10 Petualangan Seru yang Wajib Masuk Bucket List

0
89

Berbagai aktivitas mengagumkan ini tak ada di tempat lain, sehingga bila melakukannya tak hanya menyumbangkan kenangan perjalanan tak terlupakan, namun juga kebanggaan tersendiri, terutama bila menyangkut fenomena alam langka.

Safari di Maasai Mara National Reserve, Kenyaa
Menyatu dengan Alam Afrika

Maasai Mara National Reserve merupakan padang rumput seluas 1.500 kilometer persegi yang dihuni singa Maasai, cheetah Tanzania, Zebra, antelop, gajah Afrika, wildebeest, banteng Afrika, badak hitam, dan macan tutul yang kerap terlihat di atas pohon. Beberapa satwa tersebut jumlahnya kian berkurang secara signifikan, sehingga dapat melihat mereka di habitat aslinya merupakan kebanggaan tersendiri. Dengan paket glamour camping, pengunjung dapat tidur di tenda eksotis berkualitas, berkeliling naik jip terbuka, memotret binatang, berinteraksi dengan suku Maasai, dan menikmati pemandangan matahari terbenam yang spektakuler. Sedangkan yang berjiwa petulang dapat ke Campi ya Kanzi bersama pemandu selama satu hari atau mendaftarkan diri sebagai sukarelawan selama satu minggu untuk membantu merekam lokasi penampakan singa melalui GPS, mengamati pergerakan kawanan singa, dan merangkum data yang didapat tersebut untuk penelitian.

Exit Glacier Walking Tour, Alaska, Amerika Serikat
Berdebar-debar di Retakan Es

Dapat melihat glasier atau kumpulan salju yang tampak bagai gurun putih merupakan pengalaman tak terlupakan. Tak hanya itu, bunyi es yang retak dan meluncur ke permukaan laut pun seketika menebarkan teror sekaligus takjub. Dengan Exit Glacier Walking Tour yang berangkat dari Seward, kota kecil di Kenai Peninsula Borough yang beriklim sub-artik, peserta akan dibawa trekking menyusuri jalan setapak dan dek observasi, sehingga mata dan telinga akan selalu dibuat waspada untuk menikmati hamparan glasier yang volumenya terus berkurang dari tahun ke tahun akibat pemanasan global.

Hiking di Tepi Sungai Danube
Dari Budapest ke Krakow

Budapest terbentuk dari gabungan dua kota, yaitu Obuda dan Pest yang dipisahkan Sungai Danube yang merupakan sungai terpanjang di Eropa. Jika bosan menyusuri Sungai Danube dan melihat keanggunan bangunan dan menginginkan kegiatan luar ruang yang memacu adrenalin, tersedia tur berjalan kaki dari Hungaria ke Polandia dengan melewati Slovakia. Perjalanan delapan hari tersebut dimulai dari kota Szentendre Hungaria dan akan berakhir di Kraków, Polandia. Terdengar melelahkan, namun tur ini berjadwal santai dengan banyak pemberhentian dan rata-rata per hari menempuh 16 kilometer. Salah satu lokasi pemberhentian yang menyajikan pemandangan menakjubkan adalah Banska Stiavnica di Slovakia. Kota kecil ini terhampar di lembah bekas kaldera dari gunung api purba dan kini termasuk dalam daftar UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia.

Wae Rebo, Flores
Satu Rumah Delapan Keluarga

Wae Rebo merupakan kampung tradisional suku Manggarai yang menghuni mbaru niang, rumah adat berupa bangunan kayu bertingkat lima, berbentuk kerucut, dan beratap ijuk yang mampu menampung hingga delapan keluarga. Karena berada di tengah pegunungan yang tertutup hutan, belum ada kendaraan yang dapat menembus desa ini, sehingga pengunjung harus berjalan kaki selama empat jam dari Denge untuk mengaksesnya. Bila berencana ke Wae Rebo, alokasikan setidaknya tiga hari, di mana hari pertama untuk naik mobil melewati jalan berliku menuju Denge, kemudian bermalam di Denge dan keesokan harinya trekking menuju Wae Rebo selama empat jam dan bermalam di Wae Rebo dengan membayar Rp 325.000 per orang untuk akomodasi dan makan selama dua hari. Jumlah Mbaru niang di Wae Rebo hanya boleh tujuh, dengan 95 persen rumah menggunakan ikatan rotan yang membuat bangunan tersebut lebih fleksibel dan adaptif terhadap gempa.

Bersepeda Listrik dari Lausanne ke Bern, Swiss
Liburan Sehat

Banyak kota di Eropa menyenangkan untuk dijelajahi naik sepeda dan kota-kota di Swiss yang dikelilingi Pegunungan Alpen termasuk di antaranya. Swiss banyak menawarkan tur naik sepeda listrik yang bahkan berdurasi hingga enam hari. Tur bermula di Lausanne dengan melewati perkebunan anggur di Savigny yang dikenal sebagai produsen anggur terbaik dan berakhir di Bern. Walau dari kota ke kota mengendarai sepeda, tur ini tidak melulu bersepeda, karena peserta juga akan diajak mencicipi beragam pengalaman menarik, seperti menaiki gondola ke puncak Tsanfleuron Glacier, makan malam di restoran ternama berbintang Michelin, hingga menikmati layanan spa yang akan melenyapkan segala penat.

Lembah Baliem, Papua
Memahami Suku Dani

Sejauh mata memandang, hanya perbukitan hijau dan pegununganlah yang terlihat di Lembah Baliem. Merupakan tempat tinggal suku Dani, trekking di sini tak hanya diajak mengeksplor keindahannya, namun juga mengunjungi desa-desa tradisional untuk memahami suku pedalaman yang hidup selaras dengan alam. Atraksi yang paling ditunggu-tunggu adalah kesempatan bermalam di honai (rumah tradisional Dani) dan melihat mumi panglima perang Wim Motok Mabel yang telah menghitam dan dipercaya dapat membawa keberuntungan di Distrik Kurulu. Bila tak ingin trekking, disarankan datang ketika digelar Festival Lembah Baliem setiap Agustus (tanggalnya berubah-ubah setiap tahun) yang menampilkan berbagai budaya suku Dani, mulai dari atraksi perang hingga tarian tradisional.

Rammang-rammang, Maros, Sulawesi Selatan
Desa Tersembunyi

Hamparan bukit karst di Desa Berua dapat diakses dengan menyusuri Sungai Pute yang tenang dengan perahu kayu bermotor (katinting). Objek wisata yang bermula dari swadaya masyarakat setempat ini semakin ternama sejak beredar di media sosial, sehingga keberadaannya tersebar dari mulut ke mulut. Desa tersembunyi ini diakses dengan naik perahu selama 20 menit menyusuri sungai yang ditumbuhi berbagai spesies bakau, di mana tersedia dermaga yang dibangun atas swadaya masyarakat, begitu pun penyewaan perahu dan akomodasi bagi yang ingin menginap. Hamparan karst di Maros sendiri luasnya mencapai 45.000 hektar, dan merupakan yang terbesar kedua di dunia setelah Shilin di Tiongkok. Di antara karst ini terdapat instalasi gua yang terpanjang dan terdalam di dunia dengan total 268 gua.

Gurun Gobi, Mongolia
Berpetualang di Gurun Purba

Membentang sepanjang 1.500 kilometer di selatan Mongolia, hamparan pasir seluas 500.000 mil ini dulunya tempat dinosaurus berkeliaran. Karena sangat luas, operator membagi Gurun Gobi menjadi beberapa wilayah, tergantung aktivitas. Bagi yang ingin melihat fosil dinosaurus, termasuk melihat telur dinosaurus dan jejak kaki Titanosaurus terbesar di dunia yang baru ditemukan awal Oktober 2016, tur mengarah ke barat laut. Sedangkan kawasan timur Gobi yang terdiri rangkaian bukit pasir Khongoryn Els sepanjang 100 kilometer dan setinggi 300 meter cocok untuk naik unta dan bermain sandboarding, selain memiliki hamparan pasir yang sering berganti warna dalam satu hari. Bila ingin melihat satwa liar, kunjungi Southern Altai Gobi Nature Reserve yang merupakan habitat bagi berbagai fauna endemik Gurun Gobi, seperti kuda przewalski yang terancam punah, beruang gobi, unta baktria, dan macan tutul salju yang kerap terlihat di musim dingin.

Grand Canyon, Arizona, Amerika Serikat
Keliling Ngarai Naik Helikopter

Lebar Grand Canyon lebih dari 11 kilometer dan dalamnya mencapai 1,5 kilometer. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk menikmati keindahan ngarai bertebing terjal tersebut adalah dari udara. Dengan cara ini jugalah wisatawan dapat melihat kedahsyatan alam yang terjadi akibat kikisan Sungai Colorado selama jutaan tahun. Kebanyakan tur helikopter berangkat dari Grand Canyon National Park Airport di Tusayan, atau dari Las Vegas, Nevada, dan Sedona. Harganya pun bervariasi, yaitu mulai 175 dolar AS, tergantung durasi, lokasi keberangkatan, dan aktivitas tambahan, seperti berkuda dan naik perahu. Jangan lewatkan juga Grand Canyon Skywalk atau jembatan gantung serta berdinding dan berlantai kaca pada ketinggian 1.450 meter untuk melihat dasar jurang. Sangat direkomendasikan bagi yang tidak takut ketinggian!

Waitomo Glowworm Caves, Selandia Baru
Gua Berkilauan

Nama tempat ini berasal dari kata dalam bahasa Maori, yaitu “wai” (air) dan “tomo” (lubang). Waitomo Glowworm Caves yang terhubung dengan Ruakuri Cave dan Aranui Cave memiliki sungai sepanjang 250 meter. Untuk mengakses gua ini harus melalui tiga tingkatan kedalaman ruang, yang masing-masing diberi nama Catacombs, Banquet Chamber (yang biasanya merupakan tempat pengunjung untuk beristirahat sekaligus makan), Cathedral, dan baru kemudian terdapat perahu untuk menyusuri sungai. Berada di Waitomo Glowworm Caves bagai berada di planetarium karena gua gelap ini diterangi oleh jutaan cacing Arachnocampa luminosa, spesies cacing yang hanya ada di Selandia Baru dan dapat memendarkan cahaya biru. Karena pemandangan unik ini banyak pejalan yang memasukkan Waitomo ke dalam bucket list mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here