Pariwisata Kepulauan Riau Direncanakan Buka Kembali September Mendatang

Menyusul pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara mulai 11 September, para pemangku kepentingan pariwisata di Kepulauan Riau juga tengah menunggu lampu hijau dari pihak berwenang untuk membuka kembali sejumlah destinasi wisata di kawasan tersebut, yang kemungkinan besar juga mulai September mendatang.

Kepulauan Riau, bersama Bali dan Jakarta, merupakan salah satu dari tiga kontributor terbesar dalam hal penerimaan turis asing ke Indonesia pada 2019.

Dari dua ribu lebih pulau di provinsi itu, Batam, Bintan, dan Karimun merupakan destinasi terpopulernya, dengan banyak warga Singapura dan Malaysia yang melewatkan akhir pekan di sana sebelum pandemi Covid-19.

Maka tak heran bila pasar dari negara tetangga ini akan lebih diprioritaskan untuk Kepulauan Riau dalam strategi pemulihan pariwisata ketika perjalanan lintas batas diizinkan lagi, menurut Vinsensius Jemadu, direktur pemasaran pariwisata untuk wilayah I (Indonesia, ASEAN, Australia, dan Oseania).

“Singapura dan Malaysia akan tetap menjadi pasar potensial dan strategis untuk Indonesia,” katanya dalam webinar Keeping Up and Ready for New Normal yang dipandu oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Jumlah kedatangan turis dari Singapura sendiri bahkan mencapai 25 persen dari total kedatangan wisatawan internasional ke Kepulauan Riau.

Menurut Vinsensius, rencananya nanti Kepulauan Riau akan dibuka lebih dahulu untuk kelompok pelancong dalam jumlah kecil, kemudian pegolf dalam kelompok yang tidak lebih dari lima orang, diikuti oleh sektor MICE dan kegiatan olahraga massal dengan jumlah maksimal 200 orang untuk permulaan. Sementara untuk kapal pesiar kemungkinan akan menjadi sektor terakhir yang diizinkan kembali beroperasi.

Pelaku pariwisata utama di kawasan tersebut juga telah menyiapkan rencana untuk menyambut kembali pengunjung internasional.

“Kami telah bekerja sama dengan semua pihak, mulai dari Bintan Resort Council, Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau, hingga Kementerian Pariwisata – dan kami masih tengah berdiskusi dengan agen perjalanan, penyelenggara acara, dan para operator tur kapal pesiar agar pariwisata di kawasan ini bisa kembali dibuka untuk wisatawan internasional mulai September,” kata Abdul Wahab, General Manager Bintan Resorts.

Selain bekerja sama dengan satuan tugas Covid-19 regional dan nasional serta WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), Bintan dan Batam telah sejak awal pandemi global menetapkan protokol kebersihan dan keselamatan di sejumlah dermaga feri, gerbang masuk di darat, tempat-tempat wisata, dan area publik.

“Menyambut normal baru, Bintan Resorts telah memperkenalkan Bintan Resort Cares, sebuah pesan bahwa kami peduli pada kebersihan, keselamatan, dan kesehatan tamu dan staf kami,” kata Wahab, menekankan kesiapan Kepulauan Riau untuk menyambut tamu kembali.

Misalnya, semua kapasitas dalam mobil, minivan, feri, kegiatan olahraga air, dan bahkan perahu untuk menyusuri hutan bakau akan dikurangi setengah. Staf hotel wajib mengawasi kolam renang untuk memastikan tamu berjarak setidaknya 1,5 hingga 2 meter dengan tamu lain. Kemudian, pelancong yang naik feri (kapasitasnya kini dikurangi menjadi 150 penumpang) harus memindai kode QR untuk keperluan pelacakan kontak.

Bintan juga menyediakan 70 kamar yang siap digunakan untuk rawat inap bila ada kasus Covid-19. Tak hanya itu, 15 hotelnya juga masing-masing dilengkapi ruang isolasi, yang dikelola oleh departemen karantina Indonesia.

Dominic Ong, wakil presiden agen perjalanan Tour East Singapore, berharap dapat mempromosikan Pulau Bintan kembali untuk klien luar negeri mereka. “Tingkat layanan yang diberikan oleh Bintan setara dengan Singapura, dan kami selalu dapat mengandalkan mereka untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan para tamu,” katanya.

General Manager Laguna Bintan Alpha Eldiansyah menunjukkan bahwa kebijakan pembatalan dan penundaan yang fleksibel juga dapat menjadi cara untuk meyakinkan para tamu dan membangun kepercayaan di masa normal baru.

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here