7 Tempat Wajib Kunjung di Yokohama

0
194

Bagi yang memiliki waktu terbatas, perjalanan ke Tokyo juga dapat digabungkan dengan Yokohama. Kota kedua terbesar di Jepang ini di zaman Edo hanyalah merupakan desa nelayan. Yokohama kemudian berkembang menjadi kota perdagangan modern ketika Shogun Tokugawa membukanya sebagai pelabuhan untuk berdagang dengan Amerika Serikat pada 1859.

Bagi yang menyukai suasana yang lebih santai dibandingkan Tokyo, dapat memilih menginap di Yokohama yang tak kalah memiliki banyak hotel karena kota ini memang destinasi untuk menggelar aktivitas meetings, incentives, conferences, exhibitions (MICE). Berikut berbagai atraksi menarik yang dapat dikunjungi di Yokohama.

 Yokohama Red Brick Warehouse

Disebut Renga Soko oleh warga setempat, bangunan dari bata merah di tepi pelabuhan ini merupakan bekas gudang yang telah direnovasi dan sejak 2002 berfungsi sebagai pertokoan, restoran, dan gedung konser. Karena kokoh, bangunan ini tidak hancur saat terjadi gempa di tahun 1923 atau ketika Perang Dunia II berkecamuk. Semasa perang, bangunan berlantai dua ini sempat digunakan tentara Amerika sebagai markas militer. Melewatkan sore di sini setelah puas berbelanja di berbagai pop-up store-nya yang menjual barang-barang unik, mulai dari pakaian, aksesori, sepatu, peralatan rumah tangga, ornamen dekorasi, kue-kue khas Yokohama, duduk-duduklah di salah satu restorannya yang memiliki meja di bagian luar untuk sekaligus menikmati udara pantai. Di halaman kawasan ini juga sering digelar bazar yang menjual berbagai hewan peliharaan dan berbagai produk inovasi. (Akses: Stasiun Nihon-Odori dan Bashamichi di jalur Minato Mirai, buka setiap hari pukul 10:00 -20:00)

Cup Noodle Museum

Mi instan pertama tercipta di Jepang oleh seorang ilmuwan bernama Momofuku Ando pada 1958, yang kemudian mendirikan perusahaan terkenal bernama Nissin. Terus berinovasi, Ando kembali hadir dengan produk mi dalam gelas styrofoam pertama di dunia pada 1971, sehingga kemudian melambungkan kelezatan ramen ke seluruh dunia. Belum puas berinovasi, menjelang akhir hidupnya, Ando kembali menciptakan ramen yang dapat dikonsumsi di luar angkasa sehingga dapat dinikmati para astronot.

Semangat berinovasi dan berpikir secara kreatif itulah salah satu misi Cup Noodle Museum milik Nissin ini. Tak hanya memajang proses pemikiran pembuatan mi instan pertama di dunia, pegunjung juga diajak untuk mencintai ilmu pengetahuan. Dengan tiket 500 yen per orang dewasa (anak-anak dan pelajar gratis), dengan menambah 300 yen, pengunjung dapat melukis cup yang dapat diisi dengan mi instan yang memiliki 5.460 kombinasi rasa dan isi yang dapat dipilih sendiri. (Akses: Stasiun Bashamichi di jalur Minato Mirai atau Stasiun Sakuragicho di jalur JR/Shieichikatetsu, buka setiap hari kecuali Selasa pukul 10:00-18:00)

 Yamate

Kawasan Motomachi yang terletak di kaki perbukitan Yamate menjelma menjadi perumahan elit setelah Pelabuhan Yokohama dibuka bagi perdagangan internasional, karena di sinilah warga asing dari berbagai negara Barat tinggal. Rumah-rumah bergaya Eropa dan Amerika beserta gereja megah memenuhi tempat ini, sehingga menebarkan suasana kosmopolitan yang unik. Beberapa rumah bersejarah di sini sengaja dibuka untuk museum gratis, seperti Berrick Hall dan Diplomat’s House yang dikelilingi taman cantik. Beberapa rumah pun ada yang dibuka sebagai coffee shop, seperti Ehrismann Residence. Berrick Hall adalah rumah megah bergaya Spanyol dengan ruang tamu superluas yang dulu kerap berubah fungsi menjadi ballroom. Sedangkan Diplomat’s House adalah rumah bergaya Amerika-Victoria bekas tempat tingaal konsulat jenderal Amerika Serikat semasa pemerintahan Meiji. (Akses: Stasiun Motomachi-Chukagai di jalur Minato Mirai atau Stasiun Ishikawachodari di jalur JR Negishi)

Sky Garden

Mirip Tokyo Skytree, Sky Garden yang berlokasi di lantai 69 Landmark Tower Yokohama ini setinggi 273 meter. Untuk naik ke dek observasi, pengunjung akan dilayani dengan elevator tercepat se-Jepang, yaitu berkecepatan 750 meter per menit, sehingga dapat sampai ke puncak dalam 40 detik saja. Menawarkan pemandangan 360 derajat Yokohama yang berada di tepi pantai, tiket masuknya 1000 yen untuk dewasa dan 500 yen untuk anak-anak. Di sela-sela menikmati pemandangan, pengunjung juga dapat mengudap makanan dan minuman ringan, selain berbelanja berbagai kerajinan dan kue-kue khas Yokohama. (Akses: Stasiun Sakuragicho di jalur JR Keihin Tohoku Negishi dan Stasiun Minato Mirai di jalur Minato Mirai Line, buka setiap hari pukul 10:00-22:00)

 Sankeien Garden

Taman ala Jepang di atas lahan seluas 180.000 meter persegi ini dibangun oleh saudagar sutra bernama Sankei Hara. Dibuka untuk umum tahun 1906, taman ini juga dihiasi rumah-rumah kuno yang didatangkan dari Kyoto dan Kamakura. Paduan antara kolam ikan koi dan teratai dengan rumah kuno, membuat taman ini sering digunakan untuk melakukan pemotretan pranikah atau sekadar duduk-duduk santai dan berolahraga. Jangan lewatkan kunjungan ke rumah tua yang kini dibuka sebagai museum, yaitu Main Hall Tomyoji Temple dan Yanohara House, bagi yang ingin mengintip kehidupan masyarakat Jepang di masa lalu. (Akses: Dari Stasiun Yokohama naik jalur Negishi ke Stasiun Negishi atau naik bus No. 58, 99, atau 101 dan berhenti di Honmoku, tiket dewasa 500 yen, anak-anak 200 yen, buka setiap hari pukul 09:00 – 17:00)

 Orbi Yokohama

Inilah cara menyenangkan untuk mengenal alam tanpa harus membawa hewan atau tumbuhan dari habitat aslinya. Menggunakan teknologi canggih, anak-anak maupun orang dewasa dapat secara interaktif belajar mengenal perilaku hewan, tumbuhan, bahkan beragam tempat menarik di bumi. Salah satu atraksi yang ditawarkan adalah mencicipi suhu ekstrem Gunung Kenya yang dapat mencapai minus 20 derajat. Di sini pengunjung akan merasakan suasana berangin kencang bak berada di Gunung Kenya. Berlokasi di pusat perbelanjaan Mark Is yang ternama, Orbi bekerja sama dengan BBC Worldwide untuk konten tentang alam dan SEGA Corporation untuk teknologi komputerisasi. Berkunjung ke sini adalah cara yang lebih ramah lingkungan ketimbang pergi ke akuarium atau kebun binatang. (Akses: Stasiun Minato Mirai di jalur Minato Mirai, Lantai 5 Mark Is Minatomirai, tiket dewasa 2600 yen dan anak-anak 1300 yen, buka setiap hari pukul 10:00-23:00)

Hara Model Railway Museum

Yokohama adalah kota pertama di Jepang yang memiliki rel kereta sehingga tak heran bila Nobutaro Hara, seorang kolektor model kereta, kemudian memajang koleksi pribadinya yang impresif menjadi sebuah museum. Dibuka pada 2012, museum ini memajang koleksi model kereta dari berbagai zaman, mulai kereta lokomotif uap hingga kereta listrik, sehingga pengunjung akan memahami perkembangan dunia perkeretaapian beserta teknologinya. Penjelasan setiap model pun dapat diakses menggunakan tablet yang dipinjamkan kepada setiap pengunjung setelah membeli tiket. Daya tarik museum ini adalah model kereta yang diletakkan dalam setting sebuah kota, lengkap dengan manusia dan lanskap alamnya. (Akses: Stasiun JR Yokohama atau Stasiun Shin-Takashima di jalur Minatomirai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here