Viral semenjak Pandemi, Wisata Hiking di Sentul Obati Rasa Rindu Bertualang

Meski rasa rindu bertualang sudah tak dapat ditahan setelah berbulan-bulan bekerja dan belajar dari rumah, masih banyak traveler yang ragu melakukan perjalanan di tengah pandemi. Sebenarnya liburan yang aman masih dapat dilakukan, asalkan cermat dan bijak dalam memilih lokasi dan jenis aktivitas, sembari tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Bagi warga Jakarta yang terjebak dengan suasana perkotaan, main-mainlah ke Sentul, Bogor. Beberapa waktu terakhir, nama Sentul mencuat berkat kegiatan bertualang di alam menyusuri persawahan, perkebunan, perbukitan, dan berenang di beberapa curug di sekitarnya.

Karena berada di alam terbuka, kamu dapat tetap menerapkan jaga jarak fisik dan menghindari kerumunan. Terlebih, wisata hiking di Sentul ini memiliki banyak keunggulan.

Selain dilakukan secara privat, yakni berkisar 3-5 orang per grup, wisata ini mudah diakses dari Jakarta, yakni hanya 2-3 jam perjalanan. Biayanya pun terjangkau dengan harga paket mulai Rp150.000 hingga Rp350.000 per orang. Kamu juga dapat menyewa tur ini dari sejumlah operator wisata dengan didampingi pemandu berpengalaman.

Lokasi dan Rute Pendakian

Jika menggunakan jasa operator wisata seperti Sentul Hill Trekking (WhatsApp 0899 9443912), Indonesia Trail Walker (T. 0812 9373900/9001), Jakarta Trekking Sentul, (WhatsApp 0858 81077669 atau surel di roby.jts@gmail.com) dan Pesona Trekking Sentul (T. 0896 24862145/0897 8954285) yang sudah membuka jasa open trip dan tur privat, kamu dapat memilih rute dan destinasi sesuai preferensi, yang dibedakan berdasarkan jarak tempuh dan tingkat kesulitan saat mendaki. Kamu juga dapat bertualang sendiri tanpa wisata dan pemandu, asakan lokasi yang dituju mudah diakses tanpa melewati rintangan berarti.

Inilah sejumlah rute populer yang biasa dilalui, baik menggunakan jasa operator wisata atau mendaki sendiri.

  • Gunung Pancar

Sudah lebih dulu populer dibanding rute lainnya, bahkan jauh sebelum pandemi terjadi, rute pendakian di Gunung Pancar dapat dilakoni pendaki pemula. Dari Jakarta, keluarlah di gerbang tol Sentul Selatan dan dari situ hanya membutuhkan 20 menit perjalanan menuju gerbang Wisata Alam Gunung Pancar.

Titik mula pendakian dekat SD Karang Tengah 07 yang diikuti dengan menaiki ribuan anak tangga yang dibangun warga setempat. Di puncak, pengunjung dapat membangun tenda dan berkemah atau menyewa peralatan camping dari pengelola. Pengunjung dikenai tiket masuk Rp5.000 per orang (hari kerja), Rp7.500 (akhir pekan), dan paket berkemah mulai dari Rp95.000 per orang.

  • Curug Putri Kencana

Biasanya, setelah mengunjungi Gunung Pancar, pejalan dapat melanjutkan petualangan ke Curug Putri Kencana yang masih berada di satu kawasan. Selain berenang di kolam airnya yang jernih atau melompat dari jembatan bambu, Curug Putri Kencana bukanlah satu-satunya air terjun yang dapat dinikmati. Terdapat beberapa air terjun selagi menyusuri jalur trekking sekitar Curug Putri Kencana, antara lain Curug Leuwi Pariuk, Leuwi Demang, Leuwi Baliung, dan Curug Love.

Jika hendak bermalam, dapat berkemah di campground yang disediakan dengan tarif Rp25.000 (menggunakan perlengkapan pribadi). Area berkembah sudah dilengkapi fasilitas toilet, listrik, dan warung makan. Curug Putri Kencana buka pukul 07:00 hingga 18:00, dengan tiket masuk Rp15.000.

  • Cigobang

Bagi pendaki pemula termasuk anak-anak, rute Cigobang dinilai aman untuk dilakoni dan menawarkan pemandangan menarik, seperti hutan pinus, perbukitan, dan diakhiri dengan bermain air di Air Terjun Leuwi Asih. Air terjun ini berada di belakang kawasan wisata Jungle Land Sentul, tepatnya di Kampung Wangun Landeuh Desa Karang Tengah.

  • Curug Leuwi Hejo

Rute Curug Leuwi Hejo yang berlokasi di Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, juga mudah untuk diakses pendaki mandiri, hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam pendakian. Medan yang dilalui untuk menuju air terjun berupa jalan setapak, tangga berbatuan, tanjakan yang tidak begitu curam, dan melintasi jembatan bambu.

Disebut Green Canyon-nya Bogor, wisata di Leuwi Hejo dapat sekalian mengunjungi curug-curug lain di sekitarnya. Hanya membutuhkan trekking sekitar 5-15 menit antar air terjun, pengunjung dapat menghampiri Curug Leuwi Liek, Curug Leuwi Ciung, Curug Leuwi Cepet, dan Curug Baliung. Curug Leuwi Hejo buka pukul 07:00 hingga 17:00, dengan tiket masuk Rp15.000 di pos pertama dan Rp5.000 di pos kedua.

  • Gua Garunggang, Curug Leuwi Asih, Curug Handeleum

Untuk pendaki kelas menengah, dapat memilih rute Gua Garunggang yang melewati sawah, perkebunan singkong, hutan pinus, perkebunan sereh wangi, bukit ilalang, sungai, dan berakhir di Curug Leuwi Asih. Mendekati Gua Garunggang, kamu akan menemukan labirin yang terbentuk dari batuan – dan ntuk masuk ke dalam gua, harus menuruni tangga karena mulut gua berbentuk vertikal.

Foto: Instagram @patrishiela

Setengah jam trekking dari Gua Garunggang, dapat ditemui Curug Leuwi Asih, yang hanya berjarak 400 meter dari jalan raya dan membayar tiket masuk Rp10.000. Tidak perlu mendaki karena hanya melewati jalan setapak di pemukiman penduduk. Kalau menggunakan motor, bisa berhenti dekat curug.

Selain berenang, Curug Leuwi Asih juga menyediakan area untuk berkemah. Dari Leuwi Asih, kamu dapat menyusuri tebing batu dan menemukan Curug Handeleum.

  • Bojong Koneng-Cisadon-Rawa Gede

Mudah diakses begitu keluar dari gerbang tol Sentul Selatan, pejalan dapat mencapai Bojong Koneng dengan mengikuti peta digital di ponsel. Sebagai jalur favorit, Bojong Koneng-Cisadon akan melewati jalur tanah merah, berbatu, hingga berlumpur bekas hujan, dengan pemandangan sawah, kebun, dan perkampungan. Rute ini berjarak sekitar 7,5 kilometer, yang dapat ditempuh selama tiga jam jalan santai.

Desa Cisadon memiliki warung sederhana, toilet, dan pemandangan asri berhawa sejuk, sehingga ideal sebagai titik akhir pendakian atau sebagai pos istirahat sebelum melanjutkan pendakian menuju Rawa Gede.

Telaga Rawa Gede yang berada di Desa Sirna Jaya lebih sulit dijajal, selain jalurnya sempit dan licin. Bahkan tak jarang pejalan akan menemukan tanjakan curam dan mesti menyeberangi kali. Untuk mencapainya, dibutuhkan sekitar tiga jam perjalanan dengan jarak tempuh sejauh tujuh kilometer.

Tip Sebelum Mendaki

  • Cek kesehatan sebelum berangkat, jangan mendaki saat tubuh tidak fit. Sejumlah operator wisata meminta hasil rapid test non-reaktif Covid-19 sebelum perjalanan.
  • Kenakan baju yang nyaman dan menyerap keringat.
  • Kenakan masker selagi mendaki dan bawa masker cadangan.
  • Rutin membersihkan tangan dan bagian tubuh lainnya menggunakan hand sanitizer/sabun cair.
  • Bersihkan perlengkapan yang digunakan dengan disinfektan.
  • Ikuti protokol keamanan dan patuhi instruksi pemandu terkait keselamatan saat pendakian.
  • Bawa bekal makanan dan minuman sendiri.
  • Siapkan obat-obatan pribadi.
  • Bawa topi, kacamata hitam, dan baju ganti.
  • Siapkan jas hujan dan gunakan alas kaki khusus mendaki yang tepat untuk menjajal trek berlumpur.

Teks: Priscilla Picauly | Editor: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here