7 Destinasi Romantis (dan Unik) untuk Merayakan Hari Kasih Sayang

0
716

Sejumlah destinasi berikut ini tak hanya menawarkan suasana unik (pemandangan indah sudah pasti), namun juga dapat mengubah pandangan seseorang akan sebuah tempat romantis.

1. Pulau Kreta, Yunani

Pulau terbesar di Yunani ini tak hanya menyimpan peninggalan arkeologi, namun juga memiliki lanskap, baik perairan maupun puncak pegunungan, yang luar biasa. Mulailah kunjungan dari Chania untuk mengikuti tur keliling kota tua naik kereta kuda atau sekadar duduk di bangku dekat pelabuhan sambil mengagumi keindahan mercusuar dan bangunan bersejarah di sekitarnya. Sesudahnya dapat menuju kota nelayan mungil Elounda yang disesaki resor dan restoran mewah di tepi pantai dengan pemandangan Teluk Mirabello.

Rethymno adalah salah satu tempat favorit bagi pasangan untuk menggelar upacara pernikahan, selain menawarkan gang-gang romantis dengan arsitektur abad pertengahan yang menawan. Jangan lewatkan bermesraan sambil mengagumi kecantikan Pantai Agiofarago di selatan Kreta yang tersembunyi di balik ngarai yang terjal, atau menikmati pemandangan khas Mediterania di Pulau Chrysi.

2. Bhutan

Tak ada yang lebih pas untuk memulai awal pernikahan ke sebuah negara yang dinyatakan paling bahagia sedunia. Terletak di ujung selatan Pegunungan Himalaya, walau medannya menantang, namun di sini jugalah para pasangan yang menyukai kegiatan luar ruang dapat menikmati bersepeda gunung, mengarungi jeram di sungai, memanjat tebing, atau sekadar menikmati pemandangan sambil memancing.

Yang pasti, jangan lewatkan perjalanan ke Paro Taktsang Monastery yang terletak persis di tepi tebing jurang, atau berkuda melalui Bumthang yang dijuluki Swiss-nya Bhutan dengan lembah-lembahnya yang cantik dan memiliki banyak kuil dan desa yang tersembunyi. Kalaupun ingin melewatkan waktu bersama dengan sekadar rileks dan menikmati pemandangan, Bhutan juga memiliki akomodasi yang bervariasi, mulai dari fasilitas camping mewah hingga hotel-hotel butik berlatar hutan dan pegunungan.

3. Maratua, Kalimantan Timur

Pantai di Kepulauan Derawan ini memiliki dua resor pantai yang mayoritas melayani tamu penyelam, namun karena memiliki bungalo yang terapung seperti tipikal resor mewah di Maladewa, mulai banyak juga pasangan berbulan madu yang berdatangan. Saking jernihnya, ikan dan terumbu karang yang menghiasi perairan di sini dapat terlihat tanpa harus menyelam.

Dikelilingi pantai berpasir putih yang menyenangkan untuk bermain air, jangan lewatkan snorkeling di Danau Haji Buang, yang walau tak sepopuler Danau Kakaban, namun sama-sama menawarkan kesempatan untuk berenang bersama ubur-ubur tanpa sengat. Sementara bagi penyelam, pastikan menyelam di Turtle Traffic yang tak jauh dari Maratua Paradise Resort untuk melihat kawanan penyu hijau.

4. Pulau Praslin, Seychelles

Terhampar di Samudra Hindia bersama lebih dari 100 pulau lainnya di Seychelles, Praslin hanya seluas 38,5 kilometer persegi, sehingga ke mana pun dekat. Pantai-pantainya yang berpasir putih berhiaskan pohon kelapa dan cemara laut, serta bebatuan granit yang eksotis, dengan Anse Lazio sebagai salah satu pantai terbaiknya dan sekilas mengingatkan akan pantai-pantai di Belitung, namun dengan suasana yang jauh lebih sepi dan perairan yang luar biasa jernih.

Curieuse Island yang dihuni kura-kura raksasa dan terdapat museum yang didedikasikan bagi para penderita kusta yang pernah dikarantina di pulau tersebut hingga 1965 dapat diakses naik kapal dari Anse Lazio. Hutan lindung dan situs warisan dunia Vallee de Mai juga menarik untuk dikunjungi, terutama bagi penyuka aneka flora dan fauna, karena di sini terdapat coco de mer yang merupakan tumbuhan endemik sekaligus lambang negara Seychelles. Tempat ini juga dihuni beo hitam yang terancam punah.

5. Umbria, Italia

Merupakan tanah kelahiran Santo Valentinus yang kematiannya kemudian diperingati sebagai hari kasih sayang, kawasan pegunungan di tengah Italia ini mirip Toskana dengan julangan bukit dan dan kota-kota abad pertengahan. Beberapa desa menarik di Umbria, antara lain Assisi dengan Gereja San Francesco yang telah didaftarkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan gereja bergaya barok Santa Maria degli Angeli dari abad 16.

Jangan lewatkan berkunjung ke Orvieto yang juga memiliki katedral dan berbagai bangunan menawan dari abad pertengahan, selain Gereja St. Patrick’s, di mana pengunjung dapat melempar koin ke sumurnya agar dapat kembali ke desa tersebut. Perugia memiliki Carducci Gardens yang saking indahnya sempat ditulis penyair Carducci dalam karyanya yang berjudul Canto dell’amore.

6. Sidemen, Bali

Terletak sekitar 90 menit berkendara dari Ubud, kawasan ini tak hanya terdiri desa-desa tradisional, namun juga panorama sawah-sawah berteras khas Bali dan perbukitan yang menghadap Gunung Agung yang mengingatkan akan Ubud yang kini telah semakin ramai turis dan sawah-sawahnya pun telah semakin habis. Suasana Sidemen yang tenang hampir tak berubah sejak akhir 1930-an, ketika pelukis Walter Spies memutuskan pindah dari Ubud ke Desa Iseh di Sidemen.

Memiliki sejumlah akomodasi dan restoran, terutama di sekitar Desa Tabola, suhu di Sidemen memang relatif lebih rendah daripada Ubud, sehingga menawarkan kondisi yang ideal untuk trekking. Selain ke Gunung Agung (biasanya trekking dimulai pukul 01:00 dan berakhir pukul 11:00), bisa juga menyusuri sawah bersama pemandu setempat, lalu mampir ke pura, rumah-rumah penduduk yang sedang menenun kain endek, atau menonton genjek (musik tradisional dari timur Bali). Bali Countryside juga menawarkan berbagai aktivitas menarik, seperti belajar membuat canang sari, mencicipi serunya membajak sawah dengan sapi, dan belajar memasak aneka masakan Bali.

7. Nesjavellir, Islandia

Terletak sekitar 30 kilometer dari Reykjavik, Nesjavellir menawarkan hamparan padang belantara untuk menyaksikan aurora borealis tanpa terhalang bangunan maupun lampu-lampu kota karena bangunan di sini dapat dihitung jari, salah satunya ION Luxury Adventure Hotel, satu-satunya hotel di kawasan ini untuk bermalam selagi menunggu kemunculan sang Cahaya Timur.

Tak perlu menahan dingin dengan berada di alam terbuka, para tamu pun dapat menikmati aurora borealis dari kamar hotel karena keseluruhan dindingnya terbuat dari kaca. Selain menawarkan fenomena alam unik tersebut, kawasan ini juga dekat dengan Thingvellir National Park yang memungkinkan pengunjung untuk mengagumi keindahan air terjun Gullfoss dan snorkeling di dua patahan tektonik yang memisahkan Euroasia dan Amerika Utara; serta trekking di Gunung Hengill yang indah dan menawarkan pemandian air panas alami.

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here