7 Hal yang Tak Boleh Terlewat di Osaka

0
89

Dijuluki sebagai Dapurnya Jepang, di sinilah pada Zaman Edo, Osaka menjadi pusat perdagangan beras. Kini banyak turis yang jauh-jauh mengunjungi Osaka untuk mencicipi okonomiyaki dan takoyakinya yang termasyur. Berada di Osaka, jangan lewatkan sejumlah aktivitas berikut.

Mengudap Street Food

Takoyaki dan okonomiyaki adalah masakan Jepang asal Osaka yang tenar di seluruh dunia. Takoyaki adalah poffertjes isi potongan gurita yang disajikan dengan saus manis dan taburan ikan kering yang diiris setipis kertas, sementara okonomiyaki mirip martabak telur – warga setempat menyebutnya piza ala Jepang – dengan isi yang bervariasi, mulai dari daging, seafood, dan sayuran kemudian disajikan dengan mayones, nori (rumput laut kering), acar jahe, dan saus tonkatsu yang rasanya agak manis karena terbuat dari puree apel, tomat, rempah-rempah, tepung kanji, dan karamel.

Okonomiyaki yang banyak dijual di kawasan Dotonbori memiliki konsep yang sama dengan nasi goreng bagi warga Indonesia karena merupakan masakan yang tercipta untuk memanfaatkan sisa makanan. Takoyaki dan okonomiyaki banyak tersebar di berbagai tempat di Osaka dan bahkan terdapat Takoyaki Museum yang merupakan sebuah area mirip foodcourt yang khusus menjual takoyaki dengan segala variannya. Letaknya tak jauh dari Stasiun Universal City di jalur JR Yumesaki, sehingga Anda dapat menggabungkan agenda mencicipi takoyaki sepuasnya dengan kunjungan ke Universal Studios Japan (USJ).

Bermain di Universal Studios Japan

Berukuran dua kali lebih besar daripada Universal Studios Singapore (USS), Universal Studios Japan (USJ) memiliki Hello Kitty Fashion Avenue yang memamerkan berbagai tokoh kartun kesayangan Jepang ini. Selain itu, USJ memiliki permainan klasik yang diadaptasi dari Universal Studios di tempat asalnya, Orlando, Amerika Serikat, seperti Jaws dan Backdraft yang terus mendapat antrean panjang. Trik untuk tidak mengantre terlalu lama adalah dengan membeli Fast Pass yang walaupun harus menambah mulai 4.800 yen di luar tiket seharga 7.400 yen. Permainan favorit lainnya adalah Shrek’s 4D Adventure; Sesame Street 4D Movie Magic; Space Fantasy; The Amazing Adventure of Spiderman yang menggabungkan fantasi visual 3D dengan efek suara dan gerakan; Hollywood Dream, sebuah roller coaster yang berjalan mundur dan bergerak cepat dalam hitungan detik; serta wahana Harry Potter.

Highlight yang ditawarkan USJ adalah Magical Starlight Parade. Diadakan menjelang theme park tutup, parade yang dipenuhi gemerlap lampu ini seakan menjadi penutup manis dari sebuah hari seru di USJ. Cinderella, Alice in Wonderland, tokoh-tokoh dari cerita 1001 Malam akan berparade dan berinteraksi dengan pengunjung yang memadati kedua sisi jalan. Ini jugalah yang menjadi keunggulan USJ. Ketika batas antara pengunjung dan parade di theme park lain begitu jauh, di sini tokoh parade bebas menyapa serta mengajak menyanyi dan menari pengunjung yang datang. Untuk menghindari antrean di pintu pasuk, tiket USJ dapat dibeli di Tourist Information Centre yang ada di Kansai International Airport. (Akses: Stasiun Universal City di jalur JR Yumesaki)

Mengunjungi Osaka Castle

Dibangun pada akhir abad 16 oleh Toyotomi Hideyoshi, salah satu kastel termegah ini memiliki peranan penting dalam penyatuan Jepang. Walau eksteriornya mempertahankan bentuk asli, interiornya telah direnovasi dengan beton yang kokoh, lengkap dengan elevator. Hal ini karena semasa Perang Dunia II, kastil yang sempat dijadikan pabrik amunisi ini hancur berkeping-keping karena dibom.

Bentuk kastil yang ada sekarang merupakan hasil rekonstruksi yang selesai tahun 1997. Dikelilingi taman indah yang dipenuhi pohon sakura, di sinilah warga Osaka berbondong-bondong melakukan hanami di musim semi. (Akses: Stasiun Osaka-jo-koen di JR Loop Line)

Menikmati Gemerlap Neon

Dotonbori adalah area di sepanjang Sungai Dotonbori yang terentang dari Jembatan Dotonbori hingga Jembatan Nippon di distrik Namba. Dipenuhi restoran dan tempat hiburan malam, mulai dari karaoke, bioskop, hingga pertunjukan bunraku (wayang tradisional Jepang), kawasan ini memang gemerlap selepas senja dengan lampu neon warna-warninya.

Merupakan meeting point yang populer di kalangan warga Osaka sepulang kerja, turis pun tak jarang melakukan selfie dengan latar hamparan billboard berlampu neon yang meriah, termasuk billboard perusahaan makanan Glico (produsen biskuit Pocky) yang ikonik. Sejak Zaman Edo, Dotonbori telah terkenal sebagai kawasan bisnis, tepatnya di area di depan Hozen-ji Temple. (Akses: Stasiun Namba di jalur Nankai)

Menonton Lawak

Warga Osaka senang bercanda dan memiliki selera humor tinggi, sehingga kota ini merupakan gudangnya pelawak. Stand-up comedy ala Jepang pun menjamur di seantero kota dengan pusatnya berada di Namba Grand Kagetsu (NGK) Theater. Tak perlu mengerti bahasa Jepang karena pelawak-pelawak ini beraksi slapstick sehingga tetap lucu untuk ditonton dan akan menjadi pengalaman unik. Dibuka 1987, gedung pertunjukan ini kerap mengadakan pertunjukan hingga tiga kali sehari dengan tipe Shin-Kigeki (lawak modern), Manzai (lawak duo), Kontos (lawak interaktif), selain lawak yang memasukkan unsur lagu dan akrobat. (Akses: Stasiun Namba di jalur Midosuji atau Nankai dan keluar Exit No. 4)

Menyusuri Sungai

Osaka yang dibelah Sungai Okawa ini tak hanya indah, namun juga menyimpan banyak kisah sejarah. Melewati banyak jembatan, kapal berangkat dari empat pilihan pelabuhan, yaitu Osaka Castle (akses: Stasiun Osaka Castle di JR Loop Line), Temmabashi (akses: Stasiun Temmabashi di jalur Keihan atau Tanimachi), Yodoyabashi (akses: Stasiun Yodoyabashi di jalur Keihan atau Midosuji), dan OAP (akses: Stasiun Sakuranomiya di JR Loop Line). Perjalanan selama 60 menit ini tersedia mulai pukul 10:00 hingga 16:00 seharga mulai 940 yen (suijo-bus.osaka).

Bagi yang menginginkan pelayaran dengan kapal tradisional, di Teluk Osaka terdapat kapal Santa Maria yang merupakan replika kapal Christopher Columbus ketika menemukan benua Amerika. Dapat diakses dari Pelabuhan Tempozan yang terintegrasi dengan Osaka Aquarium Kaiyukan, pelayaran siang berlangsung 45 menit dan pelayaran malam 90 menit. 

Berbelanja 

Namba Parks. Kompleks pertokoan ini terdiri perkantoran dan shopping mall dengan taman di atap yang dilengkapi amfiteater untuk duduk-duduk maupun menggelar acara budaya. Bangunan mixed-use ini dirancang oleh arsitek Amerika Jon Jerde dan pada 2009 sempat memenangkan Urban Land Institute Award Excellence untuk kategori Asia Pacific sebagai bangunan urban yang ramah lingkungan dan desainnya terinspirasi dari alam. Toko-toko kerajinan, buku, produk fashion, aksesori, dan perawatan tubuh berada di lantai dua hingga lima, sedangkan lantai enam khusus gerai restoran. Tak hanya masakan tradisional Jepang, namun juga tersedia gerai masakan Italia, Korea, maupun kafe-kafe ala Perancis yang cantik. (Akses: Stasiun Namba di jalur Nankai)

Hankyu Department Store. Bila ingin mengintip tren busana Jepang, di sinilah tempatnya. Menyediakan tax refund, turis asing dapat mendapatkan berbagai barang buatan Jepang dengan harga lebih murah. Bila berbelanja di Hankyu yang berada di kawasan Umeda, tersedia layanan antar belanjaan gratis bagi pengunjung yang tinggal di beberapa hotel tertentu di Osaka (lihat daftarnya di www.hankyu-dept.co.jp). Namun atraksi pertokoan megah ini adalah lantai dasarnya yang dipenuhi berbagai gerai makanan segar maupun kemasan yang tak hanya nikmat untuk disantap di tempat maupun dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Bila ingin membeli berbagai produk Jepang, seperti bir, sake, acar, seafood kering, di sinilah tempatnya. (Akses: Stasiun Shin-Osaka atau Stasiun Namba di jalur Midosuji, buka tiap Senin-Kamis pukul 10:00-20:00 dan Jumat-Sabtu pukul 10:00-21:00)

Shinsaibashi Street. Untuk belanja murah, di sinilah tempatnya. Dipenuhi berbagai butik, department store, dan toko suvenir unik yang menjual pernak-pernik berharga terjangkau, di siang hari jalan ini sering dipenuhi turis. Di malam hari, karena banyak bar-bar kecil, termasuk bar reggae dan jazz yang bersuasana hangat, Shinsaibashi Street pun menjadi pusat kehidupan malam di Osaka. Di sebelah barat Shinsaibashi terdapat kawasan American Village (Ame-Mura) yang eksentrik dengan ciri khas grafitti maupun hiasan mencolok pada toko-tokonya yang mengingatkan akan deretan toko jins di Cihampelas, Bandung. (Akses: Stasiun Shinsaibashi di jalur Midosuji)

Rinku Premium Outlet. Premium Outlet ini tak hanya menyediakan merek-merek internasional ternama tapi juga merek-merek yang hanya ada di Jepang. Karena tak jauh dari Kansai Airport dengan layanan shuttle bus ke/dari bandara dengan tarif 200 yen satu arah, Rinku Premium Outlet yang menawarkan fasilitas Tax Free bagi turis ini dapat menjadi alternatif berbelanja sebelum pulang ke tanah air. Tersedia penyimpanan koper di area Customer Service, untuk mengisi perut pun terdapat beberapa gerai foodcourt yang dapat dipilih. (Akses: Stasiun Rinku Town yang dapat ditempuh dari Stasiun Osaka naik jalur JR Hanwa atau Stasiun Namba naik jalur Nankai, buka setiap hari pukul 10:00 – 20:00)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here