Kopi Ampirono, Tempat Nongkrong Favorit Usai Gowes di Kulon Progo

0
3806

Animo masyarakat untuk bersepeda belakangan ini memang tengah meningkat. Bahkan, saat tengah berwisata, kegiatan ini pun tetap dilakukan untuk menjelajahi suatu tempat.

Di Yogyakarta, misalnya, wisatawan biasanya gowes di kawasan pusat kota untuk menuju sejumlah destinasi populernya, atau mengarahkan sepeda ke kawasan sekitar, seperti Kulon Progo, untuk menikmati indahnya alam dan nuansa asri khas pegunungan Menoreh.

Lelah mengayuh sepeda, kamu tak perlu kembali ke pusat kota untuk mengistirahatkan kaki. Di Kulon Progo banyak terdapat spot-spot kuliner yang fotonya sering menghiasi laman media sosial. Sebut saja Kopi Ampirono.

Foto: Instagram @faajarkp

Terletak di Jalan Raya Kaligesing, Tileng, Pendoworejo, Girimulyo, kedai kopi ini sukses merebut perhatian warganet sejak beberapa bulan terakhir berkat lokasinya yang berada di perbukitan dengan hamparan sawah hijau di sekelilingnya. Bangunan utamanya sendiri berbentuk joglo, sehingga memasuki kawasan ini, suasana pedesaan Jawa pun langsung terasa.

Dari sini, pengunjung dapat memilih untuk duduk-duduk di dalam bangunan untuk bersantap sambil menikmati pemandangan persawahan dari ketinggian, atau memilih untuk duduk di salah satu dari deretan bangku yang ada di luar kafe.

Foto: Instagram @kopiampirono

Sembari melepas penat, pengunjung pun dapat menikmati berbagai sajian makanan dan minuman yang dibanderol dengan harga murah, yakni mulai Rp5.000 hingga Rp16.000 saja. Menu yang menjadi andalannya adalah sayur lodeh dengan tiga pilihan, yakni lodeh kluwih, lodeh terong, dan lodeh tempe. Pengunjung pun dapat mencicipi makanan khas Kulon Progo, seperti geblek (jajanan bertektstur kenyal dan berbahan dasar tepung tapioka), atau mengudap pisang goreng, tempe mendoan, dan sebagainya.

Untuk menu kopi, terdapat pilihan kopi jos, kopi klotok, serta kopi menoreh robusta dan arabika. Bila tak mencicipi kopi pun, kamu dapat menjajal es teh bunga telang yang berwarna biru keunguan, atau teh tubruk gula batu yang disajikan dalam teko.

Foto: Instagram @kopiampirono

Pengelola kedai kopi ini juga menyediakan sepeda ontel untuk spot berfoto pengunjung. Opsi lainnya, kamu dapat berfoto di tangga, di bawah pohon, atau di salah satu pojok kedai kopi, di mana saat sore ketika cuaca cerah, bisa terlihat Gunung Merapi dan Merbabu di kejauhan.

Selama pandemi, Kopi Ampirono menerapkan protokol kesehatan yang ketat, termasuk rutin menyemprotkan disinfektan di sejumlah areanya demi kenyamanan pengunjung. Selama berada di Kopi Ampirono, pengunjung juga wajib mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Foto: Dok. Google Maps/Fajar Meyy

Dari pusat kota, Kedai Ampirono terletak 21 kilometer jauhnya, atau sekitar 50 menit berkendara. Kedai ini buka tiap hari pukul 10:00-21:00 (Sabtu dan Minggu buka sedari pukul 07:00).

Teks: Melinda Yuliani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here