Candi Gunung Wukir, Situs Kuno yang Terlupakan di Jawa Tengah

Foto: Dok. Google Maps/Andri Pratiwi

Di puncak Gunung Wukir, tak jauh dari Candi Borobudur yang kepopulerannya sudah mendunia, ada sebuah peninggalan sejarah yang belum banyak diketahui orang – Candi Gunung Wukir. Terletak di ketinggian, candi ini memberikan pemandangan indah dari lereng bukit, dikelilingi oleh alam yang hijau dan segar. Meskipun sebagian candi telah rusak, sisa-sisa arsitektur kuno yang masih ada mencerminkan kemegahan bangunan tersebut.

Candi Tertua

Terletak di Dusun Canggal, Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, candi bercorak Hindu ini adalah salah satu peninggalan bersejarah tertua di wilayah tersebut. Candi Gunung Wukir bahkan didirikan jauh sebelum Candi Borobudur. Hal ini dibuktikan berdasarkan prasasti Canggal, yang ditemukan di reruntuhan Candi Gunung Wukir pada 1879.

Foto: Dok. Google Maps/Aryadi Darwanto

Dalam prasasti tersebut tercatat bahwa pembangunan Candi Gunung Wukir diperkirakan pada masa pemerintahan raja Sanjaya dari zaman Kerajaan Mataram Kuno, yaitu 732 Masehi. Sementara Candi Borobudur sendiri baru didirikan sekitar tahun 800-an Masehi. Dari prasasti ini jugalah ditemukan banyak informasi terkait Kerajaan Mataram Kuno, dari pendirian lingga hingga raja-raja yang memerintahnya.

Arsitektur Candi

Kompleks Candi Gunung Wukir terdiri dari sebuah candi induk dan tiga candi perwara (candi pendamping). Meskipun hanya tersisa dasar candi dengan reruntuhan di sekitarnya, struktur batu yang kokoh dan rincian relief yang halus mencerminkan keindahan arsitektur kuno Jawa.

Foto: Dok. Google Maps/Muhammad Junaidi

Yoni yang berukuran besar, arca lembu betina, dan lingga yang tak terlihat lagi adalah beberapa fitur arsitektur yang masih bisa dilihat di sini. Sementara prasasti Canggal kini telah disimpan di Museum Nasional Indonesia.

Selain keindahannya yang memukau, Candi Gunung Wukir juga dikelilingi oleh legenda dan keangkeran. Tempat ini diyakini memiliki berkah tersendiri, dengan banyak peziarah yang datang mencari kelimpahan rezeki atau keberuntungan. Namun, ada juga cerita tentang pencarian pusaka yang tidak pernah berhasil dan kejadian mistis seperti penampakan ular siluman yang menakuti pencari nomer lotre.

Akses

Foto: Dok. Google Maps/Juwardi Juwardi

Untuk mencapainya, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 1 km dari dusun terdekat. Medannya berupa jalan setapak yang tersembunyi di antara hamparan pepohonan dan menanjak terus sampai ke puncak bukit. Meskipun perjalanannya membutuhkan usaha ekstra, suasana sepi dan alam yang indah di sekitar bukit memberikan pengalaman yang tak terlupakan.

Karena aksesnya yang agak terpencil di atas bukit, tak banyak wisatawan yang datang kemari, kecuali yang tertarik dengan sejarah, arsitektur, atau keindahan alam sekitarnya. Sebagian besar pengunjung adalah penganut Hindu yang datang untuk tujuan religius dan spiritual.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here