Situs-situs Menyelam di Raja Ampat

0
735

Dengan lebih dari 1.200 spesies ikan, 600 jenis koral, dan 699 jenis mollusca, tak heran Raja Ampat menawarkan situs menyelam kelas dunia. Dari segi luas wilayah, Raja Ampat delapan kali lebih besar dibandingkan Wakatobi, sehingga menyelam di sini memang tidak dapat hanya dalam satu kunjungan. Berikut situs-situs menyelam favorit di Raja Ampat, yang terbagi antara wilayah utara, tengah, dan selatan.

Wilayah Utara

Pionir menyelam di Raja Ampat adalah Papua Diving (papua-diving.com) di Pulau Kri, dekat Pulau Mansuar. Max Ammer, sang pemilik, dan warga setempatlah yang mencari dan memetakan situs menyelam di sekitar Kri dan Mansuar yang berjumlah lebih dari 30, dan kini menjadi situs-situs terbaik di utara Raja Ampat. Letaknya pun tak jauh dari kedua resor milik Papua Diving, sehingga pilihan terbaik untuk resor menyelam adalah dengan sang pionir.

  • Cape Kri 

Merupakan house reef Sorido Bay Resort milik Papua Diving, ahli ikan Dr. Gerry Allen pernah menemukan 374 spesies ikan yang berbeda dalam satu kali penyelaman. Di timur laut Pulau Kri, arus menyapu ke arah perairan sempit antara Kri dan pulau kecil bernama Koh. Kawanan trevally, barakuda, dan kakap sering terlihat di sekitar dinding karang di sini. Di dasarnya pada kedalaman 38 meter terdapat jangkar yang sering diseliweri kawanan sweetlips. Di bagian dangkal dari situs ini terdapat taman koral yang sesekali dilintasi hiu karang blacktip dan penyu. Situs ini saat terbaiknya diselami menjelang senja atau justru pagi-pagi sekali, ketika berbagai biota laut sedang mencari mangsa.

  • Sardine Reef

Jangan terkecoh dengan namanya, karena di situs ini tidak ada ikan sardin. Nama ini diberikan karena konsentrasi ikan di situs ini begitu tinggi, sehingga mengingatkan akan sekaleng sarden. Sekitar 10 menit naik kapal dari Pulau Kri, karang yang puncaknya berada di lima meter ini juga memiliki konsentrasi biota laut yang tinggi, terutama ketika sedang disapu arus kuat.

  • Manta Sandy & Manta Slope

Terletak 25 menit dari Pulau Kri, kedua situs yang menjadi ikon Raja Ampat ini letaknya berdekatan dan merupakan situs cleaning station manta ray, sehingga hampir sepanjang tahun manta ray terlihat di sini. Hanya saja jumlahnya bervariasi, bergantung musim. Kedua situs yang terletak berdekatan ini dapat dimanfaatkan operator untuk menekan angka penyelam seminimum mungkin di dalam air sehingga tidak terlalu ramai. Bila Manta Sandy sudah dimasuki penyelam dari grup lain, operator dapat membawa para tamunya ke Manta Slope, begitu pula sebaliknya.

  • Blue Magic

Berlokasi sekitar 15 menit dari Pulau Kri, situs ini memiliki semuanya. Terdiri dari pinnacle yang menjadi tempat hidup ikan karang besar maupun kecil, penyelam dapat melihat nurse shark sepanjang dua meter hingga pygmy seahorse jenis Hippocampus denise yang berwarna kuning dan seukuran dua sentimeter. Bagian atas situs ini tertutup koral keras dengan beberapa karang meja yang diameternya mencapai tiga meter, yang menyediakan persembunyian bagi hiu Wobbegong maupun epaulette shark yang merupakan spesies endemik Raja Ampat.

  • Mios Kon

Pulau tak berpenghuni ini pohon-pohonnya dihuni ribuan kelelawar. Dikelilingi hamparan terumbu karang, letaknya sekitar 10 menit dari Pulau Kri. Mios Kon adalah situs alternatif untuk penyelaman tanpa arus di Raja Ampat, yang dapat diselami oleh penyelam dari berbagai level.

  • Mike’s Point

Mike adalah nama anak pertama Max Ammer, pemilik Papua Diving. Berlokasi hanya lima menit naik kapal ke arah utara dari Pulau Kri, situs ini paling ideal diselami di pagi hari, ketika air belum pasang dan arus belum terlalu kencang. Bebatuan yang menyembul di permukaan air menawarkan topografi unik, sementara pemandangan bawah airnya merupakan paduan gua, overhang, pinnacle, dan dataran yang dipenuhi kipas gorgonia beraneka warna. Dengan kedalaman maksimal sekitar 40 meter, penyelaman akan berakhir di sekitar empat meter dengan air di permukaan yang bergejolak menghantam batu. Sebelum mengakhiri penyelaman, pemandu selam biasanya akan menunjukkan keberadaan electric clam di celah dinding karang.

  • The Passage

Ngarai sempit antara Pulau Gam dan Waigeo ini mirip sungai, dan walau tidak dalam – hanya sekitar 20 meter – situs ini hanya ditujukan bagi penyelam berpengalaman akibat kondisi arusnya yang kuat dan tidak terduga. Menyelam di sini menawarkan pengalaman unik, selain perjalanan ke sini pun menjadi petualangan tersendiri karena kapal akan berkelok-kelok melewati ratusan pulau karst yang menyembul di permukaan air di Teluk Kabui. Arus kuat di sini membawa nutrisi yang banyak bagi biota laut, sehingga apa pun yang ada di sini tampak tumbuh sehat dan berukuran besar. Penyelaman akan berakhir di dalam gua tersembunyi yang dirimbuni pepohonan. Dalam perjalanan ke The Passage, biasanya penyelam juga akan diajak menyelam di Hidden Bay yang dikelilingi hutan bakau. (Tip: Menyelam di sini bagai menyelam di sungai dengan jarak pandang yang tak pernah terlalu jauh. Bahkan lewat dari pukul 12:00, matahari sudah bergeser, sehingga beberapa area di The Passage harus dijelajahi dengan bantuan cahaya lampu senter selam.)

 

Wilayah Tengah

Pulau Fam

Di sekitar pulau ini terdapat beberapa situs menyelam yang cantik. Pulau Fam sendiri dikelilingi oleh taman laut dan dinding karang terindah di Raja Ampat. Makan siang dan surface interval dilakukan di pantai-pantai sepi yang belum tersentuh manusia. Berikut situs-situs menyelam di sekitar Pulau Fam:

  • Melissa’s Garden

Melissa adalah nama putri Max Ammer, yang menemukan situs ini beberapa tahun silam. Terdiri dari tiga pulau kecil yang membentuk segitiga di barat Pulau Batanta, situs ini sebenarnya bernama Batu Burung dan didominasi koral keras. Seperti banyak tempat di Raja Ampat, di sini pun banyak ditemui hiu Wobbegong. Sementara di kedalaman enam meter terdapat giant clam sepanjang enam meter yang berwarna cokelat, hijau, dan ungu yang indah, dan diperkirakan telah hidup lebih dari 100 tahun.

  • Pulau Wai

Bangkai kapal di kedalaman antara 26–33 meter di dasar berpasir dekat Pulau Wai ini melengkapi pengalaman menyelam di Raja Ampat. Merupakan pesawat tempur jenis P47D sepanjang 15 meter bekas Perang Dunia II dari tahun 1944, kini kondisinya telah tertutup karang dan menjadi hunian berbagai biota laut. Selain kapal karam, di sekitar Pulau Wai juga terdapat beberapa situs lain, seperti Wai Wall, Nikson Reef, dan Otto Reef.

 

Wilayah Selatan

Merupakan wilayah terjauh di Kepulauan Raja Ampat, perjalanan ke Misool dapat mencapai lima jam dari Sorong, bergantung keadaan laut. Oleh karena itu, usahakan untuk bepergian ke kawasan selatan kepulauan ini di saat terbaiknya. Hindari perjalanan ke Misool pada Juni hingga September, ketika angin muson selatan berhembus.

  • House Reef Misool Eco Resort

Dapat diakses dari pantai, dermaga, maupun tangga dari water cottage Misool Eco Resort, di sini terlihat kawanan jackfish, fusilier, anchovy, dan kerapu. Hiu karang jenis blacktip dan sesekali grey reef shark pun tampak berseliweran di perairan dangkal sekitar resor. Merupakan perpaduan slope dengan dinding karang yang ditumbuhi koral lunak beraneka warna, bila menyelam di sore hari, Mandarin fish dan epaulette shark alias hiu yang berjalan dengan sirip insangnya di dasar pasir biasanya menampakkan diri.

  • Boo Windows

Merupakan salah satu situs favorit di Misool karena topografi uniknya, Pulau Boo dapat diakses dengan naik kapal selama 15 menit dari Misool Eco Resort. Sebelah barat daya situs ini merupakan dinding karang yang sering disapu arus kuat, sehingga mengundang hiu untuk berburu makanan. Di sini juga terdapat pinnacle yang kerap dikitari kawanan fusilier dan batfish. Cahaya matahari yang jatuh ke celah berbentuk jendela di sini merupakan objek favorit para fotografer yang membawa lensa wide angle.

  • Fabiacet

Empat pulau kecil yang saling berdekatan ini berlokasi sekitar 25 kilometer di tenggara Pulau Misool. Salah satu situs menyelam terpopuler di sini adalah Nudi Rock. Disebut demikian karena dari kejauhan, batu yang menyembul di permukaan air ini mirip nudibranch. Dari Misool Eco Resort, jarak situs ini hanya lima menit naik speedboat. Sesuai namanya, di Nudi Rock memang banyak dihuni beragam spesies nudibranch, selain kipas gorgonianya dihuni pygmy seahorse.

  • Farondi

Terletak sekitar 20 kilometer di timur Pulau Misool, rangkaian pulau-pulau karst kecil Farondi menawarkan pengalaman menyelam tak terlupakan, berkat lanskap bawah airnya yang unik. Situs bernama Goa Besar di selatan Farondi adalah favorit para penyelam, di mana penyelaman biasanya dimulai di dinding karang yang dangkal yang berangsur menjadi taman penuh koral lunak berwarna kuning yang mengarah ke sebuah lubang berbentuk silinder yang di sekujur dindingnya dipenuhi koral lunak. Lubang keluar gua silinder ini berada di kedalaman sekitar 25 meter. Karena akan melewati celah sempit, disarankan hanya penyelaman berpengalaman yang menyelam di gua sepanjang 20 meter dan lebar 10 meter ini.

  • Gamfi Damu

Arus di sini bisa sangat kuat, namun Pulau Gamfi Damu adalah situs yang merangkum keindahan Raja Ampat, yaitu karang sehat, ikan melimpah, dan kehidupan hewan-hewan berukuran mungil yang selalu dapat dinikmati bila bosan melihat kawanan ikan-ikan besar. Koral lunak di sini pun tak kalah menyajikan pemandangan yang indah, selain kawanan bumphead parrotfish dan penyu hijau.

  • Kaleidoscope

Bagi yang ingin “beristirahat” dari melihat ikan-ikan besar, situs ini dapat dijadikan pilihan, walau tempat ini sesekali dilintasi mobula ray dan Napoleon wrasse. Pemandangan Misool identik dengan koral lunak warna-warni, dan situs inilah yang menyumbangkan pemandangan ikonik tersebut. Berupa dinding karang yang rata tertutup koral lunak, situs ini berwarna di siang hari dan di malam hari pun semakin menarik untuk dijelajahi karena hewan-hewan yang bermunculan semakin beragam.

  • Muck Bay

Tak banyak situs muck dive di Raja Ampat. Situs di selatan Pulau Misool ini salah satunya. Dengan dasar berpasir halus, sehingga gerakan sedikit saja dapat membuat keruh air, di sini tak ada koral cantik seperti situs-situs lain di Raja Ampat. Muck Bay mengingatkan akan situs-situs selam di Selat Lembeh, Sulawesi Utara. Karena dangkal – kedalaman maksimum hanya 10 meter – dan tanpa arus, penyelam biasanya diberi izin oleh operator untuk berada di dalam air hingga batas waktu maksimal yang ditunjukkan oleh komputer selam.

  • Magic Mountain

Merupakan cleaning station pari manta, tempat yang berlokasi sekitar 20 menit naik speedboat dari Misool Eco Resort ini berupa gundukan karang yang menjulang setinggi tujuh meter, sehingga dinamai Magic Mountain. “Gunung” yang penuh keajaiban ini adalah tempat untuk dapat melihat dua spesies pari manta sekaligus (di cleaning station lain biasanya hanya terlihat satu jenis), yaitu Manta birostris yang besar dan Manta alfredi yang ukuran tubuhnya lebih kecil dan biasanya terlihat di sekitar karang. Magic Mountain juga merupakan tempat anak-anak hiu karang whitetip tumbuh besar, selain tempat berkembang biaknya Napoleon wrasse.

  • Yillet

Pulau Yillet terletak di utara Pulau Misool, dan dulunya merupakan pulau untuk menampung hiu yang diambil siripnya. Setelah praktik tersebut dihentikan, kini ekosistem karang di sekitarnya sudah pulih, dan hiu pun sering tampak di sini. Tak jauh dari Yillet terdapat pulau kecil yang kaya akan biota laut dengan topografi yang menakjubkan. Pulau kecil ini terbentuk oleh abrasi ombak selama ribuan tahun, sehingga membentuk semacam kanopi di atas lembah di bawah air yang dipenuhi banyak overhang dan gua kecil yang gelap dan misterius. Oleh karena itu, bila ingin menyelam di sini, disarankan untuk membawa senter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here