Tradisi Natal di Seluruh Dunia

0
629

Penulis lirik lagu “It’s the Most Wonderful Time of the Year” secara akurat menggambarkan kecerian dan kemeriahan yang terjadi di banyak tempat di dunia selama Desember hingga awal Januari. Ternyata, memang banyak perayaan unik di seluruh dunia selama periode ini, terutama dalam merayakan Natal, seperti di tempat-tempat berikut.

1. Festival Lampion Raksasa, Filipina

Festival Ligligan Parul Sampernandu digelar pada Sabtu terakhir sebelum malam Natal di San Fernado yang dijuluki sebagai ibu kotanya perayaan Natal di Filipina. Sebelas desa akan berlomba membuat lampion yang paling menarik perhatian. Awalnya, lentera dibuat dengan model sederhana dari kertas origami Jepang dan di dalamnya dinyalakan lilin, namun kini diameter lampion dapat mencapai enam meter dengan bohlam-bohlam listrik di dalamnya. Festival ini selalu menyedot perhatian pengunjung, baik warga setempat maupun turis dari seluruh Filipina dan mancanegara.

2. Makan Kentucky Fried Chicken, Jepang

Warga Jepang terkenal senang ikut merayakan perayaan apa pun, baik yang merupakan tradisi budayanya maupun budaya dari luar, termasuk Natal. Mulai Desember, berbagai kota di Jepang akan dihiasi berbagai iluminasi menawan dan berbagai toko akan memajang ornamen khas Natal. Beberapa tahun terakhir, Kentucky Fried Chicken di Jepang menawarkan paket menu Natal, termasuk kalkun premium, dan karena iklannya di mana-mana, warga jadi tertarik mencoba dan ternyata menyukainya. Sejak itu, Natal di Jepang identik dengan menyantap beragam menu dari Kentucky Fried Chicken.

3. Kambing Gävle, Swedia

Sejak 1966, patung kambing dari jerami setinggi 13 meter di tengah alun-alun Kastel Gävle’s yang didirikan di awal masa Advent (empat minggu sebelum Natal) telah dicoba dibakar warga. Tradisi warga Swedia ini telah berhasil menghanguskan sang patung jerami 30 kali sejak 1966. Bila ingin ikut mengetahui nasib patung kambing setiap tahunnya, berkunjunglah ke Gavle, sekitar 158 kilometer utara  Stockholm pada hari Minggu pertama di masa Advent.

4. Krampus, Austria

Natal di Austria mirip Halloween di Amerika Serikat karena warga yang mengenakan kostum Krampus, figur iblis yang merupakan sahabat Santo Nikolas atau Sinterklas, akan banyak berkeliaran pada minggu pertama Desember. Dalam tradisi Austria, Sinterklas akan memberikan hadiah kepada anak-anak yang tidak nakal, sementara mereka yang nakal akan berhadapan dengan Krampus. Itulah sebabnya banyak kostum Krampus dijual atau disewakan untuk dikenakan dan menakut-nakuti anak-anak.

5. Hari Santo Nikolas, Jerman

Di Jerman, sosok Santo Nikolas berbeda dengan Sinterklas atau Bapak Natal (Weihnachtsmann dalam bahasa Jerman). Santo Nikolas bepergian naik keledai di tengah malam pada 6 Desember untuk meninggalkan cokelat, makanan, dan mainan di sepatu-sepatu milik anak-anak di seluruh Jerman, terutama di kawasan Bavaria. Ia juga kerap mengajak Knecht Ruprecht, karakter iblis (seperti Krampus di Austria) untuk menghukum anak-anak yang nakal.

6. 13 Orang Kerdil, Islandia

Tiga belas orang kerdil seperti yang digambarkan dalam kisah Puteri Salju merupakan tokoh dalam kisah rakyat Islandia, yaitu jólasveinarnir atau jólasveinar dalam bahasa Islandia. Tiga belas hari menjelang Natal, setiap karakter orang kerdil akan mendatangi anak-anak yang telah meletakkan sepatu mereka di dekat jendela kamar untuk diisi dengan beragam hadiah. Sedangkan bagi anak-anak yang nakal, orang kerdil akan meletakkan kentang busuk di sepatu. Islandia memang banyak memiliki mitos dan kisah rakyat yang berhubungan dengan peri dan dunia gaib dan ke-13 orang kerdil ini adalah salah satunya yang populer.

7. Sembunyikan Sapu, Norwegia

Di malam Natal, warga Norwegia akan menyembunyikan sapu-sapu yang mereka miliki. Tradisi ini bermula di abad pertengahan, yaitu ketika masyarakat percaya bahwa penyihir dan roh jahat akan datang di malam Natal dengan menunggangi sapu. Agar sapu-sapu tidak dapat dicuri untuk dimanfaatkan sebagai kendaraan, maka hingga hari ini warga masih menyembunyikan sapu mereka di tempat paling aman di rumah.

8. Cavalcade of Lights, Toronto

Awalnya merupakan instalasi untuk memeriahkan penyalaan lampu pohon Natal utama di Toronto, ajang yang berlangsung di alun-alun Nathan Phillips ini kemudian menandai musim liburan akhir tahun. Dari tahun ke tahun, instalasi lampu yang ditampilkan semakin megah dan gemerlap dengan dimeriahkan oleh pertunjukan musik hidup, pesta kembang api, dan ajang lantai dansa di arena ice skating dengan DJ yang atraktif. Setidaknya terdapat 300.000 lampu LED yang menyala dari hari mulai gelap hingga pukul 23:00 setiap hari sampai Tahun Baru.

9. Hari Lilin-lilin Kecil, Kolombia

Hari Lilin-lilin Kecil atau Día de las Velitas menandai awal musim perayaan Natal di seluruh Kolombia. Untuk menghormati Bunda Maria, warga meletakkan lilin-lilin kecil di jendela, balkon dan teras rumah mereka. Seiring waktu, warga di berbagai kota di Kolombia pun tak puas hanya meletakkan lilin, namun juga membangun display-display iluminasi yang megah untuk menambah meriah suasana. Salah satu display terbaik banyak ditemukan di Quimbaya, karena warga kota ini berkompetisi untuk membangun display paling megah.

10. Roller Skating, Venezuela

Satu hari sebelum Natal, warga di Caracas akan ke gereja di pagi hari dengan naik roller skate. Saking populernya tradisi ini, banyak-jalan di Caracas akan ditutup di hari ini agar warga dapat meluncur dengan roller skate ke gereja dengan aman. Pulang dari gereja, seluruh keluarga akan berkumpul di meja makan untuk menyantap tamales yang terbuat dari jagung yang dihaluskan dan diisi dengan daging, sebelum kemudian dikukus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here