Banyak yang jauh-jauh ke Penang hanya untuk makan. Pulau di barat laut Semenanjung Malaysia ini merupakan kota pelabuhan internasional yang ternama di abad ke-18.

Pengaruh budaya Melayu, India, China, dan Eropa pun terasa di mana-mana – warung makan ala Hokkien dengan dentingan wajannya yang meriah bersisian dengan kuil Hindu yang selalu dipenuhi wangi dupa dan untaian bunga marigold. Sementara gereja bergaya Eropa yang anggun berdesakan dengan lapak Nasi Kandar yang riuh rendah.

Kota Tua Georgetown

Di sela-sela berwisata kuliner, bonus dari berkunjung ke pulau mungil ini adalah ke mana pun mata mengarah, selalu ada jejak kemegahan masa lalu yang dapat dibawa pulang dalam bentuk foto yang tersimpan di memori kamera maupun suvenir etnik.

Berniat berakhir pekan di Penang seusai pandemi Covid-19? Anda dapat mengikuti rancangan perjalanan tiga hari ini untuk mendapatkan gambaran suasana kota utamanya, George Town, selain juga melakukan wisata alam dan kuliner di lain waktu.

HARI 1

Keliling Kota Tua

Naik becak merupakan salah satu cara paling menyenangkan untuk mengeksplor Penang. Mulailah dengan mengunjungi Penang State Museum and Art Gallery yang menempati bekas sekolah Inggris tertua di Asia Tenggara dan menyimpan benda-benda peninggalan penting, seperti koleksi perabotan, perhiasan, kostum, dan porselen Peranakan Baba Nyonya; kemudian lanjutkan perjalanan menuju Fort Cornwallis.

Penang State Museum and Art Gallery

Merupakan salah satu bangunan bersejarah paling menarik di Georgetown, di bagian dalam benteng terdapat beberapa bangunan yang berumur lebih dari satu abad, termasuk kapel, penjara, tempat penyimpanan amunisi, lampu pelabuhan untuk mengatur lalu-lintas kapal, dan beberapa meriam tua.

Kunjungi Pinang Peranakan Mansion untuk mengintip kehidupan Peranakan Baba Nyonya. Di dalam rumah abad 19 ini terdapat paduan eklektik dari ubin Inggris, kerajinan besi Skotlandia, karya seni dan perabotan Eropa, serta panel kayu berukir Cina. Lalu lanjutkan perjalanan menuju St. George’s Church, Goddess of Mercy Temple, Sri Mahamariamman Temple, dan Masjid Kapitan Keling untuk melihat keunikan arsitektur masing-masing bangunan keagamaan tersebut.

Penang Street Art

Kota Tua Georgetown

Kota Tua Georgetown merupakan tujuan favorit bagi penyuka fotografi. Sempatkan berjalan kaki dari Muntri Street ke Weld Quay yang penuh street art karya seniman asal Lithuania, Ernest Zacharevic. Salah satu karyanya yang populer adalah “Boy on a Bike” di Ah Que Street yang menggambarkan seorang anak laki-laki sedang duduk di sepeda motor. Uniknya, sepeda motor dalam lukisan ini nyata, sehingga siapa pun bisa berpose di atas properti tersebut.

Wisata Kuliner

Setelah melewatkan sehari penuh mengelilingi pusat kota George Town, tiba saatnya untuk mengisi perut dengan sejumlah makanan populer khas Penang. Karena George Town merupakan salah satu kota terbaik di Asia untuk wisata kuliner, warung makan dan restoran pun melimpah di sini sehingga pelancong tak akan kekurangan pilihan. Berikut beberapa tempat makan terbaiknya.

Lebuh Kimberley
  • Lebuh Kimberley. Food street populer di pusat pecinan ini mulai ramai ketika malam tiba. Konon inilah salah satu tempat terbaik di George Town untuk mencicipi char kway teow, makanan favorit penduduk lokal berupa kwetiau yang digoreng di atas wajan berapi besar bersama sayuran, cabai, taoge, udang, kerang, dan telur.
  • Lebuh Chulia. Lusinan penjaja jalanan mendirikan gerobak dagangan mereka serta menata meja dan kursi di pinggir jalan di malam hari. Di sini, pejalan dapat menikmati menu favorit lokal, seperti wanton mee (mi pangsit), char kway teow, dan lor bak (snack dari daging ayam atau babi dan lobak cincang yang dibumbui bubuk lima rempah, kemudian dibungkus kembang tahu dan digoreng).
  • Lebuh Keng Kwee. Gang pendek yang letaknya satu blok di selatan Lebuh Kimberley ini terkenal dengan assam laksa (sup seafood dengan kuah asam pedas) dan chendul (cendol khas Penang dengan kacang merah).
  • Lebuh Queen. Jalanan di pusat Little India ini menawarkan sejumlah makanan India terbaik di George Town. Berkunjung kemari, jangan lewatkan mencicipi nasi kandar, masakan khas Malaysia yang berupa nasi putih dengan lauk-pauk, seperti daging ayam, ikan, cumi-cumi, udang, atau sapi yang disiram bumbu kari.

HARI 2

Penang National Park

Terletak di barat laut Penang, taman nasional terkecil di Malaysia ini terdiri hutan hujan, pantai, dan perairan yang biasanya dimanfaatkan oleh para ilmuwan untuk penelitian maupun pelancong untuk menjelajahi keindahan alamnya. Ada dua pantai utama, yakni Monkey Beach di ujung timur laut taman, di mana pengunjung dapat sekalian mendaki bukit menuju Muka Head Lighthouse untuk melihat panorama dari ketinggian – serta Pantai Keracut di barat daya taman nasional dengan akses melalui hutan rimbun.

Pantai Keracut

Saking rimbun dan terpencilnya, pengunjung tak akan melihat laut hingga benar-benar tiba di pantai. Keunikan pantai ini adalah memiliki salah satu dari sedikit danau meromictic di dunia, yakni danau dengan struktur perairan berupa lapisan bertingkat dengan tiap lapisan tidak tercampur secara alami. Di ujung Pantai Keracut juga terdapat tempat konservasi penyu, yang bila beruntung, dapat melihat tukik yang baru menetas.

Cara terbaik untuk mengeksplor taman nasional ini adalah dengan hiking, namun bila enggan berjalan, terdapat banyak kapal di dekat pintu masuk taman nasional yang mengangkut penumpang dari satu pantai ke pantai lainnya dengan tarif sekitar 30 ringgit per orang. (Akses: naik bus Rapid Penang nomor 101)

Batu Ferringhi

Sebelum kembali ke George Town, mampir terlebih dahulu ke Batu Ferringhi, pantai paling ramai dan berkembang di Penang berkat kehadiran resor, toko, butik, dan pasar malam yang membentang di sepanjang Jalan Batu Ferringhi dari Shangri-La’s Rasa Sayang Resort & Spa hingga Golden Sands Resort. Ratusan kiosnya menawarkan berbagai kerajinan tangan, lukisan, suvenir, hingga DVD yang bisa ditawar untuk mendapatkan harga terbaik. Tentu saja, di sini pengunjung juga dapat menikmati makan malam dengan menu favorit warga setempat, seperti sate, char kway teow, chicken biryani, assam laksa, dan mee rebus. (Akses: naik bus Rapid Penang nomor 101)

Lorong Baru

Bila masih lapar, sekembalinya ke George Town dapat menuju Lorong Baru (New Lane) yang dapat diakses dengan berjalan kaki sekitar 10 menit dari Terminal Bus KOMTAR. Konon pelancong yang sudah pernah kemari lebih menyukai tempat ini ketimbang Gurney Drive karena makanan, suasana, dan pengunjungnya yang lebih lokal dan autentik. Beroperasi mulai pukul 16:00 hingga 02:00, ada banyak pilihan makanan di sini, mulai dari popiah (lumpia basah) dan tiram goreng, hingga Hokkien mee dan chee cheong fun (berupa lembaran mi beras yang diisi udang, daging sapi, sayuran, dan bahan lainnya, lalu digulung).

HARI 3

Kek Lok Si Temple

Karena letaknya yang di luar George Town, kebanyakan pelancong yang baru pertama kali ke Penang melewatkan kunjungan kemari. Menjulang dari puncak bukit di kota Air Itam, candi ini merupakan yang terbesar di Malaysia sekaligus salah satu yang paling penting di Asia Tenggara. Daya tarik utamanya adalah Pagoda 10.000 Buddha (Pagoda Rama VI) yang terletak di tengah kompleks.

Terkenal dengan 10.000 patung Buddha pualam dan perunggu di dalamnya, pagoda bertingkat tujuh ini memiliki tiga gaya arsitektur – atapnya bergaya Myanmar, bagian tengah menggunakan desain khas Thailand, dan dasarnya berbentuk oktagonal tipikal bangunan Cina. Pengunjung dapat mendaki ke puncak pagoda untuk menikmati panorama Penang dari ketinggian, atau mengelilingi kompleks candi yang luas melalui kolam ikan, paviliun, dan patung-patung Buddha. (Akses: naik bus Rapid Penang nomor 203)

Penang Hill

Setelah puas mengeliling Kek Lok Si, naiklah bus untuk perjalanan singkat sejauh tiga kilometer ke Penang Hill. Merupakan hill station pertama yang dibangun kolonial Inggris di Malaysia, Penang Hill tak hanya populer karena menyuguhkan pemandangan spektakuler – di mana saat hari cerah dapat sekaligus melihat pegunungan di Langkawi dan utara Kedah, selain mengagumi kelap-kelip lampu George Town di malam hari – namun juga karena iklimnya yang dingin.

Pemandangan dari puncak Penang Hill

Ada dua cara untuk mencapai puncak, yakni berjalan kaki maupun naik kereta funicular dengan tiket dua arah 30 ringgit dan jam operasional mulai pukul 06:30 hingga 23:00. (Akses: naik bus Rapid Penang nomor 204 menuju Penang Hill Lower Station)

Gurney Drive

Kebanyakan orang akan menyarankan pelancong ke Gurney Drive Hawker Centre untuk makan, namun kecuali terpaksa, hal tersebut tidak kami rekomendasikan – hawker centre di Gurney Drive saat ini semakin kehilangan ciri khasnya, selain harganya pun semakin mahal, berbeda dengan pusat makanan jalanan lainnya yang masih autentik dan dikunjungi warga setempat. Tujuan kemari adalah berkunjung ke dua mal terbaik Penang, yakni Gurney Paragon dan Gurney Palaza, baik untuk berbelanja busana, buku, barang elektronik, atau sekadar bersantap di salah satu kafe dan restorannya. (Akses: naik bus Rapid Penang nomor 203 dan turun di Jetty, Pangkalan Weld, lalu naik bus Rapid Penang nomor 103 dan turun di Shell Jalan Kelawei)

TRANSPORTASI

Banyak maskapai menuju Penang, namun yang menawarkan penerbangan langsung hanyalah AirAsia, Batik Air, dan Citilink (dengan pembatasan perjalanan yang tengah berlangsung, Anda dapat mengecek situs resmi masing-masing maskapai untuk mengetahui ketersediaan rute tersebut) dengan durasi 2,5 jam dari Jakarta. Setibanya di bandara, keluar ke Gate Exit 6, lalu naik bus Rapid Penang nomor 401, 401A, 401E ke Terminal Bus KOMTAR atau Jetty seharga 2,70 ringgit selama sekitar 1,5 jam. Untuk menjelajahi kota, dapat berjalan kaki bila masih di kawasan kota tua, atau naik bus seharga mulai 1,40 ringgit untuk tujuh kilometer pertama.

PERKIRAAN BUJET*

Tiket pesawat pp =Rp1.800.000
Bus (RM17,60) = Rp62.000
Sewa becak (RM40) = Rp140.000
Sewa kapal (RM40) = Rp 140.000
Tiket masuk pagoda (RM2) = Rp7.000
Makan 3 hari = Rp1.000.000
Hotel 3 malam = Rp1.800.000
TOTAL = Rp4.949.000
(*Asumsi RM1=Rp3.500)

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here