Yuk, Kenali Lebih Dekat Situs Warisan Budaya Dunia di Indonesia!

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak masyarakat untuk mengenal beberapa situs warisan dunia berbasis budaya di Indonesia dengan lebih dekat lagi melalui webinar series “Wisata Heritage”, yang akan berlangsung pada 14 Mei 2020 pukul 14:00 hingga 16:00 WIB.

Total ada lima situs warisan dunia berbasis budaya yang diakui oleh UNESCO di Indonesia, yakni Kompleks Candi Borobudur, Kompleks Candi Prambanan, Situs Manusia Purba Sangiran, Sistem Subak Bali, dan Tambang Kuno Batu Bara Ombilin Sawahlunto. Kelimanya akan ditampilkan dalam webinar series tersebut satu per satu, dengan seri pertamanya akan membahas mengenai Candi Borobudur.

Tidak hanya berkisah soal Candi Borobudur, peserta webinar juga akan mendapatkan pelajaran soal teknik bercerita melalui media sosial. Diharapkan, para peserta ini dapat membantu menyebarkan informasi yang didapatkan ke masyarakat luas, salah satunya melalui media sosial. Dengan media sosial, teknik bercerita ini bisa dilakukan dengan bantuan teks, video, dan gambar sehingga lebih menarik. Ditambah dengan teknik story telling yang baik, narasi yang dibangun akan mampu memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat, menambah pengalaman berkunjung wisatawan, hingga membangun rasa penasaran bagi orang-orang untuk mengunjungi situs-situs tersebut nantinya.

Dalam seri pertamanya di Candi Borobudur, Kemenparekraf juga menghadirkan beberapa orang narasumber. Ada Founder Komunitas Historia Indonesia, Asep Kambali yang akan berbicara tentang jejak sejarah Candi Borobudur. Ada pula penulis Astird Savitri yang akan membahas teknik story telling produk wisata melalui media sosial.

Webinar series “Wisata Heritage” terbuka untuk masyarakat umum dan dapat diikuti secara gratis. Jika tertarik untuk mengikutinya, Anda dapat mendaftarkan diri di situs ini. Jadwal webinar untuk empat situs warisan budaya lainnya akan diumumkan kemudian. Untuk informasi terbaru mengenai jadwal webinar ini, Anda dapat mengikuti Kemenparekraf di media sosial Instagram @kemenparekraf.ri, Twitter @kemenparekraf, atau Facebook Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Teks: Levana Florentia | Editor: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here