Kampuang Sarugo, Permukiman Terpencil di Lima Puluh Kota

Foto: Instagram @rsnldy

Nagari Koto Tinggi di Kabupaten Lima Puluh Kota memang tak sepopuler wilayah lainnya di Sumatera Barat, seperti Mandeh di pesisir selatan yang pesonanya mengingatkan akan Raja Ampat, ataupun Pariangan di Tanah Datar dengan panorama alam khas pedesaan. Namun, nagari yang pernah menjadi ibu kota RI ini tak kalah dengan tetangganya dalam hal atraksi wisata.

Memasuki wilayah nagari yang masuk dalam Kecamatan Gunuang Omeh ini, kamu akan dimanjakan dengan hamparan perkebunan jeruk yang memang merupakan komoditas utama di sini. Tak hanya itu, kamu bisa mengunjungi desa wisatanya yang menawan, yakni Kampuang Saribu Gonjong (Sarugo).

Sesuai namanya, yakni ‘saribu gonjong’ yang berarti ‘seribu atap rumah gadang’, di sini kamu bisa menjumpai deretan rumah adat Minangkabau dengan gonjong atau atap melengkungnya yang khas. Uniknya, rata-rata rumah di sini memiliki lima bentuk lengkung pada atapnya, yang mencerminkan Rukun Islam.

Setidaknya ada 29 rumah gadang di desa ini, dengan ukuran sekitar 5 x 16 meter. Sisanya rumah biasa, walau jumlahnya tak sebanyak rumah gadang.

Foto: Dok. Google Maps/Mr Ridwandi

Jumlah penduduknya sendiri sekitar 800 jiwa, dengan mayoritas bekerja sebagai petani, terutama untuk perkebunan jeruk di Gunuang Omeh yang terhampar seluas 200 hektar. Kamu bisa mampir ke perkebunannya untuk melihat langsung keseharian warganya dan bahkan memetik jeruk langsung dari pohonnya.

Selain itu, mereka yang ingin bermalam dapat menginap di salah satu rumah gadang di desa ini yang dijadikan homestay. Berada di permukiman terpencil dan paling utara di Kabupaten Lima Puluh Kota ini, liburan di sini berarti detoks digital karena memang akses sinyal maupun internetnya sangatlah terbatas.

Foto: Instagram @_febrian

Sebagai gantinya, kamu bisa berjalan-jalan mengitari desa wisata tersebut untuk sepenuhnya mengagumi rumah-rumah tradisional yang khas beserta latar alam hijau yang menawan di sekelilingnya. Suasananya yang asri ditambah angin semilir dari perbukitan membuat kamu makin betah berlama-lama di sini.

Untuk mengunjungi Kampuang Sarugo, ada dua jalur yang bisa kamu pilih bila berangkat dari Padang, yakni via Bukittinggi atau Payakumbuh dengan lama perjalanan sekitar 4,5-5 jam. Opsi lainnya, kamu bisa sekalian road trip dan bermalam di salah satu dari kedua kota tersebut, kemudian melanjutkan perjalanan keesokan harinya menuju Kampuang Sarugo.

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here