat pegal, bawalah ransel yang bebannya dapat dipanggul secara merata di bahu. Dan tentu saja, kenakan alas kaki nyaman tanpa hak, serta cek ramalan cuaca sebelum keluar hotel agar dapat berpakaian sesuai kondisi cuaca dan bila perlu berbekal payung.

  • Cuaca di Jepang

Sebagai negara empat musim, Agustus merupakan bulan terpanas dan terlembap, sehingga bila berkunjung ke sini di bulan tersebut disarankan membawa baju-baju nyaman dan mudah menyerap keringat. Desember adalah bulan terdingin, namun sejak November temperatur mulai menurun dan akan terus berlangsung hingga Maret. April dan Mei adalah saat terbaik untuk berkunjung karena suhu rata-rata 20 derajat Celsius. Walau telah hangat, namun tetap perlu membawa jaket dan scarf. Yang ingin berkunjung ketika suhu belum terlalu panas, Juni adalah saatnya, sementara Juli biasanya banyak hujan.

  • Stopkontak

Daya listrik di Jepang adalah 100 volt dengan dua jenis frekuensi, yaitu 50 Hertz di bagian timur Jepang dan 60 Hertz di bagian barat, termasuk Nagoya, Kyoto, Osaka. Sedangkan jenis stopkontak di Jepang adalah dua pin berbentuk pipih, sehingga diperlukan adaptor yang sesuai. Agar lebih praktis, bawalah all-in-one travel plug adapter.

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here