Wisata di Jayapura, Coba Serunya Trekking di Lembah Baliem

0
562

Jauh di timur Indonesia, di antara lekukan Pegunungan Tengah Jayawijaya yang membingkai Lembah Baliem, tinggallah masyarakat Suku Dani. Lembah Baliem mulai populer sejak tahun 1991 ketika menjadi tempat penyelenggaraan festival budaya tahunan terbesar di Papua, yaitu Festival Lembah Baliem. Lembah cantik dengan suku uniknya ini paling cocok dinikmati sambil trekking.

Lembah Baliem sangatlah luas dan mungkin tidak cukup dijejajahi semua karena keterbatasan waktu yang dimiliki. Baliem Valley Resort menawarkan sejumlah paket perjalanan mulai dari lima hingga delapan hari. Keunggulan paket ini adalah para tamu langsung disambut di Bandara Sentani, menginap satu malam, dan city tour di ibu kota Provinsi Papua yang memiliki Danau Sentani itu, sebelum kemudian naik pesawat menuju Wamena. Di akhir hari setelah lelah trekking di Lembah Baliem pun tamu dapat beristirahat di resor mewah yang mengadaptasi rumah honai, arsitektur khas suku Dani.

Wamena sendiri adalah kota mungil yang dipagari gunung dan bukit sehingga hawanya sejuk dan nyaris tanpa polusi. Jangan lewatkan berkunjung ke Pasar Besar di Wamena yang akan membuat serasa berada di Jamaika atau negara-negara yang tersebar di lautan Pasifik. Kesan ini muncul berkat meriahnya warna-warni pakaian yang dikenakan masyarakat Wamena, selain noken (tas rajut khas suku Dani yang dijinjing di kepala) yang juga memiliki warna beragam. Membawa noken untuk berbelanja di pasar merupakan suatu keharusan karena para pedagang tidak menyediakan tas plastik untuk mewadahi belanjaan seperti di pasar-pasar tradisional di tempat lain. Hal ini sangat patut dicontoh untuk mengurangi sampah plastik!

Walau tak menginap di dalam honai yang ada di perkampungan suku Dani seperti paket-paket pada umumnya, paket yang disediakan Baliem Valley Resort termasuk melihat tarian, demonstrasi membuat garam secara tradisional di Desa Jiwika, sekaligus mencicipi pesta bakar batu ala suku Dani. Itu semua masih ditambah dengan melihat mumi panglima perang suku Dani Wim Motok Mabel yang telah menghitam dan dipercaya dapat menyembuhkan penyakit dan membawa keberuntungan.

Tip:

  • Tisu basah dan kering sangatlah penting karena kebanyakan desa di pedalaman Lembah Baliem tidak memiliki toilet.
  • Bawa camilan penambah tenaga, seperti cokelat dan biskuit selama trekking.
  • Sebagai ajang sosialisasi, sediakan beberapa bungkus rokok untuk dibagikan sebagai pengganti uang bila ingin memotret penduduk desa dan permen untuk anak-anak yang akan ditemui sepanjang jalan.
  • Lokasinya di dataran tinggi membuat nyamuk malaria tidak dapat hidup di Wamena maupun Lembah Baliem, sehingga sebenarnya tak perlu meminum obat anti malaria. Kecuali bila ingin menghabiskan waktu beberapa hari di Jayapura, berhubung nyamuk malaria hanya hidup di daerah pesisir. Walau begitu, selalu sedia krim anti-nyamuk jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
  • Jangan lupa losion tabir surya. Walau rata-rata cuaca di Lembah Baliem dingin, di siang hari panas bisa sangat menyengat.

Akses: Lembah Baliem bisa dicapai dari Jayapura dengan Lion Air atau Batik Air dari Jakarta dengan penerbangan langsung, kemudian dilanjutkan dengan penerbangan menuju Wamena dengan Wings Air atau Trigana Air.

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here