Stadion Utama GBK, Ikon Earth Hour 2018

Setidaknya 180 negara di dunia, termasuk 60 kota di Indonesia, akan berpartisipasi dalam kampanye Earth Hour 2018.

0
977

WWF-Indonesia bekerja sama dengan Indonesian Asian Games Organizing Committee (INASGOC) dan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) untuk memadamkan lampu penerangan dan dekorasi di Stadion Utama Gelora Bung Karno selama satu jam, yakni pukul 20:30 hingga 21:30, pada Sabtu, 24 Maret 2018, sebagai simbol kepedulian pada isu-isu lingkungan dan perubahan iklim.

Earth Hour adalah kampanye global yang diinisiasi oleh WWF sejak 2007 di Sydney. Pada 2009, Indonesia mulai mengikuti kampanye tersebut, dengan selama sepuluh tahun berikutnya tercatat setidaknya ada 67 kota yang berpartisipasi. Momen Earth Hour kemudian berubah menjadi gerakan akar rumput dengan merangkul lebih dari 1.500 sukarelawan yang tergabung dalam Komunitas Earth Hour di 31 kota di Indonesia. Earth Hour secara global bukan lagi aksi satu jam memadamkan lampu, namun sudah berhasil mengadvokasi kebijakan terkait mitigasi perubahan iklim di berbagai negara di dunia.

“Setelah sepuluh tahun, Earth Hour menjadi sebuah gerakan global dan nasional di mana kita bisa melihat ribuan aksi dilakukan oleh publik untuk menyelamatkan bumi,” kata Rizal Malik selaku CEO WWF-Indonesia.

“Dengan bangga kami mencatat partisipasi Gelora Bung Karno dalam aksi simbolis pemadaman lampu selama satu jam. Sebagai ikon baru kebanggaan nasional, GBK menjadi simbol kemajuan pola pikir dan sikap masyarakat dan pemerintah Indonesia terhadap isu-isu lingkungan dan perubahan iklim yang kita alami saat ini.”

Komplek Gelora Bung Karno tak hanya berpartisipasi dalam Earth Hour, namun juga memiliki misi menjadi paru-paru kota bagi Jakarta, sebagai daerah resapan air dan ruang terbuka hijau, serta sebagai objek wisata dan prasarana komunikasi sosial.

Winarto selaku Direktur Utama PPK GBK mengatakan, “Tahun 2018 adalah tahun kebangkitan olahraga nasional, di mana kita kembali menjadi tuan rumah Asian Games setelah Asian Games ke-4 tahun 1962 lalu. GBK banyak berbenah untuk menyediakan sarana olahraga terkini, yang juga mendukung konsep kerberlanjutan dan ramah lingkungan.”

Asian Games 2018 yang akan segera menggunakan sarana olahraga di GBK mulai 18 Agustus hingga 2 September 2018 juga menyampaikan komitmennya untuk melaksanakan pesta olahraga yang ramah lingkungan.

“Asian Games 2018 Jakarta & Palembang sudah dicanangkan ramah lingkungan. Lihat bagaimana perubahan di kawasan Gelora Bung Karno, kini semua pagar yang ada sudah dihilangkan sehingga akan membuat pengunjung dapat berjalan kaki dari satu venue ke venue. Oleh sebab itu, saya akan terus mengajak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat yang akan menonton pertandingan Asian Games 2018 dengan berjalan kaki,” kata Erick Thohir selaku Presiden INASGOC .

Asian Games 2018 berusaha menampilkan citra Indonesia yang walau beragam, namun tetap satu, dengan memilih tiga satwa langka Indonesia sebagai maskotnya. Dinamai Bhin-Bhin, Atung, dan Kaka, ketiga maskot ini adalah Burung Cenderawasih, Rusa Bawean, dan Badak Jawa bercula satu. Pemilihan maskot ini juga didasari pada kepedulian Asian Games terhadap kekayaan hayati Indonesia yang semakin menyusut karena hilangnya habitat dan ancaman perdagangan satwa liar yang dilindungi.

“Selain komitmen untuk ramah lingkungan, Asian Games 2018 juga mendukung upaya WWF di Indonesia untuk menghentikan perdagangan satwa dilindungi. Kami akan membantu mengedukasi publik mengenai biodiversity, dan akan menghimbau para atlet peserta Asian Games untuk mendukung kampanye “Asia Says No to Illegal Wildlife Trade” yang akan diluncurkan oleh WWF di seluruh Asia pada Juni 2018 nanti,” lanjut Erick.

Sejumlah pihak lain yang berpartisipasi dalam Earth Hour 2018 antara lain Gerakan Pramuka, Pemprov DKI, berbagai gedung perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, serta masyarakat umum yang tergabung dalam berbagai komunitas. Tahun ini, 13 bandara yang tergabung dalam Angkasa Pura I juga akan berpartisipasi, yaitu bandara di Denpasar, Makassar, Mataram, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Semarang, Balikpapan, Banjarmasin, Ambon, Kupang, Manado, dan Biak. Pemadaman lampu bakal serentak dilakukan pada 24 Maret 2018 pukul 20:30 hingga 21:30 waktu setempat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here