Hindari Kontak Fisik, FamilyMart di Jepang Pekerjakan Robot untuk Layani Pengunjung

0
2550

Musim panas ini, FamilyMart di Jepang tak cuma meluncurkan sejumlah produk makanan dan minuman musiman baru, namun juga memperkenalkan robot humanoid yang dapat dikendalikan dari jarak jauh.

Robot-robot tersebut diciptakan perusahaan robotika yang berbasis di Tokyo, Telexistence, dan dapat dikendalikan oleh manusia menggunakan headset dan peralatan virtual reality dari lokasi yang berbeda. Robot ini dapat menyimpan makanan siap saji, sandwich, dan minuman di rak-rak toko.

Per Agustus, robot ini akan diuji coba di sejumlah gerai FamilyMart di Tokyo untuk mempelajari cara-cara meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasi. Robot ini sendiri diciptakan untuk membantu para pekerja FamilyMart agar mereka dapat bekerja dari rumah, terutama saat pandemi Covid-19 sedang berlangsung dan ada pembatasan jumlah orang yang berkumpul di satu lokasi.

Jika uji coba berlangsung seperti yang diharapkan, FamilyMart berharap nantinya asisten robot ini akan tersedia di 20 gerai di Tokyo pada 2022.

Robot Canggih

Robot-robot yang berfungsi sebagai asisten untuk membantu kerja manusia di sektor ritel bukanlah konsep revolusioner. Namun yang membedakan robot buatan Telexistence dengan yang lainnya adalah pada awalnya, manusia akan mengoperasikan robot-robot tersebut dari jarak jauh menggunakan peralatan virtual reality dan kontrol sensor gerak untuk mensimulasikan pengepakan dan penumpukan barang.

Seiring waktu, robot berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) tersebut dapat belajar meniru gerakan manusia yang diperlukan untuk melakukan berbagai tugasnya. Menurut Telexistence, menggunakan manusia untuk melatih teknologi AI dapat secara drastis mengurangi biaya pemograman yang kompleks untuk robot-robot ritel pada umumnya.

Sang pembuat robot juga mengatakan bahwa mesin-mesin ritel yang diprogram dapat menghabiskan biaya hingga sepuluh kali lebih banyak dari perangkat kerasnya, dan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikannya.

Saat ini, pengontrol manusia dapat ditemukan di mana saja dan dapat dioperasikan oleh kebanyakan orang. CEO Telexistence Jin Tomioka menjelaskan bahwa teknologi perusahaannya memungkinkan orang merasakan dan mengalami tempat-tempat selain dari tempat mereka berada, sebuah konsep yang dijuluki “telexistence” oleh Susumu Tachi, seorang profesor dari Universitas Tokyo sekaligus pendiri perusahaan startup tersebut, sekitar empat puluh tahun yang lalu.

“Ada sekitar 1,6 juta orang di Jepang, yang karena berbagai alasan tidak aktif di dunia kerja,” kata Tomohiro Kano, General Manager FamilyMart yang bertanggung jawab atas pengembangan waralaba. Di masa depan, robot yang dioperasikan oleh manusia atau menggunakan AI yang dilatih untuk mempelajari perilaku manusia, bakal menjadi hal yang umum di sektor ritel dan industri lainnya.

Robot-robot ini terutama menguntungkan untuk negara-negara seperti Jepang yang populasinya menua dengan cepat, serta untuk kegiatan lain yang harus beroperasi dengan jumlah orang yang lebih sedikit karena pembatasan darurat, seperti saat pandemi Covid-19. Tomioka mengatakan bahwa perusahaannya telah dihubungi oleh banyak hotel, restoran, dan bahkan perusahaan gas dan minyak sejak munculnya kasus positif corona di Jepang.

Profesor Takeo Kanade, seorang ilmuwan robotika di Universitas Carnegie Mellon yang bergabung dengan Telexistence sebagai penasihat pada Februari lalu, percaya bahwa robot-robot dengan kendali jarak jauh ini ke depannya juga dapat digunakan di rumah sakit, sehingga dokter dapat melakukan operasi dari lokasi terpencil. Namun mungkin perlu dua dekade lagi sebelum sebelumnya robot dapat sepenuhnya bekerja di rumah orang.

Bulan lalu, kompleks restoran robot pertama dibuka di Provinsi Guangdong, Cina. Dibuka di kota Shunde dan dibangun oleh Qianxi Robot Catering Group, restoran ini memiliki area terpisah untuk masakan Cina, hot pot, dan makanan cepat saji, serta menampilkan berbagai pilihan hidangan, yang masing-masing diantarkan ke ruang tunggu dalam hitungan detik.

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here