Berlibur sambil Jadi Sukarelawan, Ini Caranya!

Industri pariwisata memang memberikan keuntungan bagi banyak daerah di dunia. Tetapi tak bisa dipungkiri bahwa perjalanan wisata kerap membawa dampak buruk bagi destinasi wisata itu sendiri. Mulai dari kerusakan alam yang menjadi habitat hewan dan tumbuhan setempat, polusi udara, hingga hilangnya nilai-nilai budaya lokal. Menyadari hal ini, tren liburan sambil menjadi sukarelawan dalam kegiatan sosial mulai bermunculan akhir-akhir ini.

Untuk merencanakan liburan dan kegiatan sosial yang sukses dibutuhkan banyak pengetahuan dan persiapan. Ini adalah beberapa informasi yang dapat membantu Anda untuk merencanakan liburan sambil menjadi sukarelawan.

  1. Ketahui jenis liburan yang diinginkan

Apakah Anda berencana berlibur untuk menjadi sukarelawan atau berlibur dengan selingan kegiatan sosial? Berlibur untuk menjadi sukarelawan berarti Anda benar-benar menghabiskan waktu sepenuhnya untuk kegiatan sosial. Buang jauh-jauh rencana bersantai dan berendam di kolam renang, karena komitmen ini mengharuskan Anda untuk menyisihkan waktu hingga seminggu lebih demi melakukan sejumlah kegiatan sosial. Bila pilihan ini dirasa kurang cocok, Anda dapat mempertimbangkan kegiatan sosial berskala kecil yang dapat dilakukan di sela-sela liburan.

Anda mungkin akan lebih senang untuk sekadar merencanakan liburan terlebih dahulu, baru mencari kegiatan sosial yang bisa dilakukan. Saat ini, sudah banyak hotel ramah lingkungan yang mengadakan kegiatan sosial, seperti membersihkan pantai atau menanam pohon. Di beberapa destinasi wisata, Anda bahkan bisa menemukan tur-tur sosial. Salah satunya adalah operator Topology Travel di Tawian yang mengadakan tur Sweet Potato Mama. Dalam tur ini, pelancong diajak membantu ibu-ibu menjual ubi jalar di sore hari. Biaya tiket dari tur ini digunakan untuk mendukung para ibu tersebut yang merupakan orangtua tunggal.

  1. Cari kegiatan sosial yang berarti bagi Anda

Bila ingin menghabiskan waktu liburan untuk melakukan kegiatan sosial, sebaiknya pilih kegiatan yang berarti bagi diri Anda. Entah itu kesejahteraan hewan, penelitian ilmiah, pengajaran, atau kegiatan lainnya yang Anda pedulikan. Beberapa kegiatan sosial, terutama yang melibatkan pengajaran dan perawatan kesehatan, membutuhkan sukarelawan yang memiliki keterampilan. Jika ini adalah bidang yang Anda kuasai, pekerjaan sosial yang Anda lakukan akan semakin berdampak besar.

  1. Tahu apa yang akan dikerjakan

Banyak kegiatan sosial saat liburan yang menyertakan acara tamasya. Namun, ketahuilah bahwa sebagian besar waktu Anda mungkin akan dihabiskan dengan bekerja. Tidak jarang kegiatan ini berlangsung sejak matahari terbit hingga terbenam. Namun melalui kegiatan ini pula, Anda bisa menikmati tempat wisata dengan cara lain.

Misalnya saja, kegiatan sosial yang diadakan REI Adventures ke Machu Picchu. Dalam kegiatan ini para tamu diajak membersihkan tanaman liar dan melakukan pekerjaan kebun di area yang tidak pernah dilihat oleh sebagian besar pengunjung. Melalui kegiatan sosial, Anda juga dapat membangun koneksi dengan tim sukarelawan dan penduduk setempat setelah bersama-sama kerja keras seharian.

  1. Jangan malu bertanya

Mayoritas kegiatan sosial membutuhkan fisik dan mental yang kuat. Tidak jarang orang baru menyadari keterbatasan mereka saat sudah mendaftar menjadi sukarelawan. Untuk menghindari hal ini, Anda sebaiknya mengajukan banyak pertanyaan soal jadwal kegiatan yang akan dilakukan pada pihak penyelenggara.

Informasi yang didapatkan penting untuk mencari tahu apakah Anda akan merasa nyaman dengan kegiatan itu. Ditambah lagi, Anda juga perlu tahu bagaimana mempersiapkan diri secara fisik dan emosional. Jangan malu untuk bertanya, pihak penyelenggara pun ingin memberikan pengalaman yang baik dan berkesan bagi Anda.

Teks: Levana Florentia | Editor: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here