Jalur Pendakian Doro Ncanga, Tawarkan Pemandangan Sabana ala Afrika

0
3643

Setinggi 2.850 meter, Gunung Tambora yang berada di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ini merupakan salah satu gunung terfavorit para pendaki. Banyak yang rela jauh-jauh kemari demi menaklukkan puncaknya dan melihat kaldera raksasa berukuran tujuh kilometer yang tercipta dari letusan Gunung Tambora di tahun 1815.

Bila tertarik mendaki Gunung Tambora, kamu bisa memilih salah satu dari tiga jalur resmi yang tersedia, yakni Pancasila, Piong, dan Doro Ncanga. Yang disebut terakhir ini merupakan salah satu jalur yang paling nyaman bagi pendaki pemula, karena bisa ditempuh dengan naik kendaraan 4WD dan dipadukan dengan berjalan kaki ke puncak.

Tak hanya itu, pendakian via Doro Ncanga juga menawarkan pemandangan yang luar biasa indah. Di Pos 2, kamu akan menjumpai padang sabana Doro Ncanga yang mengingatkan akan sabana Afrika. Tak heran bila kemudian padang yang terhampar luas di sisi selatan kaki Gunung Tambora ini menjadi tempat favorit para pemburu foto.

Uniknya, bila di sabana Afrika bisa melihat hewan-hewan liar yang sedang merumput, lain lagi dengan sabana di Doro Ncanga. Di sini, kamu akan disuguhkan pemandangan hewan ternak yang sengaja dilepas liar oleh pemiliknya, dari sapi, kerbau, hingga kuda. Yang pasti, ke arah mana pun kamu menjepretkan kamera, dapat dipastikan hasilnya akan fotogenik.

“Jarang pendaki berjalan kaki melewati jalur ini karena hampir 90 persennya sabana,” kata Ary dari The Langkah Travel, saat dihubungi Getlost.id, Selasa (20/10/2020). “Berbeda dengan jalur Pancasila yang hanya bisa ditempuh berjalan kaki, tapi melewati hutan tropis, sehingga sepanjang perjalanan tidak terlalu terik.” Namun tentu saja, masing-masing jalur memiliki daya tariknya sendiri.

Akses ke Gunung Tambora via Doro Ncanga ini sendiri terbagi menjadi tiga pos. Pos 1 adalah gerbang masuk yang terletak dekat dengan kantor Taman Nasional Gunung Tambora. Dari Pos 1 ke Pos 2, kamu akan menggunakan kendaraan 4WD, begitu pula dari Pos 2 ke Pos 3. Total durasi perjalanan dari Pos 1 ke Pos 3 adalah empat jam.

“Biasanya, di Pos 3 ini pendaki akan bermalam di tenda. Barulah keesokan paginya, maksimal pukul 04:00, perjalanan dilanjutkan ke puncak selama dua hingga tiga jam,” jelas Ary. Dengan demikian, kamu bisa menikmati pemandangan matahari yang terbit dari balik tebing timur kaldera Gunung Tambora.

Tertarik mendaki Gunung Tambora? Bila berangkat dari Jakarta, kamu bisa memulai perjalanan dengan terbang ke Sumbawa Besar atau Bima, dengan sebelumnya transit terlebih dahulu di Lombok. Setibanya di bandara, kamu tinggal melanjutkan perjalanan dengan mobil ke basecamp yang dituju.

Ary menyarankan untuk tiba di salah satu dari dua kota tersebut pagi hari, karena perjalanan darat yang ditempuh masih jauh untuk sampai ke taman nasional. Setelah bermalam, barulah keesokan harinya memulai pendakian ke Gunung Tambora.

The Langkah Travel juga menyediakan paket trekking ke Gunung Tambora via Doro Ncanga. Untuk reservasi, kunjungi akun Instagram @thelangkahtravel atau hubungi 082144356010.

Jalur pendakian Tambora sendiri sudah dibuka sejak September 2020 lalu, dengan kuota maksimal 87 orang per hari untuk jalur Doro Ncanga. Lama kunjungan pun dibatasi, yakni dua hari satu malam, dengan setiap tenda maksimal terisi dua orang. Pendaki juga diwajibkan mengenakan masker, membekali diri dengan hand sanitizer, dan membawa surat sehat bebas Covid-19 (hasil rapid test).

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here