Galeri Nasional Indonesia tengah menggelar pameran tunggal bertajuk Semesta Arkiv oleh seniman kontemporer asal Bandung, Arkiv Vilmansa. Berlangsung hingga 11 Mei 2025, pameran ini merupakan hasil kerja sama antara Museum dan Cagar Budaya unit Galeri Nasional Indonesia, Studio Arkiv, dan Galeri Zen1. Menampilkan lebih dari 100 karya, termasuk lukisan, patung, instalasi, dan art toys, pameran ini mengajak pengunjung menjelajahi perjalanan kreatif Arkiv yang dikenal dengan eksplorasi warna dan karakter imajinatifnya.
Dikuratori oleh Rizki A. Zaelani, Semesta Arkiv terinspirasi dari pemikiran filsuf Friedrich Nietzsche bahwa seni adalah cara manusia menghindari realitas yang keras. Arkiv mengeksplorasi hubungan antara seni dan teknologi, menampilkan bagaimana keduanya dapat bersinergi untuk memperkaya pengalaman manusia. Karya-karyanya bukan sekadar objek visual, tetapi juga refleksi akan kebebasan, keberagaman, dan kemanusiaan dalam konteks yang lebih luas.

Pameran ini terbagi dalam lima tema besar, masing-masing memiliki fokus dan narasi unik. Di Gedung D, Metaphor of Memories menghadirkan perjalanan kreatif Arkiv dari desain hingga arsitektur, sementara Monument of Sense (MICKIV HOPE X SUNARYO) menampilkan kolaborasi spesialnya dengan perupa Sunaryo. Di area outdoor, Widya Segara (Wisdom of the Sea) menghadirkan instalasi balon paus raksasa bernama Raga dan Runa, sebagai simbol kepedulian Arkiv terhadap keberlanjutan laut dan budaya maritim Indonesia.
Di Gedung A, Laut Semua Warna menjadi cerminan eksplorasi Arkiv terhadap tema laut dan kehidupan di dalamnya, yang juga berkaitan dengan kolaborasi bersama seniman lain. Sedangkan di Gedung B, Sintesa menghadirkan hasil kolaborasi Arkiv dengan nama-nama besar seperti Sunaryo, Darbotz, Erwin Windu Pranata, dan Mulyana (Mangmoel), memperkaya wacana seni rupa kontemporer Indonesia.

Menurut Arkiv, pameran ini merupakan penghormatannya pada laut, warna, dan kolaborasi. “Saya ingin mengajak penikmat seni untuk tidak hanya melihat, tetapi ‘merasakan’ bagaimana seni bisa menjadi medium yang membebaskan, bahkan di tengah kompleksitas zaman,” imbuhnya.
Arkiv Vilmansa sendiri dikenal sebagai seniman yang menggabungkan elemen budaya pop dalam eksplorasi artistiknya. Lahir pada 1979 dan berlatarkan pendidikan arsitektur dari Universitas Katolik Parahyangan, gaya khasnya terlihat dari penggunaan warna-warna cerah, garis dinamis, serta bentuk organik yang harmonis.

Ia telah meraih pengakuan internasional melalui proyek bersama BAPE (Bathing Ape) dan Sesame Street, menjadikannya seniman pertama dari Indonesia yang menjalin kemitraan global berkelanjutan. Dalam karyanya saat ini, Arkiv mengeksplorasi biota laut serta batas-batas medium seni, terus berinovasi tanpa kehilangan identitas visualnya yang unik.
Bagi yang ingin mengunjungi pameran Semesta Arkiv, pameran ini dibuka setiap hari mulai pukul 09:00 hingga 19:00 WIB di Galeri Nasional Indonesia. Harga tiket masuknya adalah Rp25 ribu untuk anak usia 3-12 tahun, Rp50 ribu untuk dewasa, dan Rp100 ribu untuk Warga Negara Asing (WNA). Sementara itu, anak usia di bawah 3 tahun serta lansia di atas 60 tahun bisa masuk secara gratis.

Tersedia juga tiket bundling yang mencakup merchandise eksklusif. Paket ini dijual seharga Rp65 ribu untuk anak-anak, Rp90 ribu untuk dewasa, Rp140 ribu untuk WNA, serta Rp40 ribu untuk kategori gratis. Tiket dapat dibeli langsung di Galeri Nasional Indonesia atau melalui Traveloka dan Tiket.com.