Berakhir Pekan di Danau Toba

0
719

Setelah diresmikannya Bandara Silangit yang kini berganti nama menjadi Bandara Internasional Sisingamangaraja XII yang lebih dekat ke Danau Toba, kunjungan wisatawan ke danau terluas di Asia Tenggara dan terdalam di dunia ini meningkat empat kali lipat. Di semester satu 2016, jumlah wisatawan domestik 30.000, sementara di semester satu 2017 mencapai 120.000. Berada di Danau Toba, jangan lewatkan sejumlah atraksi berikut ini.

  • Huta Bolon Simanindo

Merupakan rumah Raja Sidauruk beserta 14 istrinya, tempat ini kemudian beralih fungsi menjadi museum terbuka pada 1969. Atap bangunan pun tadinya dihiasi dengan 10 tanduk kerbau yang melambangkan 10 generasi kerajaan tersebut. Koleksi museum ini terdiri peralatan memasak, persenjataan, porselen Belanda dan Tiongkok, serta patung dan ukiran khas Batak. Tarian tradisional pun biasanya digelar di sini, terutama bila jumlah turis di hari itu cukup banyak.

  • Huta Siallagan

Berada di Desa Ambarita, perkampungan yang mirip benteng ini tak jauh
dari Danau Toba dan terkenal akan peninggalan megalitiknya. Di sini terdapat deretan batu berusia dua abad yang berbentuk sofa dan tersusun melingkari meja yang juga batu. Dinamakan Batu Parsidangan, deretan batu ini berada di dua tempat, yaitu di bawah pohon dan berfungsi sebagai tempat rapat, sementara yang satu lagi merupakan tempat eksekusi. Di kampung ini juga terdapat rumah adat yang kini dijadikan museum berisi kain tradisional, berikut alat tenun dan peralatan rumah tangga lainnya.

  • Makam Raja Sidabutar

Raja Sidabutar konon orang pertama yang menghuni Tomok dan membangun pemukiman di daerah ini. Kuburan batunya yang telah berusia lebih dari empat abad berhiaskan pahatan wajah dan permaisurinya, Boru Damanik, selain ukiran patung penasihat raja dan panglima perangnya yang duduk di bawah pahatan kepala. Di belakang Makam Raja Sidabutar terdapat patung batu yang menggambarkan sekelompok warga Batak dan dulu berfungsi untuk meminta hujan. Pengunjung yang memasuki pemakaman wajib mengenakan ulos yang disediakan penjaga makam.

  • Air terjun Sipiso-piso

Air terjun Sipiso-piso ini diambil dari kata “pisau” yang diucapkan dengan dialek setempat karena bentuk aliran airnya menyerupai pisau bila dilihat dari ketinggian. Berlokasi di Desa Tongging, ketinggiannya yang mencapai 120 meter menjadikan Sipiso-piso salah satu air terjun tertinggi di Indonesia. Untuk menuju air terjun ini, pengunjung harus menuruni Lembah Sipiso-piso selama sekitar satu jam melalui ratusan anak tangga yang tingginya tidak beraturan.

  • Festival Danau Toba

Telah diadakan rutin setiap minggu kedua September ketika Danau Toba sedang dalam keadaan terbaiknya, festival ini menampilkan serangkaian lomba, seperti mendayung perahu sejauh 200 meter bernama Solu Bolon yang telah diusulkan untuk menjadi ikon Kabupaten Simalungun, selain lomba renang sejauh 500 meter dan renang estafet mengelilingi danau yang juga terbuka bagi non-atlet. Selain olahraga, festival juga dimeriahkan pertunjukan budaya, seperti upacara Sulang-sulang Hariapon (tradisi Batak untuk menghormati orangtua) dan tahapan pernikahan adat Batak. Patung kayu sigale- gale yang terkenal pun tak ketinggalan meramaikan festival dengan diarak dari Lapangan Sepak Bola Ambarita menuju panggung terbuka di Tuktuk sejauh lima kilometer.

Tahukah kamu? Suku Batak termasuk suku Melayu Tua, sehingga kain ulos mereka pun merupakan salah satu hasil peradaban tertua di Asia sejak 4.000 tahun lalu. Di masa lalu, para wanita Batak menenun, memakai, dan mewariskan kain buatannya kepada keluarga sebagai pusaka. Ulos juga kadang-kadang diberikan kepada wanita hamil sebagai doa untuk mempermudah persalinan. Mangulosi adalah suatu kegiatan adat yang sangat penting bagi orang Batak. Dalam upacara pernikahan, kelahiran, dan dukacita, ulos selalu menjadi perangkat adat yang penting.

Akses: Berbagai maskapai nasional terbang setiap hari ke Bandara Internasional Kualanamu dari berbagai kota besar di Indonesia. Bandara Kualanamu juga terhubung dengan Bandara Internasional Sisingamangaraja XII yang lebih dekat ke Danau Toba. Untuk jalan darat, dari Bandara Kualanamu naik mobil sewaan atau jasa travel melalui Brastagi atau Pematang Siantar. Dari Parapat, Pulau Samosir dapat ditempuh naik kapal selama 45 menit, atau via Jembatan Tano Ponggol sepanjang 300 meter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here