Tak Bat, Tradisi Ratusan Tahun nan Sakral

0
229

Waktu merupakan teman terbaik di Luang Prabang, kota tua di utara Laos yang santai, dan hal ini pun ditularkan ke para wisatawan yang berkunjung. Walau begitu, sisihkan waktu di pagi hari, bahkan sebelum matahari memendarkan sinarnya untuk menyaksikan Tak Bat, ritual sakral yang menarik pelancong untuk bertandang ke kota yang dianugerahi UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada 1995.

Ritual pemberian makan kepada para biksu ini sudah berlangsung selama 600 tahun. Masyarakat Laos percaya bahwa memberi makan para biksu dapat mendatangkan karma baik. Warga akan duduk di bangku pendek di tepi jalan, dengan bakul-bakul berisi makanan, biasanya berupa nasi ketan, buah-buahan, dan kue-kue tradisional.

Walau prosesi dimulai sekitar pukul 05:30, para pemberi sedekat mesti bersiap satu atau dua jam sebelumnya. Prosesi dimulai di jalan utama Luang Prabang, seperti di Jalan Sisavangvong, kemudian menyebar ke jalan-jalan sekitarnya. Wisatawan juga dapat berpartisipasi dengan berbekal makanan yang bisa dibeli di pasar atau minta disiapkan hotel tempat menginap.

Untuk menjadi biksu, seseorang harus meninggalkan keluarga dan kampung halaman untuk tinggal di biara. Setiap hari, para biksu bangun sebelum matahari terbit (biasanya sekitar pukul 03:30) untuk meditasi dan melantunkan pujian selama satu jam. Setelahnya, mereka akan menyusuri jalanan kota dengan bertelanjang kaki untuk mengumpulkan makanan yang diberikan penduduk setempat.

Etika Mengikuti Tak Bat

Jika berminat untuk mengikuti prosesi Tak Bat atau hanya menjadi penonton, diwajibkan untuk mematuhi sejumlah etika dan ketentuan yang berlaku, antara lain:

  • Tak Bat berlangsung tanpa suara, hormati prosesi dengan tidak membuat kegaduhan.
  • Jangan terlalu frontal jika ingin memotret. Jaga jarak dengan para biksu dan jangan gunakan lampu kilat.
  • Jika ingin mengikuti prosesi Tak Bat, bersiaplah berlutut atau duduk di bangku pendek dalam waktu lama.
  • Peserta mesti melepas alas kaki, termasuk kaus kaki.
  • Bagi peserta wanita, tidak diperbolehkan bersentuhan dan berbicara dengan biksu, sehingga harus menunduk ketika memberikan sedekah.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here