Panduan Bepergian dengan Anak Saat Pandemi

0
3569

Bepergian dengan anak sering kali menjadi tantangan tersendiri, terlebih saat melakoninya di situasi yang tidak pasti. Orang tua mesti memerhatikan banyak hal, selain memastikan keselamatan anak selagi mempraktikkan protokol keamanan saat berlibur di tengah pandemi. Berikut ini sejumlah tip bepergian dengan anak selama pandemi.

  • Jangan melakukan perjalanan jika anak menunjukkan gejala, seperti flu, demam, dan penyakit pernapasan lainnya. Ukur suhu tubuh sebelum bepergian, lakukan rapid test atau tes PCR sebelum dan sesudah perjalanan. Lakukan karantina mandiri sebelum dan setelah perjalanan, hindari interaksi dengan kelompok rentan (berusia tua atau memiliki penyakit bawaan).
  • Ingatlah untuk membawa perlengkapan kebersihan ke mana melangkah. Bawalah hand sanitizer yang berguna saat tidak menemukan tempat mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Pantau aktivitas anak, terutama saat ia menyentuh permukaan yang rentan sebagai titik penyebaran Covid-19. Ingatkan anak untuk berhati-hati dan hindari menyentuh permukaan benda mati. Jika terlanjur menyentuh, segera bersihkan tangan.
  • Terbang di masa pandemi, pilihlah kursi dekat jendela yang lebih aman karena tidak berpapasan dengan awak pesawat dan penumpang lainnya. Pesan kursi untuk menghindari duduk di samping penumpang yang bukan bagian dari peserta perjalanan dan duduklah sejauh mungkin dari toilet. Ingatkan anak untuk tetap duduk tanpa melakukan aktivitas intens, seperti jalan-jalan di lorong, menggunakan toilet, atau mengonsumi makanan dan minuman.
  • Lindungi diri dan anak dengan mengenakan masker (bukan yang berbahan scuba dan buff) selagi berada di tempat umum. Kenakan masker (minimal tiga lapis) dengan tepat, pas di area hidung dan mulut, serta menutupi dagu. Sebagai pengamanan ekstra, kenakan juga face shield yang berguna jika anak cenderung menyentuh wajah mereka. Jika bepergian menggunakan pesawat, cari tahu aturan masker yang ditentukan karena masing-masing maskapai menerapkan aturan berbeda.
  • Selain masker, hand sanitizer, face shield, bawalah juga termometer dan obat-obatan pribadi/vitamin. Cari tahu lokasi rumah sakit, klinik, apotek dekat penginapan atau daerah-daerah yang sering dilalui sepanjang pelesiran.
  • Bawalah botol air yang dapat digunakan kembali daripada membeli air. Saat makan dan minum di tempat umum, perhatikan kondisi sekitar, apakah aman untuk melepas masker. Pilihlah tempat makan di luar ruangan untuk menjamin sirkulasi udara. Jangan terlalu lama berada di restoran/kafe, pilihlah hidangan yang cepat disajikan dan disantap.
  • Pilihlah aktivitas di luar ruang, hindari tempat-tempat wisata yang tertutup, seperti museum. Cari tahu jam operasional tempat-tempat wisata yang mungkin berubah di saat pandemi. Beberapa tempat wisata mewajibkan pengunjung untuk melakukan registrasi lebih dahulu sebelum kedatangan. Namun, kalaupun kuota sudah terpenuhi di hari itu, Anda bisa menjatuhkan opsi pada kegiatan lainnya, seperti berjalan-jalan di taman, berkemah, bersepeda, atau sekadar berjemur di pantai-pantai yang sepi.
  • Pilih akomodasi dengan konsep pribadi, seperti vila atau rumah sewa, dibanding menginap di hotel yang memungkinkan berada di antara kerumunan. Pilih akomodasi yang menerapkan protokol keselamatan sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan badan otoritas kesehatan setempat. Cari tahu apa saja fasilitas dan prosedur tambahan terkait pencegahan Covid-19, mulai dari menyediakan pembersih tangan, prosedur pembersihan secara rutin, peringatan mengenai aturan jaga jarak, hingga check-in secara daring. Untuk memudahkan pilihan, carilah properti yang transparan memaparkan program keamanan dan kebersihannya.
  • Saat reservasi atau check-in, mintalah kamar yang tidak ditempati selama tiga hari terakhir. Menurut studi yang dirilis New England Journal of Medicine, virus corona dapat bertahan di permukaan, termasuk di plastik dan besi hingga 72 jam. Sebelum tamu menempati kamar, pastinya pihak hotel sudah melakukan pembersihan secara khusus untuk memastikan tempat tinggal sementara Anda higienis, namun tidak ada salahnya jika membersihkannya lagi secara pribadi.
  • Fokuskan pembersihan di permukaan yang sering disentuh, seperti pada gagang pintu, tombol lampu, remote tv, kamar mandi, dan meja. Untuk kenyamanan, dapat membawa seprai dan selimut sendiri. Untuk sirkulasi udara yang baik, bukalah jendela kamar (jika memungkinkan untuk dibuka) secara berkala selagi menginap. Sirkulasi udara yang baik dapat mengurangi potensi penyebaran virus.

Teks: Priscilla Picauly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here