10 Situs Terancam Punah

Melalui Konvensi Warisan Dunia yang ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 1972, Komite Warisan Dunia menetapkan situs bersejarah yang terancam agar dapat diambil langkah-langkah penyelamatan, selain meningkatkan kesadaran internasional akan ancaman-ancaman, seperti polusi, penebangan hutan, pertambangan, konflik bersenjata, bencana alam, serta perkembangan sektor wisata dan arus urbanisasi yang tak terkendali. Tahun ini, tercatat 54 situs yang terancam, di mana 16 di antaranya berupa cagar alam dan 38 lainnya merupakan cagar budaya yang penting bagi peradaban manusia. Berikut sepuluh cagar budaya di antaranya.

Abu Mena, Mesir

Sempat menjadi pusat ziarah umat Kristen di zaman Mesir Kuno, kompleks kota yang terdiri gereja, tempat pembaptisan, basilika, bangunan umum, jalanan, pemukiman, dan perkantoran ini dibangun untuk mengenang Menas, seorang tentara yang menolak membunuh umat Kristen dan meninggal sebagai martir pada 296 Masehi. Beberapa bangunan masih berdiri, sementara fondasi sebagian besar gedung seperti basilika pun masih terlihat. Namun, karena berlokasi di daerah pertanian, sejumlah bangunan yang masih berdiri ini runtuh atau tidak stabil akibat meningkatnya permukaan air bawah tanah, sehingga pada 2001 UNESCO memasukkannya ke dalam daftar situs yang terancam.

Lembah Bamiyan, Afghanistan

Dua tahun setelah dunia gagal menahan rencana pemerintahan Taliban untuk memusnahkan semua patung non-Islam di Afghanistan, UNESCO menetapkan Lembah Bamiyan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sekaligus Situs Warisan Dunia yang Terancam. Dua patung Buddha terbesar dan tertinggi di dunia, masing-masing setinggi 38 dan 53 meter, yang sebelumnya berdiri megah di sisi sebuah jurang di Lembah Bamiyan di wilayah Hazarajat, Afghanistan, kini rusak parah. Yang tersisa hanyalah lubang menganga di bekas tempat patung tersebut pernah berdiri. Sebagian area situs juga tidak bisa diakses karena adanya ranjau darat. Atas permintaan pemerintahan Afghanistan, UNESCO mengkoordinasikan upaya internasional untuk melindungi warisan budaya tersebut. Lembah Bamiyan juga merupakan salah satu latar kisah novel “A Thousand Splendid Suns” karangan Khaled Hosseini yang terbit tahun 2007. Novel ini mengisahkan perjalanan hidup dua perempuan Afghanistan yang tinggal di tengah hiruk-pikuk pemerintahan dalam rentang tahun 1960 hingga 2003.

Zabid, Yaman

Arsitektur dan rancangan perkotaan Zabid menjadikannya sebagai situs arkeologi dan bersejarah yang menakjubkan. Selain merupakan ibu kota Yaman dari abad 13 hingga 15, Zabid memainkan peranan penting di dunia Arab selama berabad-berabad karena keberadaan universitas Islam di sana. Di tahun 2000, atas permintaan pemerintah Yaman, Zabid dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Dunia yang Terancam. Berdasarkan laporan UNESCO, kini 40 persen dari rumah-rumah di kota ini telah digantikan dengan bangunan beton, sementara souk atau pasar tradisionalnya dalam keadaaan yang semakin memprihatinkan.

Potosí, Bolivia

Kota ini pernah menjadi yang terkaya di Amerika Selatan berkat tambang perak yang ditemukan di Gunung Cerro Rico pada abad ke-16. Ironisnya, gunung yang dianggap sebagai salah satu deposito perak terbesar di dunia ini terancam runtuh dan menghancurkan seluruh kota setelah aktivitas pertambangan selama lima abad yang tidak terkontrol dan telah menewaskan jutaan pekerja. Situs bersejarah ini terdiri saluran air yang rumit dan danau buatan, kota kolonial Casa de la Moneda, Gereja San Lorenzo, beberapa rumah kaum elit, dan tempat tinggal para pekerja.

Monumen Abad Pertengahan di Kosovo

Kosovo tak hanya menyimpan konflik pahit masalah sengketa perbatasan, namun juga warisan dunia yang berharga di dalamnya. Terdiri dari empat gereja dan biara Kristen Ortodoks Serbia yang memiliki arsitektur Palaiologian Renaissance (perpaduan dari Ortodoks Byzantine dan Romawi), situs ini tercatat dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada 2004, sebelum akhirnya dua tahun kemudian terancam rusak dengan berbagai alasan, termasuk kurangnya perlindungan hukum, ketidakstabilan politik, serta kurangnya kepedulian negara untuk melakukan pemeliharaan.

Pelabuhan Liverpool, Inggris Raya

Enam daerah di kawasan bersejarah di Liverpool, termasuk Pier Head, Albert Dock, dan William Brown Street, menjadi saksi perkembangan salah satu pusat perdagangan utama dunia di abad 18 dan 19. Liverpool memainkan peran penting dalam pertumbuhan Kerajaan Inggris dan menjadi pelabuhan utama bagi para budak dan imigran dari Eropa Utara yang ingin menuju Amerika. Liverpool juga merupakan pelopor dalam pengembangan teknologi dermaga, sistem transportasi, dan manajemen pelabuhan. Pada 2012, situs ini masuk ke dalam Daftar Warisan Dunia yang terancam rusak karena usulan pembangunan proyek Liverpool Waters di dermaga seluas 60 hektar yang mencakup 9.000 apartemen, ratusan kantor, hotel, dan bar, serta terminal kapal pesiar yang mengubah wajah Merseyside secara dramatis dan menghilangkan ciri khasnya yang bersejarah.

Kota Tua Jerusalem, Israel

Tercatat dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1981, Yerusalem yang merupakan kota suci bagi umat Yahudi, Islam, dan Kristen, ini memiliki berbagai sejumlah tempat suci. Sebut saja Gereja Makam Kudus, Kubah Shakhrah, Masjid Al-Aqsa, dan Tembok Ratapan, yang tersebar di empat wilayah, yaitu wilayah Muslim, wilayah Kristen, wilayah Yahudi, dan wilayah Armenia. Kota ini kemudian masuk dalam status terancam karena pembangunan kota yang tidak terkendali serta kerusakan akibat pariwisata dan kurangnya pemeliharaan.

Samarra, Irak

Selama seabad, Samarra pernah menjadi ibu kota pemerintahan Islam yang menguasai sejumlah provinsi dari Dinasti Abbasiyah yang membentang dari Tunisia hingga Asia Tengah. Berlokasi di tepi Sungai Tigris di utara Baghdad, panjang situs ini membentang dari utara ke selatan sepanjang 41,5 kilometer. Samarra menjadi saksi dari perkembangan seni dan arsitektur yang menyebar ke negara-negara Islam lainnya di dunia. Salah satu monumennya yang menakjubkan adalah Masjid Agung yang dibangun pada abad kesembilan dengan menara spiralnya yang unik. Situs ini masuk ke dalam daftar warisan dunia yang terancam pada 2007 karena Perang Irak dan kurangnya kontrol negara untuk perlindungan atau pengelolaan situs.

Gereja Kelahiran Kristus, Bethlehem

Sejak abad kedua, situs yang terletak sepuluh kilometer di selatan Yerusalem ini dipercaya sebagai tempat kelahiran Yesus sehingga kemudian dibangun gereja pada tahun 339. Setelah kebakaran di abad keenam, hanya lantai mozaik yang tersisa dari bangunan aslinya. Situs ini mencakup biara, menara lonceng, taman berteras, dan rute ziarah. Di tahun 2012, UNESCO memasukkannya sebagai Situs Warisan Dunia sekaligus situs yang terancam rusak karena terdapatnya kebocoran air yang berdampak negatif pada struktur bangunan gereja serta mozaik yang menghiasinya.

Kota Tua Damaskus, Suriah

Kota yang didirikan sejak empat ribu tahun lalu ini merupakan salah satu kota tertua di Timur Tengah. Di abad pertengahan, Damaskus merupakan pusat industri kerajinan yang spesialis memproduksi pedang. Kota tua ini memiliki ratusan monumen dari berbagai periode bersejarah, dengan salah satu yang paling spektakuler adalah Masjid Agung Umayyah yang didirikan di abad kedelapan. Sayangnya, Perang Saudara di Suriah yang melibatkan tembakan mortir dan serangan bom menghancurkan sebagian besar bangunan tersebut, sehingga UNESCO menetapkannya sebagai situs warisan dunia yang terancam.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here