Percantik Feed Instagram, Ini 9 Spot Wajib Kunjung di Amsterdam

Setiap digelar travel fair yang menawarkan rute ke Eropa, biasanya tiket ke Amsterdam tergolong yang paling murah, selain mengurus visa Schengen dari Kedutaan Belanda juga terkenal relatif cepat dan mudah. Karena alasan itulah kami hadirkan daftar berikut yang mengulas sejumlah tempat wisata di Amsterdam, yang semuanya menawarkan latar menarik untuk memperindah feed Instagram Anda.

1. Canal Cruise

Amsterdam semakin indah berkat kanal-kanal yang dibangun pada abad 17 dan telah masuk dalam Daftar Situs Warisan Dunia yang dilindungi UNESCO. Cara terbaik untuk menikmati wajah kota yang unik ini memang melalui kanal-kanalnya dengan canal cruise berdurasi sekitar satu jam (paket standar).

Titik-titik keberangkatannya tersebar di banyak tempat, salah satunya Gray Line Canal Cruises di Damrak (sekitar empat menit berjalan kaki dari Amsterdam Centraal) dan melewati sejumlah atraksi wisata terkenal, seperti deretan rumah-rumah tua berlantai tiga dan bercat warna-warni, Rijksmuseum, Van Gogh Museum, Anne Frank House, dan masih banyak lagi. Selama pelayaran, penumpang dapat mendengarkan panduan audio yang disampaikan dalam 19 bahasa pilihan, termasuk bahasa Indonesia. Tarif canal cruise mulai 11,50 euro per orang dengan jadwal pelayaran yang dapat dilihat di sini.

2. Begijnhof

Kompleks rumah bekas kaum beguine, atau sekelompok wanita yang tidak menikah (tetapi bukan biarawati) dan mendedikasikan hidup mereka untuk mengurus orang sakit. Gerakan yang disinyalir bermula sekitar 1150 ini menempati bangunan megah yang selama berabad-abad mengalami perluasan dan renovasi. Kompleks ini berhenti beroperasi ketika Suster Antonia, beguine terakhir meninggal pada 1971. Walau begitu, aura ketenangan yang dipancarkan kompleks ini, terutama di courtyard (taman dalam) tetap dapat dinikmati siapa pun hingga hari ini.

Kapel bersejarah di sini terbuka untuk umum setiap hari dan tersedia berbagai jadwal ibadah yang dapat diikuti (jadwal dapat dilihat di sini). Bangunan ini sendiri adalah salah satu bangunan tua di Amsterdam yang selamat dari gempuran selama Perang Dunia II. (Akses: berjalan kaki selama 20 menit dari Amsterdam Centraal atau naik trem 1, 2, atau 5 ke arah Spui)

3. Jordaan

Merupakan kawasan yang dipenuhi deretan bangunan klasik, butik, galeri independen, taman, bar, dan restoran, Jordaan menebarkan atmosfer menyenangkan. Hanya lima menit berjalan kaki dari Amsterdam Centraal atau Dam Square, kawasan ini merupakan bekas hunian kelas pekerja dengan gang-gang sempit yang mengular bagai labirin, di mana setiap sudutnya menawarkan latar foto yang menawan. Jordaan adalah tempat yang dilukiskan Anne Frank dalam jurnalnya sebagai tempat untuk mendengarkan bel dari Westerkerk, berhubung rumah persembunyiannya tak jauh dari gereja Prostestan yang dibangun abad 17 tersebut.

Berkunjung ke sini, jangan lewatkan Noordermarkt atau pasar loak setiap Senin pagi dan pasar sayur dan buah organik setiap Sabtu. Beberapa tempat makan terbaiknya antara lain Pancake Bakery untuk menyantap pannenkoeken dan Moeders untuk makanan tradisional Belanda. Sementara jika ingin menghabiskan malam di klub, Café ‘t Smalle buka hingga pukul 01:00 dan Maloe Melo buka hingga pukul 03:00.

4. Rijksmuseum

Sebelum menempati lokasinya yang sekarang, Rijkmuseum kerap berpindah-pindah dan berganti nama. Hingga 1885, Rijkmuseum menempati bangunan indah bergaya neo-Renaisans dengan dekorasi neogotik karya arsitek Belanda Petrus J.H. Cuypers. Merupakan museum terbesar di Amsterdam yang dibangun selama 10 tahun dan menghabiskan biaya hingga 375 juta euro, Rijkmuseum menyimpan ribuan karya berbagai maestro seni dunia, termasuk Rembrandt, Jan Vermeer yang spesialis melukis keseharian hidup di Delft, van Dyck, dan Jan Steen. Selain koleksi permanen, museum ini pun kerap menggelar pameran temporer yang mengesankan. (Akses: dari Amsterdam Centraal keluar di Hobbernastraat)

5. Rumah Anne Frank

Berlokasi tak jauh dari Westerkerk, di dalam rumah inilah Anne Frank, remaja Yahudi asal Jerman berusia 13 tahun bersama ayah, ibu, kakak, dan empat orang Yahudi lainnya bersembunyi dari kejaran Nazi. Lorong persembunyian sempit yang hanya 46 meter persegi dan kemudian disebut Secret Annex ini menjadi rumah Anne selama dua tahun, hingga ia tertangkap dan meninggal pada 1945 di kamp konsentrasi karena tifus.

Selama dalam persembunyian, untuk mengusir kebosanan karena tidak bisa bermain di luar rumah (semua suplai kebutuhan dan buku-buku disediakan empat pegawai ayahnya), Anne menumpahkan isi pikirannya dalam catatan harian, yang kemudian dipublikasikan oleh sang ayah sebagai satu-satunya penghuni Secret Annex yang selamat dari kamp konsentrasi.

Kamar yang pernah ditempati Anne kemudian dipertahankan bentuknya untuk dijadikan museum dan naskah asli dari jurnalnya pun turut dipajang. Pada 2017, museum ini mencatat 1,2 juta pengunjung, sehingga menjadikannya sebagai museum keempat di Belanda yang terbanyak dikunjungi setelah Van Gogh Museum, Zaanse Schans, dan Rijksmuseum. (Akses: 15 menit berjalan kaki dari Amsterdam Centraal)

6. Toko Kondom

The Condomerie adalah toko spesialis kondom pertama di dunia dan seolah ingin menegaskan Amsterdam sebagai kota yang berani mendobrak seks sebagai hal tabu. Dibangun 1987, toko penuh warna ini menjual berbagai jenis kondom, baik dari segi warna, rasa, dan bentuk, di mana beberapa di antaranya mengambil bentuk tak lazim, mulai dari ayam, katak, dan bahkan Big Ben. Selain menjual kondom, toko ini juga memberikan informasi tentang kontrasepsi dan pencegahan penularan penyakit seksual, khususnya HIV/AIDS. (Akses: 10 menit berjalan kaki dari Amsterdam Centraal melalui Damrak dan Warmoesstraat)

7. Van Gogh Museum

Walau dinyatakan kurang waras, namun semasa hidupnya, Vincent van Gogh adalah pelukis yang produktif. Hal ini dibuktikan lewat museumnya yang memajang sekitar 1.000 koleksi karyanya yang terdiri lukisan, sketsa, dan surat-surat. Berkunjung ke sini tidak sekadar mengagumi karya-karya ternamanya, seperti The Poppyfield, The Starry Night, atau Self-Portrait, tetapi juga memahami kisah hidup van Gogh yang merana.

8. Eye Film Museum

Berkat bangunan berdesain avant-garde berbentuk mata yang mencolok di pelabuhan IJ, distrik Overhoeks, gedung modern yang dibuka 2012 ini menggantikan Dutch Historical Film Archive. Memiliki empat bioskop dan berbagai ruang untuk menggelar berbagai pameran dan pertemuan, tempat penyimpanan arsip film Belanda maupun mancanegara ini memiliki sekitar 100 potongan adegan film yang dapat diproyeksikan ke dinding, selain pertunjukan film alternatif setiap hari (jadwal dapat dilihat di sini). Tempat favorit pengunjung adalah teater berdesain futuristik yang dilengkapi sofa-sofa kecil, sementara bar dan restorannya menyuguhkan pemandangan mengesankan ke arah Sungai IJ. Bagi pecinta film, tempat ini patut dikunjungi. (Akses: naik feri gratis dari belakang Amsterdam Centraal)

9. Mencicipi Keju

Belanda membuat keju sejak tahun 400 dan kini menjadi pengekspor keju terbesar di dunia. Jangan lewatkan mencicipi kejunya yang paling populer, yaitu Gouda (baca: howda), yang terdiri beberapa jenis berdasarkan lama penyimpanan. Graskaas adalah Gouda muda yang dapat dikonsumsi dalam hitungan minggu setelah diproduksi, sementara Overjarig adalah Gouda tua yang telah mengeras berwarna keemasan, serta bercita rasa kompleks karena meninggalkan jejak asin yang mengingatkan akan toffee. Jenis Gouda yang tua lebih cocok untuk dicampur dalam masakan atau kue ketimbang dimakan langsung.

Di antara spektrum Graskaas dan Overjarig, terdapat Jong, Jong belegen, Belegen, Extra belegen, dan Oud. Semakin lama disimpan, Gouda akan semakin mengeras dan rasanya akan semakin kaya.

Terbuat dari susu sapi pasteurisasi, beberapa pembuat Gouda juga kini mulai menggunakan susu kambing. Ada banyak tempat untuk menikmati keju Gouda kebanggaan Belanda, di antaranya Cafe Bern di Niewmarkt dan Fondue & Fondue di Overtoom. Bisa juga menuju peternakan keju Catharina Hoeve di Zaanse Schans untuk melihat langsung proses pembuatannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here