El Nido Tutup 10 Hotel Tak Ramah Lingkungan

0
72

El Nido tak sekadar menawarkan pantai-pantai unik dengan tebing dan karst yang menyembul di permukaan air. Kota kecil yang terletak di ujung utara Palawan ini juga membanggakan perairannya yang jernih dengan terumbu karang yang menakjubkan, selain juga satwa liar yang beragam.

Sayangnya, praktik pariwisata yang tidak berkelanjutan selama puluhan tahun telah mengancam kelestarian alam El Nido, sehingga tempat ini kini menjadi subjek rehabilitasi besar-besaran oleh DENR (Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam Filipina).

Meski tak ada penutupan pulau seperti yang terjadi di Boracay, DENR telah mengedarkan surat penutupan usaha untuk setidaknya 10 hotel yang ditemukan secara ilegal membuang limbah ke Teluk Bacuit di El Nido. Hotel dan resor tersebut terbukti melanggar Clean Water Act of 2004 (undang-undang tentang air bersih) karena melebihi batas polutan yang telah ditetapkan. Adapun surat perintah tersebut dikeluarkan untuk hotel-hotel berikut.

  • El Nido Sea Shell Resorts and Hotel
  • Doublegem Beach Resort and Hotel
  • Buko Beach Resort
  • Panorama Resort (Mangonana Inc.)
  • Four Seasons Seaview Hotel
  • Stunning Republic Beach Resort
  • Sava Beach Bar/Sava Nest Egg Inc.
  • El Nido Beach Hotel
  • The Nest El Nido Resorts and Spa Inc.
  • Cuna Hotel

Hotel-hotel tersebut dilaporkan mengeluarkan air limbah kehitaman dan berbau busuk. “Hasil analisis laboratorium pada air limbah yang diambil dari perusahaan tersebut melampaui standar umum efluen (limbah cair) DENR untuk Permintaan Oksigen Biokimia (BOD).”

“BOD adalah ukuran kuantitas oksigen yang digunakan oleh mikroorganisme ketika menguraikan material organik di air,” jelas Michael Drake Matias, direktur Biro Manajemen Lingkungan DENR untuk Mimaropa (Mindoro, Marinduque, Romblon, Palawan).

DENR juga mengeluarkan surat pemberitahuan terhadap perusahaan yang melanggar aturan, yakni mendirikan sofa, meja, kursi, payung, dan bangunan apa pun, dengan jarak di bawah 30 meter dari garis pantai. Sama seperti di Boracay, perusahaan diharuskan untuk membongkar bagian dari properti mereka yang merambah pantai.

DENR mengatakan bahwa pihaknya akan terus memantau perusahaan-perusahaan lain di El Nido dalam hal pembuangan limbah. “Kami telah melakukan investigasi awal di hotel dan restoran lain. Saat ini kami tengah menunggu hasil sampel limbah mereka,” kata Henry Adornado, Direktur Eksekutif Regional DENR. “Sampai perusahaan-perusahaan ini sadar (akan pentingnya pariwisata berkelanjutan), kami tidak punya pilihan lain selain menegakkan hukum dan menghentikan mereka mencemari El Nido,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here