Kota-kota Populer dengan Tarif Taksi Konvensional yang Lebih Murah Ketimbang Uber

Aplikasi berbagi tumpangan seperti Uber identik dengan perjalanan yang murah dan efisien, namun masih ada beberapa kota di dunia yang tarif taksi konvensionalnya lebih murah ketimbang Uber. 

0
215

Bila Anda sedang menjelajahi kota yang asing dan baru, terutama saat berada di luar negeri, Anda barangkali menganggap lebih murah untuk mencapai suatu tujuan dengan naik Uber. Sebagai aplikasi berbagi penumpang terbesar di dunia, Uber memang menawarkan tarif yang kompetitif dan tampilan aplikasi yang ramah pengguna – namun rupanya Uber tak selalu menjadi opsi termurah.

Di Riyadh, Arab Saudi, misalnya, Uber menjadi semakin populer dan bahkan memiliki fitur khusus yang memungkinkan pengemudi wanita memilih preferensi untuk pengendara wanita saja. Tetapi bila memilih taksi konvensional di ibu kota Arab Saudi ini akan lebih murah dan menghemat 3,22 euro (sekitar Rp 50.000) per kilometer.

Di New York, lebih murah untuk menghentikan taksi kuning di jalan ketimbang naik Uber dengan perbedaan sekitar 0,43 euro (Rp 6.700) per kilometer. Sementara di Milan, taksi juga lebih murah 0,82 euro atau Rp 12.800 per kilometer.

Data ini berdasarkan laporan dari Globehunters, yang meneliti biaya per kilometer mengendarai Uber dibandingkan memanggil taksi di 55 kota yang paling banyak dikunjungi di dunia, untuk melihat di mana penghematan dapat dilakukan dengan memilih satu moda transportasi ketimbang yang lain. Selain kota-kota yang telah disebutkan sebelumnya, laporan ini juga menemukan bahwa Lisbon, Porto, Madrid, dan Seoul adalah kota-kota besar lainnya tempat pengunjung dapat mendapatkan harga lebih murah bila menggunakan taksi konvensional.

Namun, hanya 11 kota dalam laporan tersebut yang menawarkan harga taksi lebih murah ketimbang aplikasi berbagai penumpang. Di Athena dan Istanbul, harganya sama. Sementara di Cancun, memilih Uber ketimbang taksi konvensional akan menghemat 1,27 euro (Rp 19.800) per kilometer, di Amsterdam menghemat 1,03 euro (Rp 16.000) per kilometer, di Munich 0,90 euro (Rp 14.000), di Toronto 0,73 euro (Rp 11.300), di Sydney 0,42 euro (Rp 6.500), dan di Los Angeles 0,35 euro (Rp 5.400).

Di London, Anda sebenarnya dapat mendapatkan tarif yang lebih murah bila naik Uber, yakni sekitar 0,99 euro (Rp 15.400) per kilometer. Namun sayangnya keberadaan Uber di kota ini kemungkinan tidak bertahan lama, karena otoritas transportasi London pada akhir November 2019 lalu membuat keputusan mengejutkan untuk tidak memperpanjang izin operasi Uber karena layanan taksi daring tersebut tidak memenuhi standar yang diperlukan, termasuk kerentanan dalam aplikasi Uber yang memungkinkan pengemudi yang tidak sah membawa ribuan penumpang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here