Pertama Kali ke Italia? Simak Tip Ini!

0
876

Bagi pelancong Indonesia yang baru akan pertama kali menjejakkan kaki di Eropa, Italia adalah negara yang dapat dipertimbangkan. Tak hanya memiliki banyak atraksi, baik alam, peninggalan sejarah, maupun kuliner, namun masyarakatnya pun ramah, sehingga tak masalah bila tak dapat berbahasa Italia, warga selalu siap membantu. Bila akan berkunjung ke Italia untuk pertama kali, perhatikan beberapa hal berikut.

Jabat Tangan, Cium Pipi

Salah satu bentuk keramahan warga terlihat melalui aksi jabat tangan dan cium pipi. Bukan tak mungkin wisatawan pun akan mendapatkan sambutan serupa, karena hal ini sudah menjadi kebiasaan mereka.

Museum

Kota-kota di Italia dipenuhi bangunan bersejarah dan museum yang wajib untuk dikunjungi, sebut saja Colosseum di Roma, Museum Vatikan, atau Uffizi Gallery di Florence. Sayangnya, tempat-tempat ini antreannya hampir selalu mengular, terlebih di musim panas. Memotong antrean tentu tidak disarankan, tapi pengunjung dapat menghemat waktu dengan memesan tiket secara online. Opsi lain, datang sepagi mungkin sebelum turis berdatangan atau sore hari ketika turis telah meninggalkan tempat. Museum Vatikan biasanya lebih minim pengunjung pada Selasa dan Kamis dibandingkan hari lain. Cek pula jam operasional museum (kebanyakan museum tutup setiap Senin). Ingin tiket gratis? Kunjungi museum pada Minggu pertama setiap bulannya.

Riposo

Perlu diketahui bahwa Italia memiliki tradisi unik, yaitu riposo atau istirahat panjang setelah makan siang (mirip siesta di Spanyol). Efek dari tradisi ini adalah warga menutup museum, gereja, toko-toko suvenir, dan restoran selama beberapa jam untuk beristirahat. Bahkan, di hari Minggu sebagian toko tutup. Perhatikan jam-jam operasional destinasi yang akan dikunjungi, sehingga dapat memperkirakan durasi yang dibutuhkan, termasuk jam-jam makan agar tidak kelaparan namun restoran keburu tutup untuk riposo.

Beda Kota, Beda Hidangan

Makanan apa pun tentu lebih lezat bila dinikmati di kota asalnya, sehingga sebelum berangkat, cari tahu dulu hidangan setempat karena ini akan merupakan kesempatan emas untuk mengenal berbagai hidangan Italia. Bahkan, hampir di setiap kota memiliki jenis pastanya sendiri, seperti kawasan Amalfi yang merupakan tempat asal pasta jenis scialatelli (versi pendek dan tebal dari fettucine) dan orecchiette dari Puglia, maupun saus untuk pasta, seperti saus carbonara dari Milan dan pesto dari Genoa. Berada di Florence, jangan lupa mencicipi bistecca, salumi di Bologna, piza di Naples, arancini dan canolli di Pulau Sisilia. Pasta di Italia tidak seperti di Indonesia, yang tersaji dengan berlimpah daging, karena rata-rata pasta di Italia hanya bersalut saus (kecuali yang dimasak dengan seafood), karena di Italia ada dua macam hidangan utama (dapat dipilih dua-duanya atau salah satu), yaitu primi piatti yang berupa karbohidrat (biasanya pasta, risotto, atau piza) dan secondi piatti yang berupa aneka daging.

Minum Kopi

Karena biaya tenaga kerja mahal, maka kedai-kedai kopi biasanya memiliki dua jenis harga, yaitu harga minuman untuk takeaway dan harga minuman bagi yang ingin menikmatinya di meja yang tersedia. Untuk minuman yang takeaway juga sebenarnya dapat dinikmati di tempat karena tersedia meja-meja tinggi bagi para tamu untuk minum sambil berdiri. Warga Italia biasanya memesan cappucino di pagi hari yang kerap dipasangkan dengan cornetto (croissant-nya Italia), sementara di siang hari sesudah makan, mereka akan memesan espresso.

Toilet Umum

Tak seperti di Jepang atau Selandia Baru, toilet umum tak selalu tersedia di tempat-tempat wisata, terutama di kawasan kota tua, sehingga bila ingin ke toilet harus ke restoran, kafe (dengan membeli sesuatu), atau pusat perbelanjaan. Tak semua toilet umum gratis. Sediakan koin 50 sen atau satu euro untuk sekali ke WC.

Tip

Sama seperti di Indonesia, warga Italia tidak terbiasa memberikan tip dalam jumlah besar, karena sebagian restoran sudah menyertakannya di bon tagihan, selain biasanya dikenakan biaya tambahan untuk pane e coperto (sajian roti), bahkan ketika tamu tidak meminta atau memakannya. Bila tidak tercatat, wisatawan tetap dapat meninggalkan satu atau dua euro untuk tip setelah makan di trattoria dan pizzeria.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here