Mengenal Rumat Adat Siwaluh Jabu di Desa Budaya Lingga

Foto: Instagram @jonesdospy18

Di sela-sela menikmati keindahan alam di Kabupaten Karo, tak ada salahnya menyempatkan diri mampir ke Desa Lingga untuk mengenal kebudayaan setempat. Desa ini terletak di Kecamatan Simpang Empat, sekitar 25 menit berkendara dari pusat kota Berastagi.

Merupakan salah satu desa tertua di Kabupaten Karo, Desa Lingga menyimpan rumah adat yang usianya lebih dari dua abad. Meski sudah sangat tua, bangunannya masih kokoh hingga sampai saat ini.

Foto: Instagram @ceb0l

Masyarakat Karo menyebut rumah adat mereka dengan sebutan Siwaluh Jabu. Pada masanya, rumah tersebut dapat menampung hingga delapan keluarga, yang masing-masing hidup berdampingan dalam keadaan damai dan tentram.

Bentuk rumah ini memang tinggi dan besar, dengan setidaknya 20 tiang kayu yang berdiri di atas umpak batu untuk menyangganya. Di antara tiang dan umpak batu tersebut terselip ijuk agar kayu tetap kering, selain menghalang hewan melata seperti ular merayap melalui tiang dan masuk ke rumah.

Foto: Dok. Google Maps/Elios Amati

Beratapkan ijuk, rumah ini dibangun tanpa bantuan paku. Dindingnya pun tak benar-benar tegak, melainkan sedikit miring. Keunikan lainnya terletak pada hiasan anyaman bambu untuk menyimbolkan keharmonisan warganya.

Karena ukuran rumahnya yang besar dan materialnya yang menggunakan bahan-bahan alami, merawat dan melestarikan Siwaluh Jabu ini tidaklah mudah. Jumlahnya yang dulunya puluhan, kini hanya menyisakan dua rumah.

Foto: Dok. Google Maps/Franky Wiputra

Setelah melihat-lihat rumah adat tersebut, kamu dapat mengunjungi Museum Karo Lingga yang letaknya tak jauh dari desa tersebut. Di museum ini, kamu dapat mengenal lebih dalam budaya Karo lewat benda-benda peninggalan masa lalu.

Koleksinya mencakup alat rumah tangga, alat pertanian seperti gerobak pengangkut hasil panen, hingga alat musik tradisional Karo. Ada baiknya berkeliling museum bersama pemandu yang dapat menjelaskan benda-benda koleksinya maupun sejarah Desa Lingga.

Mengunjungi Desa Lingga maupun Museum Karo Lingga, wisatawan tak dipungut biaya masuk sama sekali. Namun, tersedia kotak amal yang dapat diisi secara sukarela.

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here