Mengintip Pesona Anambas, Raja Ampat Versi Indonesia Barat

0
187

Dijuluki Raja Ampatnya Indonesia Barat, nama Kepulauan Anambas melambung ketika CNN memilih salah satu pulau di sini sebagai pulau tropis terbaik di dunia. Meski aksesnya masih terbatas dan mengharuskan pejalan menempuh perjalanan panjang, Anambas tetap menarik bagi yang ingin menemukan surga baru.

Berada di Anambas, jangan lewatkan beberapa hal berikut ini.

1. Menikmati Kopi

Kedai kopi di Kepulauan Riau adalah tempat yang tak pernah sepi pengunjung. Sehabis azan subuh, berbagai kedai kopi mulai buka untuk melayani warga yang ingin sarapan sambil mengobrol sepulang dari masjid. Sebelum terhidang, biji kopi disangrai terlebih dahulu agar mengeluarkan aroma yang kuat, baru kemudian digiling dan diseduh. Kedai kopi yang paling terkenal di Tarempa adalah Kedai Kopi Murai di Jalan Hang Tuah. Tak sulit menemukannya karena letaknya persis di tepi jalan besar.

2. Mencicipi Jajanan 

Pagi adalah waktu terbaik untuk mencicipi aneka jajanan pasar yang dijual di sepanjang jalan utama Tarempa dan tak jauh dari pasar ikan yang tak pernah sepi sejak subuh. Para penjaja kue menggelar dagangan mereka di sepanjang jalan utama dan biasanya berdekatan dengan kedai kopi. Otak-otak, bacang, dan luti gendang adalah penganan yang paling banyak dijajakan. Luti gendang mirip panada khas Manado, yaitu roti goreng berbentuk lonjong dengan isi potongan tongkol di dalamnya. Karena daerahnya kaya akan ikan, khususnya tongkol, hampir semua makanan menggunakan tongkol. Waktu terbaik untuk berburu jajanan pasar adalah pukul 06:00 hingga 08:00, sehingga perlu bangun pagi.

3. Makan Mi Tarempa

Walau sudah bisa dinikmati di Batam, Bintan, dan bahkan Jakarta, tak ada yang mengalahkan sensasi bersantap makanan khas di tempat asalnya. Mirip kwetiau, mi Tarempa disajikan dengan potongan tongkol atau sotong. Mi Tarempa tersedia dalam dua pilihan, yaitu goreng dan berkuah kental, serta dimasak dengan bumbu cabai yang tingkat kepedasannya bisa disesuaikan. Mi kemudian dihidangkan bersama beberapa potong luti gendang.

4. Air Terjun Temburun

Berlokasi di Desa Temburun, Siantan Timur, air terjun ini memiliki kontur yang bertingkattingkat dan curahan air yang jatuh ke laut. Terdapat dua cara untuk mencapainya, yaitu melalui jalan darat dengan kondisi jalan curam, licin, dan berlubang – atau naik pompong yang bisa disewa dari Pelabuhan Tarempa. Cara kedua sangat disarankan karena selama satu jam perjalanan, penumpang akan diajak berkeliling air terjun dari pantai.

5. Vihara Gunung Dewa Siantan

Vihara di Kampung Tanjung Lambai, Siantan, yang berwarna cerah ini berlokasi di lereng bukit yang dirimbuni pepohonan. Bagian depannya memiliki lapangan yang cukup luas dengan bagian bawah penuh pilar kayu untuk menopang kuil yang dibangun di atas bebatuan cadas ini. Para penyuka fotografi pun tak akan kekurangan objek di sini, karena selain bangunan vihara berwarna cerah, lukisan-lukisan di dindingnya juga menarik perhatian.

6. Belajar Sejarah

Dibangun pada 1880, Masjid Baiturrahim awalnya berlokasi di Pantai Kukup dan bernama Masjid Teluk Siantan. Karena sering terendam air laut, masjid ini kemudian dipindahkan ke tengah kota dan dibangun ulang oleh arsitek India dengan pengawasan ketat dari tentara Belanda. Kini, meski di sekeliling masjid sudah dipadati bangunan bertingkat, namun keelokannya tetap menyita perhatian siapa pun yang melintas.

Baca juga: Surga Dunia Itu Ada di Pulau Bawah

7. Jelajah Pulau

Dari 255 pulau di Kepulauan Anambas, hanya 26 pulau yang berpenghuni. Pengunjung dapat keliling pulau dengan menyewa pompong (kapal kayu) milik nelayan atau speedboat milik Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Anambas. Pulau-pulau berikut kerap dikunjungi wisatawan karena dikelilingi pantai-pantai indah berpasir putih.

  • Pulau Penjalin. Dengan speedboat, butuh dua jam dari Tarempa untuk mencapai pulau tak berpenghuni ini. Berada di garis terluar Kepulauan Anambas, ombak di sini kerap tinggi karena tak banyak pulau di sekelilingnya. Namun setibanya di pulau dengan garis pantai sepanjang dua kilometer ini, perairan yang dangkal dan tenang menyediakan tempat yang menyenangkan untuk snorkeling atau berenang sebelum menggelar keranjang piknik. Bawalah bekal yang cukup karena tak ada fasilitas apa pun di sini.
  • Pulau Bawah. Pernah menjadi salah satu pulau tropis favorit pilihan CNN, pulau ini sudah lama didatangi wisatawan asing yang ingin menjauh dari keramaian sambil menikmati keindahan alam. Saat ini, Bawah Reserve merupakan satu-satunya akomodasi yang beroperasi di pulau tersebut, dengan batas maksimal 70 orang tamu untuk sekali kunjungan.
  • Pulau Durai. Masyarakat setempat menjulukinya Pulau Penyu, karena pulau ini hanya dihuni oleh para petugas konservasi penyu, berhubung merupakan lokasi penyu sisik dan penyu belimbing bertelur. Sore hari adalah waktu terbaik untuk menyaksikan penyu-penyu yang berdatangan di pantai yang luas ini.
  • Pulau Letung. Sekitar dua jam naik kapal dari Tarempa, pulau ini memiliki garis pantai terpanjang di Provinsi Kepulauan Riau. Dinamai Padang Melang, pantai berpasir putih ini dihiasi pepohonan kelapa dan cemara, selain tersedia gazebo untuk beristirahat, warung, dan toilet.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here