Unik, 7 Gerai Starbucks Ini Terletak di Lokasi yang Tak Biasa

0
3397

Tercatat per awal 2020, Starbucks mengoperasikan lebih dari 30.000 gerai di seluruh dunia. Dari sekian banyak gerai ini, beberapa di antaranya berlokasi di tempat-tempat unik, mulai dari gerbong kereta, bangunan bersejarah, hingga samping kebun kopi, sehingga gerai itu tak lagi sekadar tempat untuk menikmati kopi, namun menjadi atraksi wisata tersendiri bagi para pelancong.

Berikut ini adalah beberapa gerai Starbucks terunik di dunia yang bisa Anda kunjungi.

Starbucks di samping kebun kopi
Bali, Indonesia

Terletak di samping hamparan kebun kopi, gerai ini tak hanya memiliki interior yang tertata apik dengan menonjolkan kerajinan dan budaya setempat, namun juga menawarkan lebih dari 100 jenis makanan, merchandise, dan racikan minuman unik yang hanya ada di Starbucks Dewata Bali, termasuk Lavender Latte yang terbuat dari espresso, sirup lavender, dan susu.

Pengunjung juga dapat melihat pusat pembibitan kopi Starbucks di lantai dua yang berkonsep rumah kaca serta beratapkan panel kaca untuk memberikan pengalaman open air.

Starbucks dalam replika Shah Mosque
Dubai, Uni Emirat Arab

Gerai ini bukan terletak di sembarang mal, melainkan Ibn Battuta Mall yang merupakan mal bertema terbesar di dunia, dengan masing-masing area menampilkan interior yang terinspirasi oleh tempat-tempat yang dikunjungi oleh penjelajah terkenal, Ibnu Batutah.

Gerai ini sendiri terletak di dalam replika Shah Mosque, dengan langit-langit berkubah yang berselimutkan ubin Persia dan aksen lampu gantung yang cantik.

Starbucks di samping kuil kuno
Shanghai, Tiongkok

Terletak di samping Yuyuan Garden, City God Temple of Shanghai (Chenghuangmiao Temple) merupakan salah satu kuil di Cina yang terkenal dengan arsitektur tradisionalnya. Biasanya, pelancong kemari untuk menikmati suasana Shanghai tempo dulu dengan deretan bangunan kuno di sekitarnya sembari berbelanja dan berwisata kuliner.

Di sini jugalah wisatawan dapat mengunjungi gerai Starbucks yang desainnya tampak menyatu dengan suasana sekitarnya.

Starbucks yang dibangun dengan 2.000 batang kayu
Fukuoka, Jepang

Terletak di kawasan Dazaifu, gerai Starbucks ini terlihat unik karena arsitekturnya yang tak biasa. Gerai tersebut dibangun dengan menggunakan 2.000 batang kayu yang ditumpuk di sepanjang dinding dan langit-langitnya.

Karena Starbucks ini terletak di jalan yang mengarah ke Dazaifu Tenmangu, salah satu kuil terpopuler di Jepang, banyak pelancong yang akhirnya berhenti sebentar di depan gerai ini untuk melihat keindahannya.

Starbucks di dalam bekas lemari besi bank
Amsterdam, Belanda

Terletak di dalam bekas lemari besi Amsterdamsche Bank yang bersejarah, gerai Starbucks ini tak hanya menyuguhkan pengalaman mencicipi kopi, namun juga menawarkan pertunjukan musik dan bahkan teater.

Dirancang bersama para seniman dan pengrajin lokal dengan interior yang didominasi oleh perabotan hasil daur ulang kayu ek dan keramik biru Delft, gerai dengan desain unik ini merupakan salah satu atraksi yang wajib dikunjungi saat ke Amsterdam.

Starbucks di dalam gerbong kereta bertingkat dua
Jenewa, Swiss

Di Jenewa, pelancong yang tak sempat menikmati kopi di pagi hari dapat membeli asupan kafein mereka di gerai Starbucks yang terletak di dalam gerbong kereta.

Beroperasi tiap harinya dengan kereta yang mengangkut penumpang antara Bandara Jenewa kota St. Gallen, gerbong ini terdiri dua tingkat, dengan lantai bawah berfungsi untuk melayani takeaway, sementara lantai atasnya berupa kafe dengan deretan meja dan kursi yang dapat menampung hingga 50 orang.

Starbucks di tengah gunung
California, Amerika Serikat

Ini adalah gerai Starbucks yang benar-benar tidak biasa di Amerika Serikat. Pertama, lokasi gerai ini adalah di tengah gunung, dan kedua, gerai ini berada sekitar 2.500 meter di atas permukaan laut, sebuah lokasi yang tak biasa untuk kedai kopi.

Karena terletak di resor ski Squaw Valley, kebanyakan pegunjung gerai ini adalah para pemain ski dan snowboarding yang ingin menghangatkan diri dengan minuman hangat dan mengisi perut dengan makanan ringan.

Teks: Melinda Yuliani 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here