Seni, Sejarah, dan Identitas dalam Pameran ‘Unearth’ Karya Kei Imazu

Foto: Dok. ROH

Galeri seni ROH mempersembahkan pameran seni tunggal bertajuk ‘Unearth’ karya seniman Jepang, Kei Imazu. Pameran ini bukan hanya pertunjukan visual, tetapi juga sebuah perjalanan mendalam ke dalam mitos dan sejarah yang menghadirkan kisah-kisah mistis yang mencengangkan.

Dalam ‘Unearth’, Kei Imazu membawa audiens menggali lapisan-lapisan cerita, terutama kisah Hainuwele, wanita dengan kekuatan magis yang menciptakan barang-barang berharga melalui kotorannya. Meskipun awalnya diuntungkan oleh kekuatan ini, masyarakat setempat kemudian merasa ketakutan hingga mengubur Hainuwele hidup-hidup.

Foto: Dok. ROH

Belakangan, Ameta, ibu Hainuwele, menggali jasad anaknya, kemudian memotong dan menanam potongan tubuhnya ke seluruh pulau. Dari potongan jasad itu tumbuh umbi-umbian yang menghidupi masyarakat. Kisah yang diangkat dari cerita rakyat Kepulauan Banda ini menjadi pusat eksplorasi Imazu, yang membentuk narasi seni yang kaya dengan makna dan interpretasi.

Melalui lukisan dan instalasi, Imazu membawa kisah Hainuwele ke permukaan, tidak hanya menjelajahi tubuh fisiknya tetapi juga merinci narasi hidupnya yang terperangkap dalam lapisan sejarah dan mitos. Pendekatan feminis Imazu membawa sorotan pada bukan hanya tubuh Hainuwele, melainkan juga cerita perempuan yang sering kali terlupakan dalam sejarah.

Foto: Dok. ROH

Pendekatan Unik

Dalam esai pameran, Carlos Quijon, Jr., seorang sejarawan dan kritik seni, menjelaskan bahwa ‘Unearth’ tidak sekadar menggali mitos Hainuwele. Pameran ini juga mengulas transformasi teknologi, seperti arkeologi, antropologi, dan arsip, yang pada awalnya mendukung upaya kolonial, kini menjadi alat pembebasan bagi Imazu. Teknologi ini, yang pernah menjadi instrumen penjajahan, kini menjadi pemicu dekonstruksi narasi-narasi yang telah lama terpetrifikasi.

Imazu memberikan pendekatan unik dengan menggabungkan elemen seni dan lingkungan internet kontemporer. Dia mengumpulkan objek dan karya seni, meresapi mereka, dan merekonstruksi secara digital sebelum kemudian ditransfer ke dalam kanvas dengan menggunakan cat minyak. Metode ini menciptakan karya seni yang tidak hanya memikat secara visual, tetapi juga sarat dengan naratif mendalam.

Foto: Dok. ROH

Dengan demikian, ‘Unearth’ mengajak audiens merenung dan terlibat dalam dialog dengan mitos dan sejarah. Imazu membangun lanskap seni yang kompleks, di mana elemen-elemen mitologis dan sejarah bersatu, menciptakan karya seni yang menjadi pusat perbincangan.

Hingga Januari 2024

Jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi ‘Unearth’. Pameran ini dibuka untuk umum hingga 14 Januari 2024 di ROH, Jalan Surabaya 66, Jakarta. Kuota pengunjung di tiap sesi terbatas, jadi silakan registrasi terlebih dahulu melalui goers.co/unearth. Informasi lebih lanjut mengenai pameran ini dapat ditemukan di situs resmi galeri, www.rohprojects.net atau melalui akun Instagram mereka @rohprojects.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here